Rahasia Dibalik Keberhasilan Drs. Marjohan, M.Pd
Sebagai Guru SMA Berprestasi Nasional 2012, penerima penghargaan presiden RI
Oleh : Wildan Rasyid
Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Andalas Padang
Foto penulis dengan Drs.Marjohan,M.Pd, saat bertamu di rumah penulis
di Parting, Batusangkar, Sumbar.
Tak
ada yang menyangka, dan tak ada yang mengira bapak Marjohan, guru SMA Negeri 3
Batusangkar, (program layanan keunggulan Tanah Datar) ini keluar sebagai
pemenang 1 guru berprestasi nasional, dalam rangka pemilihan Pendidik dan
Tenaga Kependidikan (PTK) Berprestasi 2012 yang diselenggarakan oleh
Kemendikbud. Bahkan bapak Marjohan sendiri sedikit ragu dengan apa yang telah
beliau raih, seperti sebuah mimpi. Namun itu memang benar keberhasilan beliau
telah membawa harum nama baik guru Sumatera Barat, terutama SMA Negeri 3
Batusangkar (program layanan keunggulan Tanah Datar), yang dikepalai oleh bapak
Drs.H Rosfairil, MM.
Setiap orang pasti bertanya-tanya kok bisa sih ???
Manjadda Wajadda. Itu jawabannya.
Siapa yang berusaha, pasti ia yang akan
menuai hasilnya. Drs.Marjohan, M.Pd, bapak 2 anak ini lebih akrab disapa Mr.Joe
atau Uncle joe. Beranjak dari keseharian beliau sebagai seorang guru bahasa
inggris di SMA Negeri 3 Batusangkar, yang merupakan sekolah Unggulan Tanah
Datar,Sumatera Barat. Murah senyum, suka menyapa, “say to hello”, itulah kebiasaannya pada semua orang yang ia temui.
Bicara dengan lemah lembut, sopan dan santun, seakan hidup tanpa beban
sedikitpun. Tidak pemarah dan tentunya menjadi motivator bagi pelajar, para
kaum muda dimanapun beliau berada. Maka tak salah, banyak pemuda menjadikan
beliau sebagai guru idola. Hal itulah yang sering dikatakan beliau dalam
berbagai talkshow nya, bahwa seorang
guru haruslah memberikan teladan, contoh yang baik kepada murid-muridnya, tidak
hanya menyuruh atau melarang ini dan itu nya, tapi memberikan contoh dan
teladan, sehingga dengan sendiri murid akan ikut melakukannya, tanpa disuruh, tanpa
dihardik ataupun bentakan, yang seharusnya tidak boleh dilakukan oleh seorang
guru. Maka seorang guru yang pintar akan mampu menghasilkan anak yang pintar
juga, karena kita telah menjadi idola bagi mereka.
Pada
dasarnya kita diberikan waktu yang sama dalam sehari, 24 jam. Namun kenapa
diantara kita ada yang berhasil, ada yang tidak berhasil? Perbedaan itu ada disebabkan oleh adanya
perbedaan dalam pemanfaatan waktu tersebut. Ada orang yang dalam sehari itu
hanya banyak tidur saja, ada lagi yang menggunakan waktu-waktunya hanya untuk
nongkrong di kedai, melamun, mimpi disiang bolong kata orang, ataupun waktunya hanya habis untuk permainan/games, tanpa bisa memenej waktunya
dengan baik dengan hal-hal yang bermanfaat dan mengandung pelajaran (edukasi).
Tentu saja orang –orang yang mampu memenej waktu dengan baik,menggunakan
waktunya untuk menggali potensi, minat dan bakat dirinya, pendek kata
menggunakan waktu untuk hal-hal yang bermanfaat, tentu mereka itulah
orang-orang yang beruntung, sesuai dengan Al-Qur’an (Al-‘ashr ayat 1-3)
Menghargai
waktu, itulah kunci kesuksesan Mr.Joe dalam segala bidang kehidupannya. Dalam
suatu pertemuan Mr.Joe mengungkapkan tidak banyak persiapan yang dilakukannya
untuk mengikuti perlombaan guru berprestasi nasional, karena ide untuk
mengikuti perlombaan ini saja bukan datang dari keinginannya, tapi dari bapak
kepala sekolah Rosfairil, yang lebih dikenal dengan sebutan Abang. Bisa
dibilangnya iseng-iseng. Namun dengan quality,integrity,
competence, and capasity yang beliau miliki mampu mengantarkannya
menjadi juara 1 guru berprestasi nasional 2012. Dahsyat…
Semua ini didukung
oleh kemampuan berganda yang beliau
miliki, dengan menguasai 3 bahasa asing, bahasa inggris, bahasa Prancis, dan
bahasa arab. Selain itu beliau juga seorang penulis, yang buku-bukunya sudah
beredar di seluruh indonesia, bahkan
tulisan beliau juga sudah go to
internasional (Prancis dan Australia). Maka tak heran lagi jika beliau dinobati
sebagai Guru Berprestasi Nasional.
Berasal
dari daerah terpencil bukan suatu halangan untuk maju dan berkembang, hal ini
dibuktikan oleh Mr.Joe . Sebagai seorang guru teladan, beliau berprinsip, “Jika
saya bisa berhasil, orang-orang disekeliling saya juga harus berhasil”,
sehingga perannya di sekolah dan di sekitar tempat tinggal, layaknya seorang
motivator, seorang inspirator desa yang berdedikasi. Sebagai seorang motivator
Mr. Joe tidak pernah membeda-bedakan orang tak peduli apapun itu bidang dan
profesinya, baik itu guru, dokter, farmasis, pengusaha, penulis, maupun
pedagang, dimana ada usaha dan keyakinan, pasti ada jalan menuju kesuksesan.
Prinsip inilah yang dipegang oleh Mr. Joe, sehingga ia mampu menerima segala
keadaan, dan mampu menjadi idola bagi orang-orang dekatnya, terutama para kaula
muda.
Membaca
dan menulis adalah kebiasaannya sejak kecil. Ibarat sebuah teknologi manusia,
membaca adalah inputnya, otak dan hati sebagai prosesornya, dan menulis adalah
sebagai output. Walaupun kita sering membaca, tapi tidak pernah menuliskannya,
maka sama saja halnya kita makan dan minum tanpa pernah mengekskresikannya,
tentu itu akan berbuah suatu penyakit bagi kita. Maka beliau menyeimbangkan
antara input dan output dengan “Membaca dan Menulis”
“Merdekakanlah diri
dengan Membaca dan Menulis” sebuah pesan dari ibu Fauziah Fauzan (pimpinan
Diniyah Putri Padangpanjang).
Seseorang
yang memiliki rasa percaya diri yang mantap, maka ia akan bisa menghadapi semua
tantangan yang ada di depan mata. Mungkin kita sering menemukan orang –orang
pintar pada masa sekolahnya, tapi malahan ia tidak berhasil, iya kan…? Salah
satu penyebabnya adalah sikap yang mudah stress
dari mereka, takut kalau tidak lulus, takut kalau tidak diterima saat
melamar pekerjaan, takut kalah saing, dan banyak kata-kata TAKUT lainnya yang
menghantui mereka, sehingga mereka takut untuk mencoba. Alhasil tentu adalah
sebuah kegagalan, sehingga tak jarang
mereka stress dan bahkan ada yang
jadi gila, nauzubillahiminzaliq…!
Sebagai kepala rumah
tangga, Mr. Joe tidak malu untuk bangun lebih awal dari istri, untuk melakukan
pekerjaan rumah tangga. Bahkan tak jarang beliau mencuci pakaian, dan memasak
untuk anak istrinya. Menurutnya istri adalah friend, sahabat untuk saling membantu,saling berbagi satu sama
lainnya. So sweet…! Tidak terlepas
anak beliau, bak kata pepatah, anak dipangku kamanakan dibimbing, urang
kampuang dipatenggangkan. Lagi-lagi memberi contoh dan teladan menjadi cara
jitu Mr.Joe untuk mendidik anak-anak. Sambil membaca/menulis ataupun bekerja
beliau juga mengawasi anaknya belajar. sehingga sering kali beliau mengerjakan
banyak pekerjaan dalam satu waktu. Bagi beliau lebih baik kita mengerjakan tiga
pekerjaan dalam satu waktu, daripada satu pekerjaan dalam tiga waktu. Dengan
demikian berarti kita sudah bergerak 3x lebih maju daripada orang. “Jika kita ingin menjadi orang yang luar
biasa, kenapa harus melakukan hal yang biasa? Iya bukan?” Begitu cara berpikir,
dan keseharian yang beliau tekuni setiap harinya, maka tak heran jika kebiasaan
itu mengantarkan beliau menjadi guru berprestasi nasional.