Welcome to my blog, enjoy reading.

Minggu, 13 Januari 2013

"Peran Pemuda dalam Dunia Farmasi"




Oleh : Wildan Rasyid
Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Andalas Padang

Salam Mahasiswa....!

Dewasa ini, berbicara mengenai pemuda, pemuda lebih dititik beratkan pada yang namanya mahasiswa, karena kebanyakan dari pemuda berprofesi sebagai mahasiswa. Secara umum mahasiswa merupakan salah satu bagian dalam masyarakat yang diberi kesempatan untuk mengenyam pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sehingga masyarakat menganggap dan mengharapkan mahasiswa memiliki peran atau fungsi yang “lebih” pula dalam bermasyarakat.
Keberadaan pemuda sangatlah berpengaruh besar dalam segala aspeks dan bidang. Seperti halnya peran pemuda untuk memperjuangkan kemerdekaan negara dan bangsa ini. Begitu juga dalam dunia farmasi. Peran pemuda sangat diharapkan demi kemajuan pelayanan kesehatan, terutama dalam bidang obat,makanan, minuman dan kosmetika. Banyak slogan yang mengatakan “pemuda harapan bangsa”,  “pemuda penerus bangsa”. Hal ini mengindikasikan begitu pentingnya peran pemuda dalam kehidupan ini. Secara umum, mahasiswa ialah kaum muda intelektual yang memiliki 3 peran strategis, yaitu sebagai agen perubahan (agent of change), penyampai kebenaran (social control), dan generasi penerus (iron stock).
            Dalam dunia farmasi 3 peran ini sangat dibutuhkan, fungsi tersebut mengindikasikan
bagaimana peran besar yang diemban khususnya mahasiswa farmasi untuk mewujudkan perubahan dalam profesi kefarmasian dan apoteker di bangsa ini. Sehingga Ide dan pemikiran cerdas, dan penelitian seorang mahasiswa mampu meningkatkan kinerja obat, untuk pelayanan kesehatan guna menuju masyarakat yang lebih sehat, merubah paradigma yang berkembang dalam suatu kelompok dan menjadikannya terarah sesuai perkembangan sains dan teknologi. Sikap kritis mahasiswa sering membuat sebuah perubahan besar dan terkadang mampu membuat para pemimpin yang tidak berkompeten menjadi gerah dan cemas. Dan satu hal yang menjadi kebanggaan seorang mahasiswa adalah semangat membara untuk melakukan sebuah perubahan, yang dikenal dengan agent of change (pembawa perubahan).
            Untuk mencapai dunia farmasi yang maju dan berkualitas, yang mampu bersaing di kancah dunia internasional, diperlukan lulusan yang memiliki kualitas dan kompetensi tinggi ( Quality, integrity, dan profesionality), hal ini selaras dengan moto fakultas farmasi Universitas Andalas. Tentunya didukung dengan kurikulum pendidikan  yang berkopetensi, sehingga dapat bermanfaat dalam kebutuhan dunia kerja, disanalah eksistensi pemuda terlihat, terutama mahasiswa farmasi dibutuhkan. Hal ini mustahil akan terlaksana, dan teraplikasikan jika para pemuda farmasi bersikap acuh tak acuh, lembek, dan lemah dalam berjuang.
            Salah satu tugas besar pemuda farmasi sekarang ini adalah merubah paradigma tentang kurikulum farmasi sekarang ini, dimana perguruan tinggi farmasi sekarang ini kurang mampu merespon permintaan dunia kerja dalam menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang diinginkan dan sesuai dengan kebutuhan di masyarakat. Salah satu faktor penyebabnya ialah tidak adanya komunikasi yang berkelanjutan antara penghasil dengan konsumen. Jika diibaratkan perguruan tinggi sebagai produsen, dan rumah sakit, pabrik/industri (pemberi kerja) sebagai konsumennya.            
Kebanyakan perguruan tinggi farmasi berjalan dengan teori-teori yang notabene textbook tidak sejalan dengan realita dunia kerja hari ini. Tak salah dalam sebuah tulisannya Berly Surya Dharma mengatakan,”Miss-Link and Match” selalu mewarnai hubungan antara keduanya (produsen dan konsumen). Disinilah tugas generasi muda untuk merubah teori-teori farmasi yang selama ini dianggap sebagai dunia maya, sedangkan yang dibutuhkan itu adalah realita di dunia kerja.
Pemuda farmasi sebagai social control (penyampai kebenaran), ini sangat erat kaitannya bagaimana pemuda mampu menjelaskan kepada pasien tentang penyakit, mengenai obat yang diberikan, sehingga pasien merasa puas dengan pelayanan yang diberikan, dan mendapatkan penjelasan tentang penyakit yang dideritanya. Hal ini sehubungan dengan fungsi farmasi di bidang klinis, sesuai dengan keberadaan seorang farmasis sebagai patient oriented, bukan drug oriente.
Selanjutnya pemuda farmasi sebagai iron stock (penerus). Sejak zaman dahulu baik sebelum, maupun sesudah hipocrates memperkenalkan farmasi, sudah banyak penemu-penemu obat di jagat raya ini, tak terhitung lagi senyawa aktif, yang dapat dimanfaatkan sebagai obat yang telah ditemukan oleh para peneliti/pakar obat. Sampai sekarang pun masih banyak obat-obat baru yang ditemukan. Semakin maju peradapan, maka penyakit manusia juga semakin maju, baik itu yang disebabkan oleh bakteri,virus,jamur, ataupun organisme lainnya. Arti kata obat yang digunakan juga harus obat yang maju, oleh karena itu haruslah ada peneliti-peneliti muda, yang harus mampu menghasilkan obat-obat yang berkualitas tinggi dan efisien tinggi. Pemuda intelektual, berkualitas, dan berkompetensi tinggi sangat dibutuhkan demi kemajuan obat (farmasi), untuk membantu mengobati berbagai macam penyakit yang di derita masyarakat.
Dalam dunia penelitian, baru-baru ini juga ditemukan Urine sebagai pengganti Bahan Bakar yang dapat menghasilkan listrik,  sangat mengejutkan penemunya adalah dua orang pemuda dari Malang. Penemuan ini juga mengejutkan dunia, pada bulan April 2012 dalam ajang lomba teknologi International Young Inventors Project Olympiade (IYIPO) di Tbilisi, Georgia. Mereka menjadi duta Indonesia untuk berkompetisi dengan 40 negara yang terdiri dari 101 peserta, alhasil mereka berhasil memperoleh medali emas. Prestasi yang sangat membanggakan.
Penemuan-penemuan baru inilah yang diharapkan dapat tumbuh dan berkembang dalam diri pemuda,khususnya mahasiswa farmasi. Kinilah saatnya yang muda berbuat, bertindak dan menunjukkan inovasi-inovasi baru, dengan penemuan-penemuan baru,khususnya di dunia kita farmasi. Maju terus pemuda…! Jadilah pemuda famasis yang menjadi tuntunan di masyarakat, bukan hanya menjadi tontonan belaka. 

Salam Mahasiswa…!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar