Welcome to my blog, enjoy reading.

Minggu, 13 Januari 2013

"Manjadda Wajadda"


Rahasia Dibalik Keberhasilan Drs. Marjohan, M.Pd
Sebagai Guru SMA Berprestasi Nasional 2012, penerima penghargaan presiden RI

                                                                 Oleh : Wildan Rasyid
                                       Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Andalas Padang

                             Foto penulis dengan Drs.Marjohan,M.Pd, saat bertamu di rumah penulis
                                                      di Parting, Batusangkar, Sumbar.

       Tak ada yang menyangka, dan tak ada yang mengira bapak Marjohan, guru SMA Negeri 3 Batusangkar, (program layanan keunggulan Tanah Datar) ini keluar sebagai pemenang 1 guru berprestasi nasional, dalam rangka pemilihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Berprestasi 2012 yang diselenggarakan oleh Kemendikbud. Bahkan bapak Marjohan sendiri sedikit ragu dengan apa yang telah beliau raih, seperti sebuah mimpi. Namun itu memang benar keberhasilan beliau telah membawa harum nama baik guru Sumatera Barat, terutama SMA Negeri 3 Batusangkar (program layanan keunggulan Tanah Datar), yang dikepalai oleh bapak Drs.H Rosfairil, MM.
            Setiap orang pasti bertanya-tanya kok bisa sih ??? Manjadda Wajadda. Itu jawabannya.
 Siapa yang berusaha, pasti ia yang akan menuai hasilnya. Drs.Marjohan, M.Pd, bapak 2 anak ini lebih akrab disapa Mr.Joe atau Uncle joe. Beranjak dari keseharian beliau sebagai seorang guru bahasa inggris di SMA Negeri 3 Batusangkar, yang merupakan sekolah Unggulan Tanah Datar,Sumatera Barat. Murah senyum, suka menyapa, “say to hello”, itulah kebiasaannya pada semua orang yang ia temui. Bicara dengan lemah lembut, sopan dan santun, seakan hidup tanpa beban sedikitpun. Tidak pemarah dan tentunya menjadi motivator bagi pelajar, para kaum muda dimanapun beliau berada. Maka tak salah, banyak pemuda menjadikan beliau sebagai guru idola. Hal itulah yang sering dikatakan beliau dalam berbagai talkshow nya, bahwa seorang guru haruslah memberikan teladan, contoh yang baik kepada murid-muridnya, tidak hanya menyuruh atau melarang ini dan itu nya, tapi memberikan contoh dan teladan, sehingga dengan sendiri murid akan ikut melakukannya, tanpa disuruh, tanpa dihardik ataupun bentakan, yang seharusnya tidak boleh dilakukan oleh seorang guru. Maka seorang guru yang pintar akan mampu menghasilkan anak yang pintar juga, karena kita telah menjadi idola bagi mereka.
Pada dasarnya kita diberikan waktu yang sama dalam sehari, 24 jam. Namun kenapa diantara kita ada yang berhasil, ada yang tidak berhasil?  Perbedaan itu ada disebabkan oleh adanya perbedaan dalam pemanfaatan waktu tersebut. Ada orang yang dalam sehari itu hanya banyak tidur saja, ada lagi yang menggunakan waktu-waktunya hanya untuk nongkrong di kedai, melamun, mimpi disiang bolong kata orang,  ataupun waktunya hanya habis untuk permainan/games, tanpa bisa memenej waktunya dengan baik dengan hal-hal yang bermanfaat dan mengandung pelajaran (edukasi). Tentu saja orang –orang yang mampu memenej waktu dengan baik,menggunakan waktunya untuk menggali potensi, minat dan bakat dirinya, pendek kata menggunakan waktu untuk hal-hal yang bermanfaat, tentu mereka itulah orang-orang yang beruntung, sesuai dengan Al-Qur’an (Al-‘ashr ayat 1-3)
Menghargai waktu, itulah kunci kesuksesan Mr.Joe dalam segala bidang kehidupannya. Dalam suatu pertemuan Mr.Joe mengungkapkan tidak banyak persiapan yang dilakukannya untuk mengikuti perlombaan guru berprestasi nasional, karena ide untuk mengikuti perlombaan ini saja bukan datang dari keinginannya, tapi dari bapak kepala sekolah Rosfairil, yang lebih dikenal dengan sebutan Abang. Bisa dibilangnya iseng-iseng. Namun dengan quality,integrity, competence, and capasity yang beliau miliki mampu mengantarkannya menjadi juara 1 guru berprestasi nasional 2012. Dahsyat…
Semua ini didukung oleh  kemampuan berganda yang beliau miliki, dengan menguasai 3 bahasa asing, bahasa inggris, bahasa Prancis, dan bahasa arab. Selain itu beliau juga seorang penulis, yang buku-bukunya sudah beredar di seluruh  indonesia, bahkan tulisan beliau juga sudah go to internasional (Prancis dan Australia). Maka tak heran lagi jika beliau dinobati sebagai Guru Berprestasi Nasional.
Berasal dari daerah terpencil bukan suatu halangan untuk maju dan berkembang, hal ini dibuktikan oleh Mr.Joe . Sebagai seorang guru teladan, beliau berprinsip, “Jika saya bisa berhasil, orang-orang disekeliling saya juga harus berhasil”, sehingga perannya di sekolah dan di sekitar tempat tinggal, layaknya seorang motivator, seorang inspirator desa yang berdedikasi. Sebagai seorang motivator Mr. Joe tidak pernah membeda-bedakan orang tak peduli apapun itu bidang dan profesinya, baik itu guru, dokter, farmasis, pengusaha, penulis, maupun pedagang, dimana ada usaha dan keyakinan, pasti ada jalan menuju kesuksesan. Prinsip inilah yang dipegang oleh Mr. Joe, sehingga ia mampu menerima segala keadaan, dan mampu menjadi idola bagi orang-orang dekatnya, terutama para kaula muda.
Membaca dan menulis adalah kebiasaannya sejak kecil. Ibarat sebuah teknologi manusia, membaca adalah inputnya, otak dan hati sebagai prosesornya, dan menulis adalah sebagai output. Walaupun kita sering membaca, tapi tidak pernah menuliskannya, maka sama saja halnya kita makan dan minum tanpa pernah mengekskresikannya, tentu itu akan berbuah suatu penyakit bagi kita. Maka beliau menyeimbangkan antara input dan output dengan “Membaca dan Menulis”
“Merdekakanlah diri dengan Membaca dan Menulis” sebuah pesan dari ibu Fauziah Fauzan (pimpinan Diniyah Putri Padangpanjang).
Seseorang yang memiliki rasa percaya diri yang mantap, maka ia akan bisa menghadapi semua tantangan yang ada di depan mata. Mungkin kita sering menemukan orang –orang pintar pada masa sekolahnya, tapi malahan ia tidak berhasil, iya kan…? Salah satu penyebabnya adalah sikap yang mudah stress dari mereka, takut kalau tidak lulus, takut kalau tidak diterima saat melamar pekerjaan, takut kalah saing, dan banyak kata-kata TAKUT lainnya yang menghantui mereka, sehingga mereka takut untuk mencoba. Alhasil tentu adalah sebuah kegagalan,  sehingga tak jarang mereka stress dan bahkan ada yang jadi gila, nauzubillahiminzaliq…!
Sebagai kepala rumah tangga, Mr. Joe tidak malu untuk bangun lebih awal dari istri, untuk melakukan pekerjaan rumah tangga. Bahkan tak jarang beliau mencuci pakaian, dan memasak untuk anak istrinya. Menurutnya istri adalah friend, sahabat untuk saling membantu,saling berbagi satu sama lainnya. So sweet…! Tidak terlepas anak beliau, bak kata pepatah, anak dipangku kamanakan dibimbing, urang kampuang dipatenggangkan. Lagi-lagi memberi contoh dan teladan menjadi cara jitu Mr.Joe untuk mendidik anak-anak. Sambil membaca/menulis ataupun bekerja beliau juga mengawasi anaknya belajar. sehingga sering kali beliau mengerjakan banyak pekerjaan dalam satu waktu. Bagi beliau lebih baik kita mengerjakan tiga pekerjaan dalam satu waktu, daripada satu pekerjaan dalam tiga waktu. Dengan demikian berarti kita sudah bergerak 3x lebih maju daripada orang.  “Jika kita ingin menjadi orang yang luar biasa, kenapa harus melakukan hal yang biasa? Iya bukan?” Begitu cara berpikir, dan keseharian yang beliau tekuni setiap harinya, maka tak heran jika kebiasaan itu mengantarkan beliau menjadi guru berprestasi nasional.

1 komentar:

Marjohan Usman mengatakan...

setelah pergi talkshow bareng Wildan Rasyid, setelah itu ada lagi talkshow di Bukittinggi di Padang dan juga di Palembang, kemudian di Bukittinggi lagi....

Posting Komentar