Sabtu, 13 April 2013
UN…???
Siapa Takut…!
Oleh : Wildan Rasyid
Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Andalas
Banyak orang takut dan resah ketika menghadapi UN
(Ujian Nasional), kenapa? kenapa harus takut ??? Kalau kita tidak salah ngapaen harus takut?
Iya bukan…! Rasa takut hanya untuk pencuri ulung yang beraksi saat dalam kesempitan akal, dalam
ujian alias penyontek, mereka takut, jangan-jangan waktu ujian tidak
mendapatkan contekan, tidak ada teman yang bisa memberi jawaban, atau tidak
mendapatkan tempat duduk yang strategis saat ujian. Sehingga mereka bukan takut
tidak dapat menjawab soal-soal UN, namun lebih takut dengan posisi tempat duduk
saat ujian nanti, dengan siapa ? sebelah kiri kanan, muka belakang siapa?
Duduknya di sebelah mana? Dekat pengawas nggak? Itulah yang membuat para
pencuri ulung itu takut dan cemas.
Tapi tentu, kita tak ingin jadi pencuri itu bukan?
Karena mereka menggantungkan jawabannya mereka kepada orang lain alias lengong
kanan-lengong kiri, muka atau belakang. Budaya itu harus dihilangkan sejak
dini, apalagi saat UN. Seandainya orang yang kita contek itu tidak lulus,
bagaimana dengan kita? Apakah kita juga mau ikut-ikutan tidak lulus, menjadi
pecundang karena kebodohanmu sebelum berjuang? Tentu saja tidak bukan? Jadi
jauh-jauhkanlah hal yang demikian itu.
“Persiapan Adalah Ibu dari Sebuah Keberhasilan”,
begitu pituah mengatakan.Betul…! Keberhasilan seseorang tergantung pada
bagaimana ia mempersiapkannya. “Hidup santai masa depan cerah” , kata-kata
itu sangat tidak mungkin, that imposible only, tidak mungkin
seseorang itu berhasil tanpa usaha, kerja keras, motivasi yang tinggi, do’a dan sikap yang pantang menyerah. Untuk
menghadapi UN, tentu kita harus memiliki persiapan yang matang, meliputi :
mental, fisik yang kuat dan tentunya dengan ilmu yang mantap. Karena itu kita
perlu memiliki strategi khusus dalam menghadapi semuanya, sehingga persiapan
kita yang matang akan membuahkan hasil yang memuaskan yaitu sebuah keberhasilan
dan kesuksesan.
Nah, berikut ini Strategi jitu untuk menghadapi Ujian
Nasional, agar kita tidak tegang dan stress menghadapi Ujian Nasional (UN) yang
dalam benak kita terbayang laksana menghadapi monsters yang menakutkan:
1.
Lakukanlah proses belajar secara continue,
karena cara yang dikenal dengan SKS alias Sistem Kebut Semalam sudah Jadul. Tentu
tidak mau juga usaha kita selama 3 tahun ini dibalasi hanya dengan nilai yang
mengecewakan, atau bahkan mampu memupuskan harapan kita dalam menggapai masa
depan. Tidak mau bukan…? Oleh karena itu, teruslah belajar, pantang menyerah…!
2.
Sebelum memulai proses belajar hendaklah kita
menenangkan diri dan membersihkan pikiran kita terlebih dahulu dari berbagai
permasalahan.
3.
Untuk sementara, jauhkan diri dari HP (handphone).
Karena bagi anak remaja itu sangat banyak pengaruhnya dan dapat mengganggu
konsentrasi belajar. Seperti untuk nelpon atau sms si dia,yang
menghabiskan waktu, hingga larut malam. Untuk sementara, bukan gak apa-apa kalau
bersabar dikit demi masa depan. “Kalau perlu putusin si dia”. Itu demi
kebaikanmu, pilihlah kata-kata yang elok yang bisa buat ia mengerti dengan kita.
Kita tentu tidak mau menyesal nantinya, kalau kita dinyatakan tidak lulus bukan…?
Ingat! penyesalan itu akan datang pada kemudian harinya.
4.
Gunakan cara yang cocok untuk kita dalam menenangkan
diri dan pikiran. Seperti : membaca Al-Qur’an secara rutin 2-5 halaman
perharinya atau lebih. Shalat tahajjud, puasa senin kamis, dan usahakanlah
melakukan shalat hajad. Shalat Hajad (permintaan), disanalah lebih baik untuk
kita untuk bermunajat kepada Allah. Lakukanlah shalat ini pada malam hari.
Setelah shalat dua rakaat, lalu sujudlah, baca istigfar 100 kali dalam sujud,
shalawat nabi, Al-Fatihah, ayat kursi dan bacaan lainnya, seperti tiga kul
alias surat Al-ikhlas, An-Nas, dan Al-Falaq. Semakin banyak kita membacanya,
tentu semakin baik. Setelah itu barulah ucapkan do’a atau permintaan kita,
dengan bahasa yang indah.
Usahakan shalat ini dilakukan selama 7 hari
berturut-turut sebelum UN dan 7 hari sesudahnya. Ingat keikhlasan menentukan
dikabulkannya do’a kita oleh Allah, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Karena Dialah satu-satunya tempat untuk kita menyembah dan meminta pertolongan.
Yakinlah….! Do’a kita insyaallah akan dikabulkan Allah. Karena Ia tidak pernah
menyia-nyiakan do’a hambaNya yang beriman dan taat padaNya.
5.
Bagi-bagilah waktu yang kita gunakan dalam belajar. Kalau
perlu kita buat daftar kegiatan yang akan kita lakukan pada hari ini.
Pemanfaatan waktu yang tidak efektif akan menimbulkan kerugian buat diri.
6.
Pilihlah waktu istirahat untuk mengendorkan urat-urat
saraf kita setelah lama digunakan untuk konsentrasi belajar.
7.
Jangan langsung melakukan aktivitas belajar setelah
selesai mengikuti ujian. Hendaknya istirahat terlebih dahulu beberapa saat,
sehingga hilang rasa sedih, kecewa, dan kesal karena tidak bisa menjawab
soal-soal tadi. Dengan demikian, kita akan terhindar dari kecemasan menghadapi
ujian selanjutnya. (Kuncinya jangan sampai kita terbebani dengan ujian tadi,
lupakan itu, biarkan ia berlalu, sekarang tatap kedepan untuk hari esok.
Karena, orang yang lemah itu adalah orang yang sibuk dengan apa-apa yang telah
terjadi, tanpa menjadikannya sebuah motivasi.
8.
Bila menemukan materi yang sulit dipelajari atau untuk
menghafalnya, maka bacalah materi itu sebelum tidur, Karena menurut penelitian,
materi yang kita baca tadi akan terurai ketika tidur. Mengingat otak orang yang
tidur itu lebih jernih daripada otak
orang yang terjaga. So, ketika bangun kembali kita bisa mendapatkan ide atau
jalan untuk menemukan solusi untuk pelajaran yang sulit tersebut.
9.
Jangan begadang, tidur yang cukup. Karena itu akan
membuat kita lemas dan ngantuk saat menghadapi ujian.
10.
Berangkatlah dengan perut berisi, maksudnya jangan
biarkan perut ini kosong saat berangkat sekolah, makanlah terlebih dahulu. Tapi
jangan terlalu kenyang, karena itu dapat membuat kita mengantuk.
11.
Hindari makanan berlemak, hindari minum kopi dan teh,
karena itu akan membuat kita cepat haus dan kekeringan saat ujian.
12.
Datanglah ketempat ujian 10 menit sebelum masuk. Karena kalau terlalu cepat obrolan
teman-teman dan hal-hal lainnya akan dapat mengganggu konsentrasi kita. Namun
jangan juga sampai telat, hal ini sangat berpengaruh pada psikologi atau
kondisi jiwa kita, baik konsentrasi, pikiran dan emosional, akan membuat kita
merasa cemas dan gelisah saat menjawab soal ujian.
13.
Jangan membahas pelajaran di sekolah menjelang ujian,
karena itu akan memecahkan konsentrasi kita dan menghilangkan apa yang telah kita
pelajari di rumah.
14.
Saat menerima kertas soal, ucapkanlah do’a, ”Bismillahi,
la haula wa la quwwata illa billahi al-aliyyul adziimi. Allahumma laa sahla
tawakkalnaa” (Dengan menyebut nama Allah, tidak ada daya dan kekuatan
melainkan dari Allah Yang Maha Tinggi dan Agung. Ya Allah, tidak ada kemudahan
kecuali Engkau yang buat mudah. Cukuplah Allah sebagai penolongku, hanya kepada
Allah kami bertawakkal.)
15.
Bagilah waktu untuk menjawab soal-soal ujian.
Berpandai-pandailah bermain dengan waktu saat ujian. Untuk itu usahakan bawa
jam tangan saat ujian.
16.
Mulailah dari menjawab soal-soal yang dianggap mudah.
Ini akan mendorong kita untuk rileks dan
percaya diri mengerjakan soal-soal berikutnya.
17.
Jangan pedulikan teman-teman kita saat ujian,
konsentrasikan pikiran kita pada kertas soal dan jawaban.
18.
Jangan cemas bila teman-teman sedang menulis
jawabannya, ketika kita masih berfikir.
19.
Jangan terganggu ketika melihat teman-teman sudah selesai duluan, karena belum tentu
mereka betul semua alias tidak ada yang salah. Jangan terpengaruh, mari kita gunakan
semua waktu itu dengan baik, dengan mengkoreksi jawaban kita.
20.
Jika kita kembali cemas, maka ulangilah do’a di atas, mari
kita pejamkan mata, ambil nafas, tahan untuk beberapa saat, lalu keluarkan
pelan-pelan.
Strategi atau langkah untuk menghadapi UN di atas
tentu saja sudah cukup akrap dalam telinga dan fikiran kita. Insya Allah dengan
strategi diatas kita dapat keluar dari ruang ujian dengan lapang dada, pikiran
tenang, dengan penuh rasa bangga dapat menjawab soal-soal dengan baik.
Selanjutnya bertawakkallah pada Allah, serahkah semua kepadaNya, tugas kita
sebagai manusia hanyalah berusaha…berdo’a…dan bertawakkal…, hasilnya urusan
Yang Maha Kuasa, semoga berhasil...!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar