Oleh : Wildan Rasyid
Mahasiswa
Fakultas Farmasi Universitas Andalas Padang
Salam Mahasiswa....!
Dewasa ini, berbicara
mengenai pemuda, pemuda lebih dititik beratkan pada yang namanya mahasiswa, karena
kebanyakan dari pemuda berprofesi sebagai mahasiswa. Secara umum mahasiswa
merupakan salah satu bagian dalam masyarakat yang diberi kesempatan untuk
mengenyam pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sehingga masyarakat
menganggap dan mengharapkan mahasiswa memiliki peran atau fungsi yang “lebih”
pula dalam bermasyarakat.
Keberadaan
pemuda sangatlah berpengaruh besar dalam segala aspeks dan bidang. Seperti halnya
peran pemuda untuk memperjuangkan kemerdekaan negara dan bangsa ini. Begitu
juga dalam dunia farmasi. Peran pemuda sangat diharapkan demi kemajuan
pelayanan kesehatan, terutama dalam bidang obat,makanan, minuman dan kosmetika.
Banyak slogan yang mengatakan “pemuda harapan bangsa”, “pemuda penerus bangsa”. Hal ini
mengindikasikan begitu pentingnya peran pemuda dalam kehidupan ini. Secara
umum, mahasiswa ialah kaum muda intelektual yang memiliki 3 peran strategis,
yaitu sebagai agen perubahan (agent of change), penyampai
kebenaran (social control), dan generasi penerus (iron stock).
Dalam
dunia farmasi 3 peran ini sangat dibutuhkan, fungsi tersebut mengindikasikan
bagaimana peran besar yang diemban khususnya mahasiswa farmasi untuk mewujudkan
perubahan dalam profesi kefarmasian dan apoteker di bangsa ini. Sehingga Ide
dan pemikiran cerdas, dan penelitian seorang mahasiswa mampu meningkatkan
kinerja obat, untuk pelayanan kesehatan guna menuju masyarakat yang lebih
sehat, merubah paradigma yang berkembang dalam suatu kelompok dan menjadikannya
terarah sesuai perkembangan sains dan teknologi. Sikap kritis mahasiswa sering
membuat sebuah perubahan besar dan terkadang mampu membuat para pemimpin yang
tidak berkompeten menjadi gerah dan cemas. Dan satu hal yang menjadi kebanggaan
seorang mahasiswa adalah semangat membara untuk melakukan sebuah perubahan,
yang dikenal dengan agent of change (pembawa
perubahan).
Untuk
mencapai dunia farmasi yang maju dan berkualitas, yang mampu bersaing di kancah
dunia internasional, diperlukan lulusan yang memiliki kualitas dan kompetensi
tinggi ( Quality, integrity, dan profesionality), hal ini selaras dengan moto fakultas farmasi
Universitas Andalas. Tentunya didukung dengan kurikulum pendidikan yang berkopetensi, sehingga dapat bermanfaat
dalam kebutuhan dunia kerja, disanalah eksistensi pemuda terlihat, terutama
mahasiswa farmasi dibutuhkan. Hal ini mustahil akan terlaksana, dan
teraplikasikan jika para pemuda farmasi bersikap acuh tak acuh, lembek, dan
lemah dalam berjuang.
Salah
satu tugas besar pemuda farmasi sekarang ini adalah merubah paradigma tentang
kurikulum farmasi sekarang ini, dimana perguruan tinggi farmasi sekarang ini
kurang mampu merespon permintaan dunia kerja dalam menghasilkan sumber daya
manusia (SDM) yang diinginkan dan sesuai dengan kebutuhan di masyarakat. Salah
satu faktor penyebabnya ialah tidak adanya komunikasi yang berkelanjutan antara
penghasil dengan konsumen. Jika diibaratkan perguruan tinggi sebagai produsen,
dan rumah sakit, pabrik/industri (pemberi kerja) sebagai konsumennya.
Kebanyakan
perguruan tinggi farmasi berjalan dengan teori-teori yang notabene textbook tidak sejalan dengan realita
dunia kerja hari ini. Tak salah dalam sebuah tulisannya Berly Surya Dharma
mengatakan,”Miss-Link and Match” selalu
mewarnai hubungan antara keduanya (produsen dan konsumen). Disinilah tugas
generasi muda untuk merubah teori-teori farmasi yang selama ini dianggap
sebagai dunia maya, sedangkan yang dibutuhkan itu adalah realita di dunia
kerja.
Pemuda
farmasi sebagai social control (penyampai
kebenaran), ini sangat erat kaitannya bagaimana pemuda mampu menjelaskan kepada
pasien tentang penyakit, mengenai obat yang diberikan, sehingga pasien merasa
puas dengan pelayanan yang diberikan, dan mendapatkan penjelasan tentang
penyakit yang dideritanya. Hal ini sehubungan dengan fungsi farmasi di bidang
klinis, sesuai dengan keberadaan seorang farmasis sebagai patient oriented, bukan drug
oriente.
Selanjutnya
pemuda farmasi sebagai iron stock (penerus). Sejak zaman dahulu baik sebelum,
maupun sesudah hipocrates memperkenalkan farmasi, sudah banyak penemu-penemu
obat di jagat raya ini, tak terhitung lagi senyawa aktif, yang dapat
dimanfaatkan sebagai obat yang telah ditemukan oleh para peneliti/pakar obat.
Sampai sekarang pun masih banyak obat-obat baru yang ditemukan. Semakin maju
peradapan, maka penyakit manusia juga semakin maju, baik itu yang disebabkan
oleh bakteri,virus,jamur, ataupun organisme lainnya. Arti kata obat yang digunakan
juga harus obat yang maju, oleh karena itu haruslah ada peneliti-peneliti muda,
yang harus mampu menghasilkan obat-obat yang berkualitas tinggi dan efisien
tinggi. Pemuda intelektual, berkualitas, dan berkompetensi tinggi sangat
dibutuhkan demi kemajuan obat (farmasi), untuk membantu mengobati berbagai
macam penyakit yang di derita masyarakat.
Dalam
dunia penelitian, baru-baru ini juga ditemukan Urine sebagai pengganti Bahan
Bakar yang dapat menghasilkan listrik, sangat mengejutkan penemunya adalah dua orang
pemuda dari Malang. Penemuan ini juga mengejutkan dunia, pada bulan April 2012
dalam ajang lomba teknologi International Young Inventors Project Olympiade (IYIPO)
di Tbilisi, Georgia. Mereka menjadi duta Indonesia untuk berkompetisi dengan 40
negara yang terdiri dari 101 peserta, alhasil mereka berhasil memperoleh medali
emas. Prestasi yang sangat membanggakan.
Penemuan-penemuan
baru inilah yang diharapkan dapat tumbuh dan berkembang dalam diri
pemuda,khususnya mahasiswa farmasi. Kinilah saatnya yang muda berbuat,
bertindak dan menunjukkan inovasi-inovasi baru, dengan penemuan-penemuan
baru,khususnya di dunia kita farmasi. Maju terus pemuda…! Jadilah pemuda
famasis yang menjadi tuntunan di masyarakat, bukan hanya menjadi tontonan
belaka.
Salam Mahasiswa…!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar