Sabtu, 27 Februari 2010
Finalis LKTI Unand "Ikan BIlih Spesies Unik Danau Singkarak"
Lomba Karya Tulis Ilmiah ke- X
Tingkat SLTA Se-Sumatera
Ikan Bilih Spesies Unik
Danau Singkarak
Disusun oleh:
Wildan Rasyid (ketua)
Ryando Perdana (anggota)
M. Ridho Wahyudi (anggota)
SMA NEGERI 3 BATUSANGKAR
KABUPATEN TANAH DATAR
SUMATERA BARAT
2010
HALAMAN PENGESAHAN
LOMBA KARYA TULIS ILMIAH KE-X
TINGKAT SLTA SE-SUMATERA
1. Judul Karya Tulis Imiah : Ikan Bilih Spesies Unik Danau Singkarak
2. Ketua Tim
1) Nama Lengkap : Wildan Rasyid
2) NIS : 00345
3) Sekolah : SMA N 3 Batusangkar
4) Alamat Rumah : Jln.Dt. Bandaro Kuniang Kubu Rajo, Lima
Kaum, Tanah Datar, Sumatera barat.
5) No Telp/HP : 085274986692
6) Email/Facebook : wildan.rasyid@yahoo.co.id
3. Anggota : 1. Ryando Perdana
2. M. Ridho Wahyudi
Batusangkar, 10 Februari 2010
Menyetujui,
Kepala Sekolah Ketua Tim,
(Drs. Masrizal Boer) (Wildan Rasyid)
NIP. 19541027 197703 1 001 NIS. 00345
Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Allah swt. atas curahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul “Ikan Bilih Spesies Unik Danau Singkarak”. Karya tulis ini dibuat dalam rangka ikut berpartisipasi dalam LKTI (Lomba Karya Tulis Ilmiah) di Universitas Andalas (UNAND) Padang .
Dalam menyelesaikan karya tulis ini, penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu, perkenankan penulis mengucapkan terima kasih setulusnya kepada:
1. Yang terhormat, Bapak Drs. Masrizal Boer, selaku Kepala SMA N 3 Batusangkar.
2. Drs.Marjohan, M.Pd , dan Ibu Netti Elvina, S.Pd sebagai guru pembimbing dalam penulisan karya tulis ini.
3. Ibu Elfi Yusfita, S.Pd,. M.Si sebagai guru bidang studi Biologi.
4. Selanjutnya kepada kedua orang tua, dan teman-teman yang telah memberikan motivasi dan dukungan sepenuhnya, sehingga karya tulis ini dapat diselesaikan sebagaimana mestinya.
Kendati pun demikian, penulis mengakui dengan kerendahan hati bahwa karya tulis ini masih jauh dari kesempurnaan. Karena itulah, penulis dengan senang hati menerima masukan serta kritik yang membangun ke alamat elektronik wildan.rasyid@yahoo.co.id . Akhir kata penulis ucapkan terima kasih banyak.
Batusangkar, 10 Februari 2010
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ………………………………………………… I
DAFTAR ISI ……………………………………………………..….. II
DAFTAR TABEL …………………………………………………… III
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah …………………………………………….. 1
B. Rumusan Masalah …………………………………………………...
C. Tujuan Penelitian …………………………………………………….
D. Manfaat Penulisan …………………………………………………...
E. Luaran yang Diharapkan ……………………………………………..
BAB. II IKAN BILIH DAN DANAU SINGKARAK
A. Danau Singkarak .............................................................................................
1. Tinjauan Geografis Danau Singkarak .................................................
2. Manfaat Danau Singkarak ……………………………………….......
B. Ikan Bilih ……………………………………………………………………
BAB III METODOLOGI ..............................................................................
A. Penelitian Survai- Deskriptif ........................................................................
B. Teknik Pengumpulan Data ...........................................................................
C. Teknik Analisa Data .....................................................................................
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN …………………………………….
A. Keunikan Ikan Bilis Dari Sudut Pandang Biologi ……………………….. .
B. Keunikan Ikan Bilis Dari Sudut Pandang Geografis ……………………..
C. Keunikan Ikan Bilis Dari Sudut Pandang Ilmu Ekonomi ……………..…
D. Keunikan Ikan Bilih Dari Sudut Pandang Ilmu Kesehatan ………………
E. Keunikan Ikan Bilis Dari Sudut Pandang Pariwisata …………………….
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ……………………………………………………………….
B. Saran ………………………………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………….
DAFTAR GAMBAR
Nomor Halaman
1. Foto : 1. Danau Singkarak terlihat dari daerah Ombilin ………………. 3
2. Foto : 2. Danau Singkarak habitat ikan bilih …………………………. 10
3. Foto : 3. Rakik ikan bilih.……………………………………………... 13
DAFTAR TABEL
Nomor Halaman
1) Tabel : 1 Klasifikasi Hewan …………………………………………… 5
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sumatera Barat memiliki sumber daya alam yang indah dan berlimpah. Deretan perbukitan dan pegunungan yang biru yang ditumbuhi oleh aneka ragam pohon dan tanaman yang sangat memikat mata pengunjung. Begitu pula flora dan fauna, membuat daerah ini semakin eksotik bagi dunia wisata. Kehadiran danau, yaitu Singkarak, Maninjau, Danau Diatas dan Danau Dibawah (danau kembar), juga menambah nilai plus atas keindahan ranah minang ini.
Danau Singkarak menjadi danau yang istimewa untuk daerah zoologi, ini karena hadirnya spesies ikan yang hanya ada satu di dunia, yaitu ikan bilih. Penduduk lokal, warga yang tinggal di seputar danau, menyebutnya dengan ikan bilih atau ikan bilis. Mereka sudah sangat akrab dengan keberadaan ikan tersebut, karena ikan bilih ikut memenuhi asupan gizi dan membantu perekonomian mereka. Ikan bilih mengandung nilai gizi, nutrisi atau protein dan zat mineral yang tinggi. Ikan bilih menjadi unik karena kemana saja tidak ditemui spesifik ikan yang bernama ikan bilih atau bilis, kecuali hanya hidup dan berkembang di Danau Singkarak.
Mengkonsumsi ikan bilih adalah hal yang biasa bagi penduduk sekitar. Keunikan dan keistimewaan ikan bilih tidak begitu terasa, karena keberadaan ikan bilih, sudah menjadi hal biasa dalam kehidupan mereka. Keunikan ikan bilih lebih terlihat dari struktur ilmu biologi, geografi, kesehatan, ekonomi, dan pariwisata, juga diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh.
Keunikan dan keistimewaannya membuat ikan bilih menjadi objek yang sangat menarik untuk dibahas dalam sebuah penelitian ilmiah. Hal ini yang membuat penulis tertarik untuk mengangkat ikan bilih menjadi topik penelitian, dengan judul, ”Ikan Bilih Spesies Unik Danau Singkarak”
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana keunilkan ikan bilih ditinjau dari sudut pandang biologi ?.
2. Bagaimana keunikan ikan bilih ditinjau dari sudut pandang geografis ?.
3. Bagaimana keunikan ikan bilih ditinjau dari sudut pandang ilmu kesehatan ?.
4. Bagaimana keunikan ikan bilih ditinjau dari sudut pandang ilmu ekonomi ?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang:
1. Keunikan ikan bilih dari sudut pandang biologi.
2. Keunikan ikan bilih dari sudut pandang geografis.
3. Keunikan ikan bilih dari sudut pandang ilmu kesehatan.
4. Keunikan ikan bilih dari sudut pandang ilmu ekonomi.
5. Keunikan ikan bilih dari sudut pandang pariwisata.
D. Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan karya ilmiah ini adalah untuk:
1. Menumbuh-kembangkan kemampuan menulis ilmiah bagi penulis.
2. Mengikuti program LPIR/LKIR.
3. Menginformasikan tentang eksistensi ikan bilih di danau Singkarak.
4. Memberi inspirasi peneliti lain untuk melakukan penelitian tentang hal yang sama dan titik pandang yang berbeda.
E. Luaran yang Diharapkan
Penelitian ini diharapkan bisa memberi informasi/ pengetahuan tentang ikan bilih, spesies unik dari danau Singkarak.
BAB. II
IKAN BILIH DAN DANAU SINGKARAK
A. Danau Singkarak
1. Tinjauan Geografis Danau Singkarak
Foto : 1. Peta daerah Sumatera Barat
Danau Singkarak adalah sebuah danau vulkanik yang terletak di jantung Provinsi Sumatera Barat, yang berada didua kabupaten, yaitu Kab.Tanah Datar dan Kab.Solok. Danau ini sebagai sumber kehidupan bagi warga. Bagaimana tidak, sumber air mereka berpusat pada danau ini, baik untuk minum, mandi, mencuci pakaian, dan bersawah ladang, semua sumber air itu didapatkan dari danau Singkarak. Bahkan danau ini sudah menjadi lahan mata pencarian bagi masyarakat disana, yang sebagian besar adalah nelayan.
Foto : 2. Danau Singkarak terlihat dari daerah Ombilin
Danau Singkarak, (“Danau Singkarak Unik, indah dan memprihatinkan” 2009 dalam situs http://rieko.workpress.com), berada pada letak geografis koordinat 0,360 Lintang Selatan (LS) dan berada 100,30 Bujur Timur (BT), dengan ketinggian 363,5 meter diatas permukaan laut (mdpl). Dengan luas permukaan air mencapai 11.200 hektar, panjang maksimum 20 kilometer dan lebar 6,5 kilometer dengan kedalaman 268 meter. Hal ini membuat danau Singkarakmenjadi danau terdalam dan terluas kedua di pulau sumatera setelah Danau Toba.
Danau Singkarak memiliki daerah aliran air sepanjang 1.076 km dengan curah hujan 82 hingga 252 melimeter per bulan. Dengan pemandangannya yang menawan, memikat hati dan eksotis, membuat danau ini layak dijadikan sebagai tempat wisata dan rekreasi wajib, jika kita berwisata ke provinsi Sumatera Barat.
Memang tidak bisa dipungkiri bahwa danau Singkarak adalah objek wisata yang alamnya begitu fantastik ketika mata melihat, memandang hamparan air kebiruan yang jernih, dengan riak-riak kecil yang menambah kesempurnaan keindahan pesona danau ini. Juga butiran pasir halus yang membentang dibibir danau. Di tengah danau, perahu kecil milik nelayan sedang berlayar mengarungi danau yang tenang, tempat bersemayam aneka jenis ikan. Tak lupa hilir mudik perahu motor dan kendaraan danau yang disewakan bagi para wisatawan, bagaikan ojek danau yang siap membawa tumpangan.
Tak kalah pentingnya pohon-pohon disepanjang tepian danau, membatasi antara daratan dan air. Disamping itu, hijuanya areal persawahan dan perladangan membuat suasana semakin tentram, apalagi dibalik itu pesona wisata alam danau Singkarakterbentang hamparan bukit barisan yang melatarbelakanginya tanpa batas. Tampak dari kejauhan lekukan gunung Singgalang dan Merapi yang berdiri kokoh seolah menjadi pelindung dari Danau Singkarakini.
2. Manfaat Danau Singkarak
Danau Singkarak merupakan hulu batang ombilin yang sebagiannya dialirkan melewati terowongan menembus Bukit Barisan ke Batang Anai untuk menggerakkan generator PLTA Singkarak di dekat Lubuk Alung, Padang Pariaman. Dan sebagian lainnya digunakan untuk sumber kehidupan masyarakat.
Turbin-turbin yang aktif, sebagai pembangkit listrik dari air Danau Singkarak, mampu memenuhi pasokan listrik di daerah-daerah Sumatera Barat. Bahkan dengan danau yang ada di Sumatera Barat, mampu menjalar memenuhi listrik di provinsi lain, seperti di Riau, dan Jambi. Boleh dikatakan danau Singkarak sebagai jantung persediaan listrik di daerah Sumatera Barat dan daerah disekitarnya. Maka dari itu, kesediaan air harus sangat diperhatikan, karena dengan jumlah volume air yang tinggilah turbin-turbin dapat berputar dengan baik, dan menghasilkan pasokan listrik yang memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kerapkali musim kemarau panjang, menjadi pemicu utama kekurangan pasokan air danau Singkarak. Jika pasokan air kurang, otomatis pergerakan turbin pembangkit listrik terhambat, sehingga pasokan listrik pun ikut terganggu. Sehingga tak jarang pemerintah bersama PLN (Perusahaan Listrik Negara) mengambil kebijakan untuk melakukan pemadaman listrik secara bergilir, khususnya di daerah Sumatera Barat.
B. Ikan Bilih
Penelitian para ahli megungkapkan 19 spesies ikan perairan air tawar hidup di habitat Danau Singkarak, yang berada di daerah kab.Tanah Datar & Kab.Solok. Dari 19 spesies itu, tiga diantaranya memiliki populasi kepadatan dominan, yakni ikan bilih (Mystacoleucus padangensis), asang / nilem (osteuchilus brachmoides) dan rinuak. Secara klasifikasinya ikan bilih dapat dikelompokkan sebagai berikut :
Tabel: Klasifikasi Hewan
Kingdom Animalia
Filum Cordata
Kelas Actinopterygi
Ordo Clupeiformes
Famili Engraulidae
Genus Mystacoleusus
Spesies Mystacoleusus padangensis
Ikan bilih dikenal dalam bahasa latin (Mystacoleucus padangensis blkr), ikan ini merupakan spesies ikan khas(endemik) danau Singkarak. Ikan pemakan plankton sepanjang 6 sampai 12 cm ini hasil evolusi selama berjuta-juta tahun di lingkungan danau ini.
Foto: 3. Ikan bilih spesies unik danau Singkarak
Dilihat sepintas lalu, fisik ikan bilih mirip dengan ikan teri ukuran sedang. Secara biologis ikan bilih memang satu spesies yang sejenis dengan ikan teri. Namun berbeda dengan ikan teri biasa, misalnya di Medan. Ikan bilih memiliki tekstur & ukuran tubuh yang lebih besar dan renyah.
BAB III
METODOLOGI
A. Penelitian Survai- Deskriptif
Berdasarkan masalah dan tujuan penelitian maka metode penelitian ini adalah berbentuk survai. Singarimbun (1999: 3-5) mengatakan bahwa penelitian survai mengumpulkan informasi dari responden dengan menggunakan daftar pertanyaan. Yang menjadi unit analisa dalam penelitian ini adalah individu. Penelitian survai dapat digunakan untuk maksud deskriptif.
B.Teknik Pengumpulan Data
Karena penelitian ini menggunakan metode survai (deskriptif) maka peneliti bertindak sebagai instrumen kunci dalam pengumpulan data. Pengumpulan data penelitian mencakup kegiatan:
1. Pengamatan Berperan Serta (participan observation)
Peneliti berperan serta dalam memahami subjek dalam kehidupan sehari-hari. Dalam melakukan pengamatan berperan serta ini, dilakukan upaya pemahaman tentang seluk-beluk keunikan ikan bilih dari danau Singkarak.
2. wawancara
wawancara langsung dengan informan di lapangan. Moleong (1996:87) mengatakan bahwa wawancara adalah percakapan yang dilakukan dengan maksud tertentu untuk memperoleh data mengenai orang, kejadian, kegiatan, organisasi, motivasi, dan kepedulian.
3. Data Sekunder
Data sekunder yaitu data yang diperoleh melalui metode pengumpulan seluruh dokumen dan referensi dalam sebuah buku catatan yang relevan dengan topik.
C. Teknik Analisa Data
Dalam menganalisa data penulis memakai teknik seperti yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman (1992) yakni terdapat tiga proses kegiatan pokok yang peneliti lakukan, baik sebelum, selama, dan sesudah pengumpulan data dilakukan yaitu reduksi data (proses pemilihan data), penyajian data dan menarik kesimpulan.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Keunikan Ikan Bilis Dari Sudut Pandang Biologi
Ikan bilih secara alamiah umumnya memakan berbagai jenis plankton dan betus (sejenis fitoplankton dan zooplankton ). Dari beberapa penelitian menunjukkan populasi plankton dan betus di Singkarak sangat rendah , padahal komunitas plankton (fitoplankton dan zooplankton ) merupakan basis dari terbentuknya suatu mata rantai makanan dan memiliki peranan yang sangat penting bagi suatu ekosistem pantai .
Ikan bilih adalah hewan bertulang belakang (vertebrata) yang hidup di air tawar, berdarah dingin, bernapas dengan insang, tubuhnya bersisik, bergerak dan menjaga keseimbangan badannya dengan menggunakan sirip, tubuhnya kecil, mengandung kalsium yang mencegah pengeroposan tulang. Ikan bilih merupakan sumber kalsium yang tahan dan tidak mudah larut dalam air.
Joni Anwar (35), nelayan danau Singkarak, mengatakan bahwa kehadiran ikan bilih sangatlah mempengaruhi terhadap bahan pangan, khususnya bagi masyarakat sekitar danau di daerah Kab. Tanah Datar dan Kab. Solok , Sumatra Barat . Keunikan yang dimiliki ikan ini menunjang perkembangan dan pertumbuhan bologis anak-anak ,maupun orang dewasa.Jumlah gizi dan nutrisi,mineral yang dikandug ikan ini ,sangatlah special,dibandingkan dengan ikan-ikan lainnya
Dina (30) mengatakan bahwa ikan bilih memiliki keunikan dari sudut pandang biologi karena ukuran tubuhnya “yang imut-imut’, rasanya khas dan berbeda dari ikan- ikan lain. Dalam pengolahan bisa diolah dalam berbagai jenis hidangan- palai bilih, pangek bilih, gulai bilih, goreng bilih dan lain-lain. Fenomena baru bahwa wisatawan nusantara yang datang cenderung membeli ikan bilih.
B. Keunikan Ikan Bilis Dari Sudut Pandang Geografis
Antara ikan bilih dan danau singkarak memiliki ikatan yang sangat erat sekali. Bagaiman tidak, ikan bilih hanya dapat hidup di daerah ini. ikan ini memiliki selektifitas alam yang sangat tinggi, ia tak dapat hidup di kolam biasa, apalagi di aquarium.
Foto : 4. Danau Singkarak habitat ikan bilih
Suatu kali, serombongan peneliti dari Amerika Serikat yang terpikat daengan kelezatan ikan bilih pernah mencoba membudidayakan ikan bilih ini di negerinya. Ia mengembangkan ikan bilih dalam sebuah kolam buatan yang telah dirancang dan dibuat semirip mungkin dengan danau singkrak, namun alhasil hanya nol besar, mereka gagal dalam eksperimenya.
Secara Geografi keunikan ikan bilih dapat dikelompokan, diantaranya :
a) Potensi ikan bilih memiliki varitas / jenis yang bersifat endemik.
Endemic adalah suatu yang menjadi khas dan hanya terdapat pada daerah tertentu.. ikan bilih ( mystacoleuseus padangenis ) di dunia hanya terdapat di danau singkarak, sumatera barat.
b) Keberadaan ikan endemic ini telah menyatu daengan prilaku dan pola kehidupan masyarakat local. Mereka menganggap ikan bilih menjadi bagian dari budaya mereka dan dapat di konsumsi secara tutn temurun. Sehingga masyarakat mempunyai kearifan yang khusus dalam menjaganya dan menjaganya.
c) Secara ekologis dan krimatologis ikan endemic ini memiliki habitat hidup dan berkembang biak yang khas. Sangat tidak mungkin ikan bilih danau singkarak dapat dikembangkan di danau sentari papua, danau tondano Sulawesi Utara, atau danau Poso di Poso apalagi di kolam-kolam kecil buatan manusia.
Menurut Rian (20 tahun) mengatakan bahwa secara geografis, ikan bilih sangat unik karena hanya terdapat di danau Singkarak. Ikan bilih telah menambah pesona danau, karena tubuhnya yang seakan-akan berkilauan bila diterpa oleh cahaya matahari.
C. Keunikan Ikan Bilis Dari Sudut Pandang Ilmu Ekonomi
Sebagian besar warga yang tinggal di sekitar danau Singkarak bermata pencaharian sebagai nelayan. Syamsul Bahri (51), warga Ombilin yang juga seorang nelayan danau Singkarak, mengatakan, “Ikan bilih banyak ditemukan dan mudah untuk mendapatkannya pada tempat-tempat tertentu, misalnya : di dalam air yang tanahnya landai, di bawah akar pohon-pohon danau, didekat-dekat bebatuan, karena disanalah biasanya mereka bertelur. Ikan bilih sangat suka pada tempat yang bersih dan air yang mengalir deras, karena itu lah orang-orang juga banyak menangkap ikan ini di parit-parit (bandar), batang air dan di sungai-sungai kecil dekat danau.
Menurut Syamsul, penangkapan ikan bilih dapat dilakukan dengan berbagai cara, ada yang memancing biasa, menggunakan jaring atau lebih dikenal dengan pukek oleh warga danau, jala, sentrum, alahan dan lain sebagainya. Berikut beberapa aktifitas masyarakat terhadap ikan bilih:
1. Memancing
Cara ini sangat tidak efektif untuk menangkap ikan jenis bilih ini. Karena ikannya hanya kecil-kecil, kalau dipancing tentu saja menghabiskan waktu yang banyak untuk mendapatkannya dalam jumlah yang besar. Untuk memancing ikan ini, hanya butuh umpan seperti : nasi, roti, dan makanan kecil lainnya. Karena makanan ikan ini biasanya hanya dadak (sisa pengolahan padi), bahkan ia sangat suka memakan kotoran manusia dan sisa-sisa makanan.
2. Jaring
Penangkapan ikan dengan menggunakan jaring atau Pukek ini, menggunakan tali yang sudah dianyam, dengan lubang-lubang di tengahnya. Untuk menangkap ikan bilih lubangnya berukuran kecil, sedangkan untuk ikan yang besar lubangnya pun juga harus besar. Kemudian dibagian bawah tali anyaman itu diberi pemberat, seperti besi-besi, dll, sedangkan diatasnya diberi apung-apung, sehingga jaring itu tidaklah tenggelam, seperti berdiri di dalam air, yang siap untuk menjaring ikan-ikan kecil yang melewatinya. Biasanya dibiarkan seharian, kemudian di waktu subuh baru diambil, untuk dibersihkan dan dijual paginya.
3. Jala
Penangkapan ikan-ikan dengan jala di danau ini lebih menguntungkan, selain cepat, praktis, ikan-ikan yang didapat pun juga dapat lebih banyak. Jala berbeda dengan jaring, kalau jaring memanfaatkan lubang-lubang kecil, yang membuat ikan-ikan tersangkut di jaring, tapi kalau menggunakan jala lebih bersifat menyanduk ikan dengan tali anyaman yang lebih rapat yang diujung-ujungnya diberi besi untuk pemberatnya, setelah sampai ke dasar baru tali itu ditarik ke permukaan kembali.
4. Sentrum
Yaitu dengan menyalarkan arus listrik kedalam air, sehingga ikan-ikan disekitarnya tersengat listrik.
5. Alahan
Penangkapan ikan bilih dengan cara alahan sangat sederhana, yaitu dengan menggunakan irok (lidi aren yang dianyam seperti tikar), yang dipasang diujung batang air yang menuju danau. Irok ini berperan sebagai pagar yang membatasi antara danau dan batang air, sehingga ikan terkepung di dalamnya.
Pembuatan alahan sama seperti layaknya orang berkebun/ berladang. Awalnya alahan dibersihkan dari sampah-sampah, sehingga menarik perhatian ikan bilih untuk berkumpul dan bermain disana. Kerja irok sama dengan luka (bubu), ikan bisa masuk, tetapi tidak bisa keluar lagi. Pemasangan ini biasanya dilakukan pada petang hari, yang terangi oleh lampu, dan menambah daya tarik untuk ikan masuk kedalamnya. Kemudian pada subuh hari barulah ikan dipanen (diambil) dengan cara sentrum (tuba).
Syamsul Bahri (05/02/10), mengatakan, “Pengolahan Ikan bilih sampai sekarang masih bersifat primitif" Biasanya setelah para nelayan menangkap ikan malamnya, ikan bilih itu kemudian dibersihkan, dibuang kotorannya. Pagi harinya baru dijual. Ada yang menjual ikan yang masih mentah, belum digoreng, ada juga yang direbus dan digoreng terlebih dahulu baru kemudian dijual”
Foto : 5. rakik ikan bilih
Biasanya pagi-pagi orang sudah pada ramai berjualan, dan membeli ikan bilih itu. Ikan bilih yang dibeli itu akan dibawa ke berbagai daerah untuk dijual lagi di pasaran, seperti ke Bukittinggi, Padang Panjang, Batusangkar, dan Solok. Ada juga ikan bilih yang setelah dibersihkan dengan menekan perutnya, di jemur beberapa hari, kemudian baru digoreng. Dengan demikian ikan bilih itu dapat tahan beberapa bulan, sekitar 1 hingga 3 bulan. Biasanya ikan bilih itu untuk dibawa ke luar kota, ke jawa, bahkan sampai ke Australia dan Amerika, yang dibawa para turis sebagai oleh-oleh untuk keluarga di negri mereka, terang Syamsul Bahri.
Afdhal (20 tahun), seorang penjual ikan bilih di Ombilin, danau Singkarak menuturkan,”Harga ikan bilih tidak stabil, naik-naik turun, sesuai musimnya”
Harga ikan bilih disekitar danau, jauh lebih murah daripada harga di pasaran, bahkan di kota-kota, harga ikan bilih berlipat-lipat dari harga asalnya, karena biasanya ikan yang telah dibawa kesana, telah diolah sedikit lebih maju. Bahkan harga diluar Sumatera ikan bilih pun jauh lebih mahal. Karena diluar ikan bilih lebih dihargai keberadaannya. Orang-orang tahu bahwa ikan bilih selain enak dan gurih, memiliki gizi dan protein yang sangat tinggi. Dan bahkan keberadaannya yang unik menambah harga jual ikan ini di luar Sumatera Barat.”
Pada hari Raya Qur’ban kemaren ini, harga ikan bilih di sekitar danau sangat rendah, hanya Rp. 2.000 per liter. Namun pada saat musim kemarau harganya melonjak naik mencapai 15 - 20 ribu perliternya. Afdhal (03/02/10), pedagang ikan bilih di sekitar danau mengatakan, “Harga ikan bilih yang kecil lebih mahal daripada ikan bilih yang besar” Karena orang-orang lebih menyukai ikan bilih yang berukurang lebih kecil, daripada yang besar. Pasalnya, ini karena ikan bilih yang kecil lebih manis, renyah dan gurih.
D. Keunikan Ikan Bilih Dari Sudut Pandang Ilmu Kesehatan
Ditinjau dari segi kesehatan, peranan ikan bilih juga tak kalah pentingnya bagi masyarakat setempat, walaupun menurut Dr.Sukma Dewi (35) responden dokter Puskesmas I Rambatan, bahwa sejauh ini belum ada penelitian khusus tentang kandungan ilmiah tentang ikan bilih itu, namun ikan bilih memiliki keunggulan unik dari ikan-ikan lainnya, walau ia sejenis ikan kecil. Dintaranya adalah seperti yang disampaikan oleh responden tadi. :
1) Ikan bilih mengandung toksin yang relatif sedikit
Hal ini disebabkan karena ikan bilih hidup di danau, bukan dilaut yang asin dan kaya dengan toksin. Toksin merupakan sesuatu yang bersifat racun. Sebagaimana laut yang merupakan muara(tempat pembuangan air terakhir), sehingga realnya membuat ikan laut lebih banyak mengandung garam dan zat-zat kimia lainnya yang memungkinkan untuk menyebabkan alergi bagi pengosumsinya. Sedangkan ikan bilih boleh dikonsumsi siapapun meski orang tersebut alergi ikan sekalipun sehingga baik untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
2) Ikan bilih lebih banyak mengandung nilai-nilai gizi
Hal ini disebabkan karena ukurannya yang kecil. Jadi ikan bilih bisa di makan secara keseluruhannya, misalnya ikan bilih bisa dimakan dengan tulang-tulangnya, yang banyak mengandung kalsium dan zat besi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Ikan bilih bisa dimakan langsung kepalanya, dimana pada kepala ikan, banyak mengandung protein untuk pembangun dan perlindungan sel-sel tubuh yang rusak. Disamping itu kandungan lemak ikan bilih juga kurang, ini mengurangi resiko kolesterol bagi para pengkonsumsi ikan bilih.
Tapi sangat disayangkan, minimnya pengetahuan warga tentang kesehatan, dan sedikitnya rasa keingintahuan warga terhadap bilih ini, menyebabkan pemanfaatan ikan bilih di bidang kesehatan masih kurang. Sehingga ikan bilih hanya dimakan begitu saja, belum ada penelitian tentang khasiat-khasiat ikan bilih secara mendalam untuk manfaatnya bagi kesehatan.
Betapa ruginya kita sebagai masyarakat Sumatera Barat , khususnya di Singkarak, karena kita memiliki suatu aset yang sangat potensial sekli. Tapi kita belum bisa memanfaatkannya se maksimal mungkin. Ditambah lagi kita hampir tiap hari mengkonsumsinya dan bergelut dengan ikan bilih, tapi mengapa belum ada kemauan dari hati kita untuk lebih tahu tentang bagaimana ikan bilih itu sebenarnya, dan sangat perlulah rasanya bagi kita untuk meneliti tentang ikan bilih.
D. Keunikan Ikan Bilis Dari Sudut Pandang Pariwisata
Danau Singkarak memiliki keindahan yang menawan, khususnya bagi parawisatawatan, hal itu tidak terlepas karena pemandangannya yang memikau, namun tak terlupakan pula ikan-ikan yang bersemayam di danau ini, yang juga menambah pernak-pernik keanekragamannya, gerakan yang lemah gemulai dari ikan bilih ikut menghiasi panorama danau Singkarak.
Ikan bilih hidup dengan berkelompok-kelompok, mencari makanan bersama-sama, hal ini membuat para nelayan mudah untuk menangkapnya. Hal ini disampaikan oleh Silvi (38), warga ombilin danau Singkarak.
Biasanya, pada sore hari orang-orang mulai ramai pergi ke danau. Mau apa lagi kalau tidak pergi menangkap ikan, baik dengan cara memancing, jala, dan jaring. Kegiatan mancing sudah menjadi rekreasi (wisata) bagi masyarakat, tidak hanya bagi mereka yang tinggal di sekitar danau, juga bagi yang tinggal jauh dari danau. Seperti dari Batusangkar, lintau, Padang ganting dan daerah di kabupaten Tanah Datar, kota Padang Panjang, serta kota dan kab.Solok. Kadang kala perlombaan mancing juga diadakan, untuk menambah semangat bagi pemancing ikan.
Di bidang pariwisata, industri – industri ikan bilih menjadi favorit di danau Singkarak. Di sepanjang jalan ombilin, batipuh, menuju padang panjang banyak di temukan penjul-penjual.ikan bilih, disana ikan bilih diolah dan dimasak, serta dijual lngisung kepada pembeli. Kita dapat melihat langsung dapur pemasakan dn pengolahan ikan bilih disana.
Rini (54), salah seorang pemilik industri “Remondo” di jalan raya. Padang Panjang –Solok-Ombilin, menjelaskan bhwa ikan yang ia jual merupakan hasil tangkapan mereka dan sebagian lagi merupkan pasokan dari Medan, Sumatera Barat. Ia menyediakan berbagai jenis jualan ikan bilih, ada ikan bilih kering (masiak), ikan bilih goring, ikan bilih kecil, ikan bilih besar(dari Medan), alang ali, dll, yang kemudian dikemas dalam bungkus plastik. Telur ikan bilih pun juga dijual, setelah dikumpulkan, telur ikan bilih itu direbus, dan kemudian baru dicampurkan kedalam sambal, gulai, asam padeh (dipangek).
Penjualan ikan memiliki harga-harga yang beragam juga, sesuai jenisnya. Rini mengatakan kalau ikan bilih kecil harganya berkisar 60 sampai 80 ribu perkilogram, 50-70 ribu untuk ikan bilih yang berukuran besar perkilogramnya. Jika kita beli perliternya, harganya cuma berkisar antara 15-20 ribu perliternya, ketika harganya ikan ini normal, tambahnya.
Industri tempat penjual ikan bilih cukup banyak disekeliling dnau Singkarak, nmun pengolahannya belum begitu maximal, boleh dikatakan msih tradisional.Peran aktif dari masyarakat dan pemerintah sangat diharapkan untuk lebih melestarikan dan membudidayakan ikan bilih ini secara lebih maju. Sehingga meningkatkan pendapatan dan kepariwisataan daerah.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Danau Singkarak adalah salah satu danau besar dan cantik di daerah Sumatera Barat yang berlokasi di Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar. Danau Singkarak memiliki ikan bilih yang dipandang sebagai spesies ikan unik. Ikan bilih dipandang unik dari sudut pandang biologi, geografis, ilmu ekonomi, ilmu kesehatan, dan pariwisata.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan kepada masyarakat dan pemerintah agar selalu melestarikan populasi dan habitat ikan bilih, mempromosikan ikan bilih untuk tujuan kesehtan dan ekonomi. Kemudian juga mengusahakan agar ikan bilih bisa menjadi icon pariwisata danau Singkarak.
DAFTAR PUSTAKA
Miles dan Huberman.1992.Analisis Data Kualitatif. Jakarta:Universitas Indonesia.
Moleong, J Lexy.2000. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta:Remaja Rosda Karya.
Singarimbun, Masri.1999. Metode Penelitian Survai. Jakarta:LP3ES.
Situs:
1. http://www.pili.or.id/
2. http://www.explore-indo.com/
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Danau_Singkarak.
4. http://wisatawnews.indonesiatravel.biz/
BIODATA KETUA TIM
Nama lengkap : Wildan Rasyid
Tempat/tgl Lahir : Batusangkar, 20-12 -1992
Alamat : Jln. Dt.Bandaro Kuniang Kubu Rajo Lima Kaum
Sekolah : SMA Negeri 3 Batusangkar
(Program Layanan Keunggulan) Tanah Datar
NIS : 9926338634
Kelas : XI.IA.2 (Sebelas IPA Dua)
No.HP/Telp : (0752)7575221, 085274986692
Orang Tua ,
Ayah : Jauhari, BA
Ibu : Dahermaiti
Pekerjaan
Ayah : PNS (Pemda Tanah Datar)
Ibu : PNS (Pemda Tanah Datar)
Riwayat Pendidikan :
• SD N 04 Kubu Rajo Lima Kaum
• SMP N 5 Batusangkar (Layanan keunggulan)Tanah Datar.
• SMA N 3 Batusangkar (Layanan keunggulan)Tanah Datar.
Prestasi :
• Peserta lomba Penulisan Cerita Remaja Islam (CERIS)
tingkat Nasional .
• Juara 1 Karya Sastra penulisan Cerpen tk. Tanah Datar.
• Juara 1 MSQ tk SLTP se Sumbar.
• Juara Harapan III MTQ Nasional tk.Prov. Sumbar di Pasaman.
Pengalaman :
• Jurnalist Pramuka Sumbar, pada Koran Media Pramuka Sumbar.
• Pernah Mengikuti penulisan Cerpen tk.Nasional.
• Anggota DKC (Dewan Kerja Cabang) pramuka Tanah Datar.
• Anggota OSIS (koordinator SEKBID IMTAQ) T.P 2008-2009.
• Anggota OSIS (koordinator SEKBID Budaya dan Sastra) T.P 2009-2010 .
• Anggota TIM Pioner SMA N 3 Batusangkar.
Alamat E-Mail : wildan.rasyid@yahoo.co.id
wildanrasyidxiia2.blogspot.com
Motto :
“MeNgHarGAi WakTU AdaLah KuNci KeberHaSiLanQ…!”
BIODATA ANGGOTA TIM
Nama lengkap : Ryando Perdana
Tempat/tgl Lahir : Padang, 28-04-1993
Alamat : Jorong Pato.Batu Bulek.Lintau
Sekolah : SMA Negeri 3 Batusangkar
(Program Layanan Keunggulan) Tanah Datar
NIS :
Kelas : XI.IA.1 (Sebelas IPA Satu)
No.HP/Telp : 085669081138
Orang Tua ,
Ayah : Hendri Lesta,S.H.
Ibu : Ir.Misharlinda
Pekerjaan
Ayah : Pegawai swasta
Ibu : Pegawai swasta
Riwayat Pendidikan :
• SD N 32 Marapalam. Lintau.
• SMP N 5 Batusangkar (Layanan keunggulan)Tanah Datar.
• SMA N 3 Batusangkar (Layanan keunggulan)Tanah Datar.
Prestasi :
• Finalis lomba matematika Pasiad se Sumatera Barat
• Semi finalis lomba fisika UNP tahun 2007
• Peserta lomba OSN matematika SMA tingkat kabupaten Tanah Datar
Pengalaman :
• Anggota Pramuka SMA N 3 Batusangkar.
• Anggota TIM Pioner SMA N 3 Batusangkar.
• Anggota TIM SAR SMA N 3 Batusangkar.
Alamat E-Mail : thefirst_child@yahoo.com
yando.aliance.blogspot.com
Motto :
“keingintahuan dan usaha adalah rahasia terpenting dalam mencari kesuksesan”
BIODATA Anggota TIM
Nama lengkap : M. Ridho Wahyudi
Tempat/tgl Lahir : Batusangkar, 09-05-1993
Alamat : Komplek Perumnas Garuda Mas Blok C.no 1
Sekolah : SMA Negeri 3 Batusangkar
(Program Layanan Keunggulan) Tanah Datar
NIS :
Kelas : XI.IA.1 (Sebelas IPA satu)
No.HP/Telp : 085274086667
Orang Tua ,
Ayah : H. Bushami
Ibu : Sri Darma Yanti
Pekerjaan
Ayah : Wiraswasta
Ibu : Ibu Rumah Tangga
Riwayat Pendidikan :
• SD N 26 Kampung Baru, Batusangkar
• SMP N 2 Batusangkar
• SMA N 3 Batusangkar (Layanan keunggulan)Tanah Datar.
Prestasi :
• Juara Harapan satu lomba hifzil quran 1 juz tingkat Kabupaten Tanah Datar.
• Juara 2 MSQ tingkat SMA se Kabupaten Tanah Datar dan Kotamadya Bukittinggi
• Juara 2 Pra OSN bidang fisika tingkat SMP se Kabupaten Tanah Datar
Pengalaman :
• Anggota OSIS ( Bendahara 1 periode 2007-2008 )
• Anggota OSIS ( Ketua 1periode 2009-2010 )
• Anggota Pramuka SMA N 3 Batusangkar.
• Anggota TIM Pioner SMA N 3 Batusangkar.
Alamat E-Mail/Facebook : sad_poems8@yahoo.com
Motto :
“ Tiada kata terlambat untuk maju”
PROFIL SMA NEGERI 3 BATUSANGKAR
1. Lingkungan Sekolah
SMA Negeri 3 Batusangkar terletak di komplek Pendidikan Bukitgombak kecamatan Lima Kaum, Kenagarian Baringin yang berjarak lebih kurang 3 km dari kota Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar.
2. Keadaan Sekolah
Tanah sekolah bukan merupakan milik sekolah, melainkan hak pakai bagi SMA Negeri 3 Batusangkar. Keadaan Tanah Sekolah SMA Negeri 3 Batusangkar
Personil Sekolah
Jumlah personil sekolah sebanyak 39 orang yang terdiri dari satu orang Kepala sekolah, guru 33 orang, karyawan sebanyak tiga orang, tenaga laboran satu orang, pesuruh sekolah satu orang dan satu orang juru masak.
4. Keadaan Peserta Didik
Jumlah peserta didik pada tahun pelajaran 2008/2009 seluruhnya berjumlah 217 orang. Persebaran jumlah peserta didik antar kelas merata. Peserta didik di kelas X ada sebanyak 3 rombongan belajar. Peserta didik pada program IPA di kelas XI dan XII masing-masing ada dua rombongan belajar. Sedangkan pada program IPS di Kelas XI dan XII masing-masing satu rombongan belajar.
5. Input dan Output NEM
Pencapaian nilai rata-rata NEM peserta dari tahun ke tahun cenderung mengalami kenaikan. Peserta didik yang melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, khususnya PMDK atau UMPTN ternyata memuaskan.
Input dan Output NEM Peserta didik
Input
Tahun Rata-rata
NEM Output IPA
Tahun Rata-Rata NEM
IPA IPS
2004-2005
2005-2006
2006-2007
2007-2008
2008-2009
7.80
7.20
7,83
8,22
8,13
2006-2007
2007-2008
-
-
2008-2009
8,23
7,25
-
-
7.82
-
7,62
-
-
7.48
Data Lulus Perguruan Tinggi
No Nama PTN Tempat Tamatan Jumlah
2007 2008 2009
1 UI Jakarta 6 2 2 10
2 UNJ Jakarta 2 1 - 3
3 IPB Bogor 2 2 - 4
4 ITB Bandung 2 3 1 6
5 UNPAD Bandung 1 9 7 17
6 UPI Bandung 1 1 1 3
7 IPDN Bandung - 3 - 3
8 UNS Semarang 1 - - 1
9 UNDIP Semarang 3 1 3 7
10 UGM Jogjakarta 1 - - 1
11 UNIMED Medan 1 3 1 5
12 USU Medan 2 - 2 4
13 UNRI Pekanbaru 3 4 1 8
14 UNAND Padang 17 15 27 59
15 UNP Padang 11 11 6 28
16 POLTEKES Padang 7 6 2 15
17 STT TELKOM Bandung - - 4 4
18 STAIN Batusangkar - - 1 1
19 BAITURAHMAH Padang - - 2 2
20 Akper Batusangkar 1 - 1 2
JUMLAH 61 61 61 183
MOTTO
Motto SMA negeri 3 Batusangkar yaitu ” JURDISBERNAL ” merupakan singkatan dari :
1. Jujur
2. Disiplin
3. Bertanggungjawab
4. Profesional
Dokumentasi
foto: goreng ikan bilih
foto: sambalado ikan bilih
foto: Sajian ikan bilih siap untuk dipasarkan
Tingkat SLTA Se-Sumatera
Ikan Bilih Spesies Unik
Danau Singkarak
Disusun oleh:
Wildan Rasyid (ketua)
Ryando Perdana (anggota)
M. Ridho Wahyudi (anggota)
SMA NEGERI 3 BATUSANGKAR
KABUPATEN TANAH DATAR
SUMATERA BARAT
2010
HALAMAN PENGESAHAN
LOMBA KARYA TULIS ILMIAH KE-X
TINGKAT SLTA SE-SUMATERA
1. Judul Karya Tulis Imiah : Ikan Bilih Spesies Unik Danau Singkarak
2. Ketua Tim
1) Nama Lengkap : Wildan Rasyid
2) NIS : 00345
3) Sekolah : SMA N 3 Batusangkar
4) Alamat Rumah : Jln.Dt. Bandaro Kuniang Kubu Rajo, Lima
Kaum, Tanah Datar, Sumatera barat.
5) No Telp/HP : 085274986692
6) Email/Facebook : wildan.rasyid@yahoo.co.id
3. Anggota : 1. Ryando Perdana
2. M. Ridho Wahyudi
Batusangkar, 10 Februari 2010
Menyetujui,
Kepala Sekolah Ketua Tim,
(Drs. Masrizal Boer) (Wildan Rasyid)
NIP. 19541027 197703 1 001 NIS. 00345
Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Allah swt. atas curahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul “Ikan Bilih Spesies Unik Danau Singkarak”. Karya tulis ini dibuat dalam rangka ikut berpartisipasi dalam LKTI (Lomba Karya Tulis Ilmiah) di Universitas Andalas (UNAND) Padang .
Dalam menyelesaikan karya tulis ini, penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu, perkenankan penulis mengucapkan terima kasih setulusnya kepada:
1. Yang terhormat, Bapak Drs. Masrizal Boer, selaku Kepala SMA N 3 Batusangkar.
2. Drs.Marjohan, M.Pd , dan Ibu Netti Elvina, S.Pd sebagai guru pembimbing dalam penulisan karya tulis ini.
3. Ibu Elfi Yusfita, S.Pd,. M.Si sebagai guru bidang studi Biologi.
4. Selanjutnya kepada kedua orang tua, dan teman-teman yang telah memberikan motivasi dan dukungan sepenuhnya, sehingga karya tulis ini dapat diselesaikan sebagaimana mestinya.
Kendati pun demikian, penulis mengakui dengan kerendahan hati bahwa karya tulis ini masih jauh dari kesempurnaan. Karena itulah, penulis dengan senang hati menerima masukan serta kritik yang membangun ke alamat elektronik wildan.rasyid@yahoo.co.id . Akhir kata penulis ucapkan terima kasih banyak.
Batusangkar, 10 Februari 2010
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ………………………………………………… I
DAFTAR ISI ……………………………………………………..….. II
DAFTAR TABEL …………………………………………………… III
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah …………………………………………….. 1
B. Rumusan Masalah …………………………………………………...
C. Tujuan Penelitian …………………………………………………….
D. Manfaat Penulisan …………………………………………………...
E. Luaran yang Diharapkan ……………………………………………..
BAB. II IKAN BILIH DAN DANAU SINGKARAK
A. Danau Singkarak .............................................................................................
1. Tinjauan Geografis Danau Singkarak .................................................
2. Manfaat Danau Singkarak ……………………………………….......
B. Ikan Bilih ……………………………………………………………………
BAB III METODOLOGI ..............................................................................
A. Penelitian Survai- Deskriptif ........................................................................
B. Teknik Pengumpulan Data ...........................................................................
C. Teknik Analisa Data .....................................................................................
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN …………………………………….
A. Keunikan Ikan Bilis Dari Sudut Pandang Biologi ……………………….. .
B. Keunikan Ikan Bilis Dari Sudut Pandang Geografis ……………………..
C. Keunikan Ikan Bilis Dari Sudut Pandang Ilmu Ekonomi ……………..…
D. Keunikan Ikan Bilih Dari Sudut Pandang Ilmu Kesehatan ………………
E. Keunikan Ikan Bilis Dari Sudut Pandang Pariwisata …………………….
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ……………………………………………………………….
B. Saran ………………………………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………….
DAFTAR GAMBAR
Nomor Halaman
1. Foto : 1. Danau Singkarak terlihat dari daerah Ombilin ………………. 3
2. Foto : 2. Danau Singkarak habitat ikan bilih …………………………. 10
3. Foto : 3. Rakik ikan bilih.……………………………………………... 13
DAFTAR TABEL
Nomor Halaman
1) Tabel : 1 Klasifikasi Hewan …………………………………………… 5
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sumatera Barat memiliki sumber daya alam yang indah dan berlimpah. Deretan perbukitan dan pegunungan yang biru yang ditumbuhi oleh aneka ragam pohon dan tanaman yang sangat memikat mata pengunjung. Begitu pula flora dan fauna, membuat daerah ini semakin eksotik bagi dunia wisata. Kehadiran danau, yaitu Singkarak, Maninjau, Danau Diatas dan Danau Dibawah (danau kembar), juga menambah nilai plus atas keindahan ranah minang ini.
Danau Singkarak menjadi danau yang istimewa untuk daerah zoologi, ini karena hadirnya spesies ikan yang hanya ada satu di dunia, yaitu ikan bilih. Penduduk lokal, warga yang tinggal di seputar danau, menyebutnya dengan ikan bilih atau ikan bilis. Mereka sudah sangat akrab dengan keberadaan ikan tersebut, karena ikan bilih ikut memenuhi asupan gizi dan membantu perekonomian mereka. Ikan bilih mengandung nilai gizi, nutrisi atau protein dan zat mineral yang tinggi. Ikan bilih menjadi unik karena kemana saja tidak ditemui spesifik ikan yang bernama ikan bilih atau bilis, kecuali hanya hidup dan berkembang di Danau Singkarak.
Mengkonsumsi ikan bilih adalah hal yang biasa bagi penduduk sekitar. Keunikan dan keistimewaan ikan bilih tidak begitu terasa, karena keberadaan ikan bilih, sudah menjadi hal biasa dalam kehidupan mereka. Keunikan ikan bilih lebih terlihat dari struktur ilmu biologi, geografi, kesehatan, ekonomi, dan pariwisata, juga diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh.
Keunikan dan keistimewaannya membuat ikan bilih menjadi objek yang sangat menarik untuk dibahas dalam sebuah penelitian ilmiah. Hal ini yang membuat penulis tertarik untuk mengangkat ikan bilih menjadi topik penelitian, dengan judul, ”Ikan Bilih Spesies Unik Danau Singkarak”
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana keunilkan ikan bilih ditinjau dari sudut pandang biologi ?.
2. Bagaimana keunikan ikan bilih ditinjau dari sudut pandang geografis ?.
3. Bagaimana keunikan ikan bilih ditinjau dari sudut pandang ilmu kesehatan ?.
4. Bagaimana keunikan ikan bilih ditinjau dari sudut pandang ilmu ekonomi ?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang:
1. Keunikan ikan bilih dari sudut pandang biologi.
2. Keunikan ikan bilih dari sudut pandang geografis.
3. Keunikan ikan bilih dari sudut pandang ilmu kesehatan.
4. Keunikan ikan bilih dari sudut pandang ilmu ekonomi.
5. Keunikan ikan bilih dari sudut pandang pariwisata.
D. Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan karya ilmiah ini adalah untuk:
1. Menumbuh-kembangkan kemampuan menulis ilmiah bagi penulis.
2. Mengikuti program LPIR/LKIR.
3. Menginformasikan tentang eksistensi ikan bilih di danau Singkarak.
4. Memberi inspirasi peneliti lain untuk melakukan penelitian tentang hal yang sama dan titik pandang yang berbeda.
E. Luaran yang Diharapkan
Penelitian ini diharapkan bisa memberi informasi/ pengetahuan tentang ikan bilih, spesies unik dari danau Singkarak.
BAB. II
IKAN BILIH DAN DANAU SINGKARAK
A. Danau Singkarak
1. Tinjauan Geografis Danau Singkarak
Foto : 1. Peta daerah Sumatera Barat
Danau Singkarak adalah sebuah danau vulkanik yang terletak di jantung Provinsi Sumatera Barat, yang berada didua kabupaten, yaitu Kab.Tanah Datar dan Kab.Solok. Danau ini sebagai sumber kehidupan bagi warga. Bagaimana tidak, sumber air mereka berpusat pada danau ini, baik untuk minum, mandi, mencuci pakaian, dan bersawah ladang, semua sumber air itu didapatkan dari danau Singkarak. Bahkan danau ini sudah menjadi lahan mata pencarian bagi masyarakat disana, yang sebagian besar adalah nelayan.
Foto : 2. Danau Singkarak terlihat dari daerah Ombilin
Danau Singkarak, (“Danau Singkarak Unik, indah dan memprihatinkan” 2009 dalam situs http://rieko.workpress.com), berada pada letak geografis koordinat 0,360 Lintang Selatan (LS) dan berada 100,30 Bujur Timur (BT), dengan ketinggian 363,5 meter diatas permukaan laut (mdpl). Dengan luas permukaan air mencapai 11.200 hektar, panjang maksimum 20 kilometer dan lebar 6,5 kilometer dengan kedalaman 268 meter. Hal ini membuat danau Singkarakmenjadi danau terdalam dan terluas kedua di pulau sumatera setelah Danau Toba.
Danau Singkarak memiliki daerah aliran air sepanjang 1.076 km dengan curah hujan 82 hingga 252 melimeter per bulan. Dengan pemandangannya yang menawan, memikat hati dan eksotis, membuat danau ini layak dijadikan sebagai tempat wisata dan rekreasi wajib, jika kita berwisata ke provinsi Sumatera Barat.
Memang tidak bisa dipungkiri bahwa danau Singkarak adalah objek wisata yang alamnya begitu fantastik ketika mata melihat, memandang hamparan air kebiruan yang jernih, dengan riak-riak kecil yang menambah kesempurnaan keindahan pesona danau ini. Juga butiran pasir halus yang membentang dibibir danau. Di tengah danau, perahu kecil milik nelayan sedang berlayar mengarungi danau yang tenang, tempat bersemayam aneka jenis ikan. Tak lupa hilir mudik perahu motor dan kendaraan danau yang disewakan bagi para wisatawan, bagaikan ojek danau yang siap membawa tumpangan.
Tak kalah pentingnya pohon-pohon disepanjang tepian danau, membatasi antara daratan dan air. Disamping itu, hijuanya areal persawahan dan perladangan membuat suasana semakin tentram, apalagi dibalik itu pesona wisata alam danau Singkarakterbentang hamparan bukit barisan yang melatarbelakanginya tanpa batas. Tampak dari kejauhan lekukan gunung Singgalang dan Merapi yang berdiri kokoh seolah menjadi pelindung dari Danau Singkarakini.
2. Manfaat Danau Singkarak
Danau Singkarak merupakan hulu batang ombilin yang sebagiannya dialirkan melewati terowongan menembus Bukit Barisan ke Batang Anai untuk menggerakkan generator PLTA Singkarak di dekat Lubuk Alung, Padang Pariaman. Dan sebagian lainnya digunakan untuk sumber kehidupan masyarakat.
Turbin-turbin yang aktif, sebagai pembangkit listrik dari air Danau Singkarak, mampu memenuhi pasokan listrik di daerah-daerah Sumatera Barat. Bahkan dengan danau yang ada di Sumatera Barat, mampu menjalar memenuhi listrik di provinsi lain, seperti di Riau, dan Jambi. Boleh dikatakan danau Singkarak sebagai jantung persediaan listrik di daerah Sumatera Barat dan daerah disekitarnya. Maka dari itu, kesediaan air harus sangat diperhatikan, karena dengan jumlah volume air yang tinggilah turbin-turbin dapat berputar dengan baik, dan menghasilkan pasokan listrik yang memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kerapkali musim kemarau panjang, menjadi pemicu utama kekurangan pasokan air danau Singkarak. Jika pasokan air kurang, otomatis pergerakan turbin pembangkit listrik terhambat, sehingga pasokan listrik pun ikut terganggu. Sehingga tak jarang pemerintah bersama PLN (Perusahaan Listrik Negara) mengambil kebijakan untuk melakukan pemadaman listrik secara bergilir, khususnya di daerah Sumatera Barat.
B. Ikan Bilih
Penelitian para ahli megungkapkan 19 spesies ikan perairan air tawar hidup di habitat Danau Singkarak, yang berada di daerah kab.Tanah Datar & Kab.Solok. Dari 19 spesies itu, tiga diantaranya memiliki populasi kepadatan dominan, yakni ikan bilih (Mystacoleucus padangensis), asang / nilem (osteuchilus brachmoides) dan rinuak. Secara klasifikasinya ikan bilih dapat dikelompokkan sebagai berikut :
Tabel: Klasifikasi Hewan
Kingdom Animalia
Filum Cordata
Kelas Actinopterygi
Ordo Clupeiformes
Famili Engraulidae
Genus Mystacoleusus
Spesies Mystacoleusus padangensis
Ikan bilih dikenal dalam bahasa latin (Mystacoleucus padangensis blkr), ikan ini merupakan spesies ikan khas(endemik) danau Singkarak. Ikan pemakan plankton sepanjang 6 sampai 12 cm ini hasil evolusi selama berjuta-juta tahun di lingkungan danau ini.
Foto: 3. Ikan bilih spesies unik danau Singkarak
Dilihat sepintas lalu, fisik ikan bilih mirip dengan ikan teri ukuran sedang. Secara biologis ikan bilih memang satu spesies yang sejenis dengan ikan teri. Namun berbeda dengan ikan teri biasa, misalnya di Medan. Ikan bilih memiliki tekstur & ukuran tubuh yang lebih besar dan renyah.
BAB III
METODOLOGI
A. Penelitian Survai- Deskriptif
Berdasarkan masalah dan tujuan penelitian maka metode penelitian ini adalah berbentuk survai. Singarimbun (1999: 3-5) mengatakan bahwa penelitian survai mengumpulkan informasi dari responden dengan menggunakan daftar pertanyaan. Yang menjadi unit analisa dalam penelitian ini adalah individu. Penelitian survai dapat digunakan untuk maksud deskriptif.
B.Teknik Pengumpulan Data
Karena penelitian ini menggunakan metode survai (deskriptif) maka peneliti bertindak sebagai instrumen kunci dalam pengumpulan data. Pengumpulan data penelitian mencakup kegiatan:
1. Pengamatan Berperan Serta (participan observation)
Peneliti berperan serta dalam memahami subjek dalam kehidupan sehari-hari. Dalam melakukan pengamatan berperan serta ini, dilakukan upaya pemahaman tentang seluk-beluk keunikan ikan bilih dari danau Singkarak.
2. wawancara
wawancara langsung dengan informan di lapangan. Moleong (1996:87) mengatakan bahwa wawancara adalah percakapan yang dilakukan dengan maksud tertentu untuk memperoleh data mengenai orang, kejadian, kegiatan, organisasi, motivasi, dan kepedulian.
3. Data Sekunder
Data sekunder yaitu data yang diperoleh melalui metode pengumpulan seluruh dokumen dan referensi dalam sebuah buku catatan yang relevan dengan topik.
C. Teknik Analisa Data
Dalam menganalisa data penulis memakai teknik seperti yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman (1992) yakni terdapat tiga proses kegiatan pokok yang peneliti lakukan, baik sebelum, selama, dan sesudah pengumpulan data dilakukan yaitu reduksi data (proses pemilihan data), penyajian data dan menarik kesimpulan.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Keunikan Ikan Bilis Dari Sudut Pandang Biologi
Ikan bilih secara alamiah umumnya memakan berbagai jenis plankton dan betus (sejenis fitoplankton dan zooplankton ). Dari beberapa penelitian menunjukkan populasi plankton dan betus di Singkarak sangat rendah , padahal komunitas plankton (fitoplankton dan zooplankton ) merupakan basis dari terbentuknya suatu mata rantai makanan dan memiliki peranan yang sangat penting bagi suatu ekosistem pantai .
Ikan bilih adalah hewan bertulang belakang (vertebrata) yang hidup di air tawar, berdarah dingin, bernapas dengan insang, tubuhnya bersisik, bergerak dan menjaga keseimbangan badannya dengan menggunakan sirip, tubuhnya kecil, mengandung kalsium yang mencegah pengeroposan tulang. Ikan bilih merupakan sumber kalsium yang tahan dan tidak mudah larut dalam air.
Joni Anwar (35), nelayan danau Singkarak, mengatakan bahwa kehadiran ikan bilih sangatlah mempengaruhi terhadap bahan pangan, khususnya bagi masyarakat sekitar danau di daerah Kab. Tanah Datar dan Kab. Solok , Sumatra Barat . Keunikan yang dimiliki ikan ini menunjang perkembangan dan pertumbuhan bologis anak-anak ,maupun orang dewasa.Jumlah gizi dan nutrisi,mineral yang dikandug ikan ini ,sangatlah special,dibandingkan dengan ikan-ikan lainnya
Dina (30) mengatakan bahwa ikan bilih memiliki keunikan dari sudut pandang biologi karena ukuran tubuhnya “yang imut-imut’, rasanya khas dan berbeda dari ikan- ikan lain. Dalam pengolahan bisa diolah dalam berbagai jenis hidangan- palai bilih, pangek bilih, gulai bilih, goreng bilih dan lain-lain. Fenomena baru bahwa wisatawan nusantara yang datang cenderung membeli ikan bilih.
B. Keunikan Ikan Bilis Dari Sudut Pandang Geografis
Antara ikan bilih dan danau singkarak memiliki ikatan yang sangat erat sekali. Bagaiman tidak, ikan bilih hanya dapat hidup di daerah ini. ikan ini memiliki selektifitas alam yang sangat tinggi, ia tak dapat hidup di kolam biasa, apalagi di aquarium.
Foto : 4. Danau Singkarak habitat ikan bilih
Suatu kali, serombongan peneliti dari Amerika Serikat yang terpikat daengan kelezatan ikan bilih pernah mencoba membudidayakan ikan bilih ini di negerinya. Ia mengembangkan ikan bilih dalam sebuah kolam buatan yang telah dirancang dan dibuat semirip mungkin dengan danau singkrak, namun alhasil hanya nol besar, mereka gagal dalam eksperimenya.
Secara Geografi keunikan ikan bilih dapat dikelompokan, diantaranya :
a) Potensi ikan bilih memiliki varitas / jenis yang bersifat endemik.
Endemic adalah suatu yang menjadi khas dan hanya terdapat pada daerah tertentu.. ikan bilih ( mystacoleuseus padangenis ) di dunia hanya terdapat di danau singkarak, sumatera barat.
b) Keberadaan ikan endemic ini telah menyatu daengan prilaku dan pola kehidupan masyarakat local. Mereka menganggap ikan bilih menjadi bagian dari budaya mereka dan dapat di konsumsi secara tutn temurun. Sehingga masyarakat mempunyai kearifan yang khusus dalam menjaganya dan menjaganya.
c) Secara ekologis dan krimatologis ikan endemic ini memiliki habitat hidup dan berkembang biak yang khas. Sangat tidak mungkin ikan bilih danau singkarak dapat dikembangkan di danau sentari papua, danau tondano Sulawesi Utara, atau danau Poso di Poso apalagi di kolam-kolam kecil buatan manusia.
Menurut Rian (20 tahun) mengatakan bahwa secara geografis, ikan bilih sangat unik karena hanya terdapat di danau Singkarak. Ikan bilih telah menambah pesona danau, karena tubuhnya yang seakan-akan berkilauan bila diterpa oleh cahaya matahari.
C. Keunikan Ikan Bilis Dari Sudut Pandang Ilmu Ekonomi
Sebagian besar warga yang tinggal di sekitar danau Singkarak bermata pencaharian sebagai nelayan. Syamsul Bahri (51), warga Ombilin yang juga seorang nelayan danau Singkarak, mengatakan, “Ikan bilih banyak ditemukan dan mudah untuk mendapatkannya pada tempat-tempat tertentu, misalnya : di dalam air yang tanahnya landai, di bawah akar pohon-pohon danau, didekat-dekat bebatuan, karena disanalah biasanya mereka bertelur. Ikan bilih sangat suka pada tempat yang bersih dan air yang mengalir deras, karena itu lah orang-orang juga banyak menangkap ikan ini di parit-parit (bandar), batang air dan di sungai-sungai kecil dekat danau.
Menurut Syamsul, penangkapan ikan bilih dapat dilakukan dengan berbagai cara, ada yang memancing biasa, menggunakan jaring atau lebih dikenal dengan pukek oleh warga danau, jala, sentrum, alahan dan lain sebagainya. Berikut beberapa aktifitas masyarakat terhadap ikan bilih:
1. Memancing
Cara ini sangat tidak efektif untuk menangkap ikan jenis bilih ini. Karena ikannya hanya kecil-kecil, kalau dipancing tentu saja menghabiskan waktu yang banyak untuk mendapatkannya dalam jumlah yang besar. Untuk memancing ikan ini, hanya butuh umpan seperti : nasi, roti, dan makanan kecil lainnya. Karena makanan ikan ini biasanya hanya dadak (sisa pengolahan padi), bahkan ia sangat suka memakan kotoran manusia dan sisa-sisa makanan.
2. Jaring
Penangkapan ikan dengan menggunakan jaring atau Pukek ini, menggunakan tali yang sudah dianyam, dengan lubang-lubang di tengahnya. Untuk menangkap ikan bilih lubangnya berukuran kecil, sedangkan untuk ikan yang besar lubangnya pun juga harus besar. Kemudian dibagian bawah tali anyaman itu diberi pemberat, seperti besi-besi, dll, sedangkan diatasnya diberi apung-apung, sehingga jaring itu tidaklah tenggelam, seperti berdiri di dalam air, yang siap untuk menjaring ikan-ikan kecil yang melewatinya. Biasanya dibiarkan seharian, kemudian di waktu subuh baru diambil, untuk dibersihkan dan dijual paginya.
3. Jala
Penangkapan ikan-ikan dengan jala di danau ini lebih menguntungkan, selain cepat, praktis, ikan-ikan yang didapat pun juga dapat lebih banyak. Jala berbeda dengan jaring, kalau jaring memanfaatkan lubang-lubang kecil, yang membuat ikan-ikan tersangkut di jaring, tapi kalau menggunakan jala lebih bersifat menyanduk ikan dengan tali anyaman yang lebih rapat yang diujung-ujungnya diberi besi untuk pemberatnya, setelah sampai ke dasar baru tali itu ditarik ke permukaan kembali.
4. Sentrum
Yaitu dengan menyalarkan arus listrik kedalam air, sehingga ikan-ikan disekitarnya tersengat listrik.
5. Alahan
Penangkapan ikan bilih dengan cara alahan sangat sederhana, yaitu dengan menggunakan irok (lidi aren yang dianyam seperti tikar), yang dipasang diujung batang air yang menuju danau. Irok ini berperan sebagai pagar yang membatasi antara danau dan batang air, sehingga ikan terkepung di dalamnya.
Pembuatan alahan sama seperti layaknya orang berkebun/ berladang. Awalnya alahan dibersihkan dari sampah-sampah, sehingga menarik perhatian ikan bilih untuk berkumpul dan bermain disana. Kerja irok sama dengan luka (bubu), ikan bisa masuk, tetapi tidak bisa keluar lagi. Pemasangan ini biasanya dilakukan pada petang hari, yang terangi oleh lampu, dan menambah daya tarik untuk ikan masuk kedalamnya. Kemudian pada subuh hari barulah ikan dipanen (diambil) dengan cara sentrum (tuba).
Syamsul Bahri (05/02/10), mengatakan, “Pengolahan Ikan bilih sampai sekarang masih bersifat primitif" Biasanya setelah para nelayan menangkap ikan malamnya, ikan bilih itu kemudian dibersihkan, dibuang kotorannya. Pagi harinya baru dijual. Ada yang menjual ikan yang masih mentah, belum digoreng, ada juga yang direbus dan digoreng terlebih dahulu baru kemudian dijual”
Foto : 5. rakik ikan bilih
Biasanya pagi-pagi orang sudah pada ramai berjualan, dan membeli ikan bilih itu. Ikan bilih yang dibeli itu akan dibawa ke berbagai daerah untuk dijual lagi di pasaran, seperti ke Bukittinggi, Padang Panjang, Batusangkar, dan Solok. Ada juga ikan bilih yang setelah dibersihkan dengan menekan perutnya, di jemur beberapa hari, kemudian baru digoreng. Dengan demikian ikan bilih itu dapat tahan beberapa bulan, sekitar 1 hingga 3 bulan. Biasanya ikan bilih itu untuk dibawa ke luar kota, ke jawa, bahkan sampai ke Australia dan Amerika, yang dibawa para turis sebagai oleh-oleh untuk keluarga di negri mereka, terang Syamsul Bahri.
Afdhal (20 tahun), seorang penjual ikan bilih di Ombilin, danau Singkarak menuturkan,”Harga ikan bilih tidak stabil, naik-naik turun, sesuai musimnya”
Harga ikan bilih disekitar danau, jauh lebih murah daripada harga di pasaran, bahkan di kota-kota, harga ikan bilih berlipat-lipat dari harga asalnya, karena biasanya ikan yang telah dibawa kesana, telah diolah sedikit lebih maju. Bahkan harga diluar Sumatera ikan bilih pun jauh lebih mahal. Karena diluar ikan bilih lebih dihargai keberadaannya. Orang-orang tahu bahwa ikan bilih selain enak dan gurih, memiliki gizi dan protein yang sangat tinggi. Dan bahkan keberadaannya yang unik menambah harga jual ikan ini di luar Sumatera Barat.”
Pada hari Raya Qur’ban kemaren ini, harga ikan bilih di sekitar danau sangat rendah, hanya Rp. 2.000 per liter. Namun pada saat musim kemarau harganya melonjak naik mencapai 15 - 20 ribu perliternya. Afdhal (03/02/10), pedagang ikan bilih di sekitar danau mengatakan, “Harga ikan bilih yang kecil lebih mahal daripada ikan bilih yang besar” Karena orang-orang lebih menyukai ikan bilih yang berukurang lebih kecil, daripada yang besar. Pasalnya, ini karena ikan bilih yang kecil lebih manis, renyah dan gurih.
D. Keunikan Ikan Bilih Dari Sudut Pandang Ilmu Kesehatan
Ditinjau dari segi kesehatan, peranan ikan bilih juga tak kalah pentingnya bagi masyarakat setempat, walaupun menurut Dr.Sukma Dewi (35) responden dokter Puskesmas I Rambatan, bahwa sejauh ini belum ada penelitian khusus tentang kandungan ilmiah tentang ikan bilih itu, namun ikan bilih memiliki keunggulan unik dari ikan-ikan lainnya, walau ia sejenis ikan kecil. Dintaranya adalah seperti yang disampaikan oleh responden tadi. :
1) Ikan bilih mengandung toksin yang relatif sedikit
Hal ini disebabkan karena ikan bilih hidup di danau, bukan dilaut yang asin dan kaya dengan toksin. Toksin merupakan sesuatu yang bersifat racun. Sebagaimana laut yang merupakan muara(tempat pembuangan air terakhir), sehingga realnya membuat ikan laut lebih banyak mengandung garam dan zat-zat kimia lainnya yang memungkinkan untuk menyebabkan alergi bagi pengosumsinya. Sedangkan ikan bilih boleh dikonsumsi siapapun meski orang tersebut alergi ikan sekalipun sehingga baik untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
2) Ikan bilih lebih banyak mengandung nilai-nilai gizi
Hal ini disebabkan karena ukurannya yang kecil. Jadi ikan bilih bisa di makan secara keseluruhannya, misalnya ikan bilih bisa dimakan dengan tulang-tulangnya, yang banyak mengandung kalsium dan zat besi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Ikan bilih bisa dimakan langsung kepalanya, dimana pada kepala ikan, banyak mengandung protein untuk pembangun dan perlindungan sel-sel tubuh yang rusak. Disamping itu kandungan lemak ikan bilih juga kurang, ini mengurangi resiko kolesterol bagi para pengkonsumsi ikan bilih.
Tapi sangat disayangkan, minimnya pengetahuan warga tentang kesehatan, dan sedikitnya rasa keingintahuan warga terhadap bilih ini, menyebabkan pemanfaatan ikan bilih di bidang kesehatan masih kurang. Sehingga ikan bilih hanya dimakan begitu saja, belum ada penelitian tentang khasiat-khasiat ikan bilih secara mendalam untuk manfaatnya bagi kesehatan.
Betapa ruginya kita sebagai masyarakat Sumatera Barat , khususnya di Singkarak, karena kita memiliki suatu aset yang sangat potensial sekli. Tapi kita belum bisa memanfaatkannya se maksimal mungkin. Ditambah lagi kita hampir tiap hari mengkonsumsinya dan bergelut dengan ikan bilih, tapi mengapa belum ada kemauan dari hati kita untuk lebih tahu tentang bagaimana ikan bilih itu sebenarnya, dan sangat perlulah rasanya bagi kita untuk meneliti tentang ikan bilih.
D. Keunikan Ikan Bilis Dari Sudut Pandang Pariwisata
Danau Singkarak memiliki keindahan yang menawan, khususnya bagi parawisatawatan, hal itu tidak terlepas karena pemandangannya yang memikau, namun tak terlupakan pula ikan-ikan yang bersemayam di danau ini, yang juga menambah pernak-pernik keanekragamannya, gerakan yang lemah gemulai dari ikan bilih ikut menghiasi panorama danau Singkarak.
Ikan bilih hidup dengan berkelompok-kelompok, mencari makanan bersama-sama, hal ini membuat para nelayan mudah untuk menangkapnya. Hal ini disampaikan oleh Silvi (38), warga ombilin danau Singkarak.
Biasanya, pada sore hari orang-orang mulai ramai pergi ke danau. Mau apa lagi kalau tidak pergi menangkap ikan, baik dengan cara memancing, jala, dan jaring. Kegiatan mancing sudah menjadi rekreasi (wisata) bagi masyarakat, tidak hanya bagi mereka yang tinggal di sekitar danau, juga bagi yang tinggal jauh dari danau. Seperti dari Batusangkar, lintau, Padang ganting dan daerah di kabupaten Tanah Datar, kota Padang Panjang, serta kota dan kab.Solok. Kadang kala perlombaan mancing juga diadakan, untuk menambah semangat bagi pemancing ikan.
Di bidang pariwisata, industri – industri ikan bilih menjadi favorit di danau Singkarak. Di sepanjang jalan ombilin, batipuh, menuju padang panjang banyak di temukan penjul-penjual.ikan bilih, disana ikan bilih diolah dan dimasak, serta dijual lngisung kepada pembeli. Kita dapat melihat langsung dapur pemasakan dn pengolahan ikan bilih disana.
Rini (54), salah seorang pemilik industri “Remondo” di jalan raya. Padang Panjang –Solok-Ombilin, menjelaskan bhwa ikan yang ia jual merupakan hasil tangkapan mereka dan sebagian lagi merupkan pasokan dari Medan, Sumatera Barat. Ia menyediakan berbagai jenis jualan ikan bilih, ada ikan bilih kering (masiak), ikan bilih goring, ikan bilih kecil, ikan bilih besar(dari Medan), alang ali, dll, yang kemudian dikemas dalam bungkus plastik. Telur ikan bilih pun juga dijual, setelah dikumpulkan, telur ikan bilih itu direbus, dan kemudian baru dicampurkan kedalam sambal, gulai, asam padeh (dipangek).
Penjualan ikan memiliki harga-harga yang beragam juga, sesuai jenisnya. Rini mengatakan kalau ikan bilih kecil harganya berkisar 60 sampai 80 ribu perkilogram, 50-70 ribu untuk ikan bilih yang berukuran besar perkilogramnya. Jika kita beli perliternya, harganya cuma berkisar antara 15-20 ribu perliternya, ketika harganya ikan ini normal, tambahnya.
Industri tempat penjual ikan bilih cukup banyak disekeliling dnau Singkarak, nmun pengolahannya belum begitu maximal, boleh dikatakan msih tradisional.Peran aktif dari masyarakat dan pemerintah sangat diharapkan untuk lebih melestarikan dan membudidayakan ikan bilih ini secara lebih maju. Sehingga meningkatkan pendapatan dan kepariwisataan daerah.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Danau Singkarak adalah salah satu danau besar dan cantik di daerah Sumatera Barat yang berlokasi di Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar. Danau Singkarak memiliki ikan bilih yang dipandang sebagai spesies ikan unik. Ikan bilih dipandang unik dari sudut pandang biologi, geografis, ilmu ekonomi, ilmu kesehatan, dan pariwisata.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan kepada masyarakat dan pemerintah agar selalu melestarikan populasi dan habitat ikan bilih, mempromosikan ikan bilih untuk tujuan kesehtan dan ekonomi. Kemudian juga mengusahakan agar ikan bilih bisa menjadi icon pariwisata danau Singkarak.
DAFTAR PUSTAKA
Miles dan Huberman.1992.Analisis Data Kualitatif. Jakarta:Universitas Indonesia.
Moleong, J Lexy.2000. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta:Remaja Rosda Karya.
Singarimbun, Masri.1999. Metode Penelitian Survai. Jakarta:LP3ES.
Situs:
1. http://www.pili.or.id/
2. http://www.explore-indo.com/
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Danau_Singkarak.
4. http://wisatawnews.indonesiatravel.biz/
BIODATA KETUA TIM
Nama lengkap : Wildan Rasyid
Tempat/tgl Lahir : Batusangkar, 20-12 -1992
Alamat : Jln. Dt.Bandaro Kuniang Kubu Rajo Lima Kaum
Sekolah : SMA Negeri 3 Batusangkar
(Program Layanan Keunggulan) Tanah Datar
NIS : 9926338634
Kelas : XI.IA.2 (Sebelas IPA Dua)
No.HP/Telp : (0752)7575221, 085274986692
Orang Tua ,
Ayah : Jauhari, BA
Ibu : Dahermaiti
Pekerjaan
Ayah : PNS (Pemda Tanah Datar)
Ibu : PNS (Pemda Tanah Datar)
Riwayat Pendidikan :
• SD N 04 Kubu Rajo Lima Kaum
• SMP N 5 Batusangkar (Layanan keunggulan)Tanah Datar.
• SMA N 3 Batusangkar (Layanan keunggulan)Tanah Datar.
Prestasi :
• Peserta lomba Penulisan Cerita Remaja Islam (CERIS)
tingkat Nasional .
• Juara 1 Karya Sastra penulisan Cerpen tk. Tanah Datar.
• Juara 1 MSQ tk SLTP se Sumbar.
• Juara Harapan III MTQ Nasional tk.Prov. Sumbar di Pasaman.
Pengalaman :
• Jurnalist Pramuka Sumbar, pada Koran Media Pramuka Sumbar.
• Pernah Mengikuti penulisan Cerpen tk.Nasional.
• Anggota DKC (Dewan Kerja Cabang) pramuka Tanah Datar.
• Anggota OSIS (koordinator SEKBID IMTAQ) T.P 2008-2009.
• Anggota OSIS (koordinator SEKBID Budaya dan Sastra) T.P 2009-2010 .
• Anggota TIM Pioner SMA N 3 Batusangkar.
Alamat E-Mail : wildan.rasyid@yahoo.co.id
wildanrasyidxiia2.blogspot.com
Motto :
“MeNgHarGAi WakTU AdaLah KuNci KeberHaSiLanQ…!”
BIODATA ANGGOTA TIM
Nama lengkap : Ryando Perdana
Tempat/tgl Lahir : Padang, 28-04-1993
Alamat : Jorong Pato.Batu Bulek.Lintau
Sekolah : SMA Negeri 3 Batusangkar
(Program Layanan Keunggulan) Tanah Datar
NIS :
Kelas : XI.IA.1 (Sebelas IPA Satu)
No.HP/Telp : 085669081138
Orang Tua ,
Ayah : Hendri Lesta,S.H.
Ibu : Ir.Misharlinda
Pekerjaan
Ayah : Pegawai swasta
Ibu : Pegawai swasta
Riwayat Pendidikan :
• SD N 32 Marapalam. Lintau.
• SMP N 5 Batusangkar (Layanan keunggulan)Tanah Datar.
• SMA N 3 Batusangkar (Layanan keunggulan)Tanah Datar.
Prestasi :
• Finalis lomba matematika Pasiad se Sumatera Barat
• Semi finalis lomba fisika UNP tahun 2007
• Peserta lomba OSN matematika SMA tingkat kabupaten Tanah Datar
Pengalaman :
• Anggota Pramuka SMA N 3 Batusangkar.
• Anggota TIM Pioner SMA N 3 Batusangkar.
• Anggota TIM SAR SMA N 3 Batusangkar.
Alamat E-Mail : thefirst_child@yahoo.com
yando.aliance.blogspot.com
Motto :
“keingintahuan dan usaha adalah rahasia terpenting dalam mencari kesuksesan”
BIODATA Anggota TIM
Nama lengkap : M. Ridho Wahyudi
Tempat/tgl Lahir : Batusangkar, 09-05-1993
Alamat : Komplek Perumnas Garuda Mas Blok C.no 1
Sekolah : SMA Negeri 3 Batusangkar
(Program Layanan Keunggulan) Tanah Datar
NIS :
Kelas : XI.IA.1 (Sebelas IPA satu)
No.HP/Telp : 085274086667
Orang Tua ,
Ayah : H. Bushami
Ibu : Sri Darma Yanti
Pekerjaan
Ayah : Wiraswasta
Ibu : Ibu Rumah Tangga
Riwayat Pendidikan :
• SD N 26 Kampung Baru, Batusangkar
• SMP N 2 Batusangkar
• SMA N 3 Batusangkar (Layanan keunggulan)Tanah Datar.
Prestasi :
• Juara Harapan satu lomba hifzil quran 1 juz tingkat Kabupaten Tanah Datar.
• Juara 2 MSQ tingkat SMA se Kabupaten Tanah Datar dan Kotamadya Bukittinggi
• Juara 2 Pra OSN bidang fisika tingkat SMP se Kabupaten Tanah Datar
Pengalaman :
• Anggota OSIS ( Bendahara 1 periode 2007-2008 )
• Anggota OSIS ( Ketua 1periode 2009-2010 )
• Anggota Pramuka SMA N 3 Batusangkar.
• Anggota TIM Pioner SMA N 3 Batusangkar.
Alamat E-Mail/Facebook : sad_poems8@yahoo.com
Motto :
“ Tiada kata terlambat untuk maju”
PROFIL SMA NEGERI 3 BATUSANGKAR
1. Lingkungan Sekolah
SMA Negeri 3 Batusangkar terletak di komplek Pendidikan Bukitgombak kecamatan Lima Kaum, Kenagarian Baringin yang berjarak lebih kurang 3 km dari kota Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar.
2. Keadaan Sekolah
Tanah sekolah bukan merupakan milik sekolah, melainkan hak pakai bagi SMA Negeri 3 Batusangkar. Keadaan Tanah Sekolah SMA Negeri 3 Batusangkar
Personil Sekolah
Jumlah personil sekolah sebanyak 39 orang yang terdiri dari satu orang Kepala sekolah, guru 33 orang, karyawan sebanyak tiga orang, tenaga laboran satu orang, pesuruh sekolah satu orang dan satu orang juru masak.
4. Keadaan Peserta Didik
Jumlah peserta didik pada tahun pelajaran 2008/2009 seluruhnya berjumlah 217 orang. Persebaran jumlah peserta didik antar kelas merata. Peserta didik di kelas X ada sebanyak 3 rombongan belajar. Peserta didik pada program IPA di kelas XI dan XII masing-masing ada dua rombongan belajar. Sedangkan pada program IPS di Kelas XI dan XII masing-masing satu rombongan belajar.
5. Input dan Output NEM
Pencapaian nilai rata-rata NEM peserta dari tahun ke tahun cenderung mengalami kenaikan. Peserta didik yang melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, khususnya PMDK atau UMPTN ternyata memuaskan.
Input dan Output NEM Peserta didik
Input
Tahun Rata-rata
NEM Output IPA
Tahun Rata-Rata NEM
IPA IPS
2004-2005
2005-2006
2006-2007
2007-2008
2008-2009
7.80
7.20
7,83
8,22
8,13
2006-2007
2007-2008
-
-
2008-2009
8,23
7,25
-
-
7.82
-
7,62
-
-
7.48
Data Lulus Perguruan Tinggi
No Nama PTN Tempat Tamatan Jumlah
2007 2008 2009
1 UI Jakarta 6 2 2 10
2 UNJ Jakarta 2 1 - 3
3 IPB Bogor 2 2 - 4
4 ITB Bandung 2 3 1 6
5 UNPAD Bandung 1 9 7 17
6 UPI Bandung 1 1 1 3
7 IPDN Bandung - 3 - 3
8 UNS Semarang 1 - - 1
9 UNDIP Semarang 3 1 3 7
10 UGM Jogjakarta 1 - - 1
11 UNIMED Medan 1 3 1 5
12 USU Medan 2 - 2 4
13 UNRI Pekanbaru 3 4 1 8
14 UNAND Padang 17 15 27 59
15 UNP Padang 11 11 6 28
16 POLTEKES Padang 7 6 2 15
17 STT TELKOM Bandung - - 4 4
18 STAIN Batusangkar - - 1 1
19 BAITURAHMAH Padang - - 2 2
20 Akper Batusangkar 1 - 1 2
JUMLAH 61 61 61 183
MOTTO
Motto SMA negeri 3 Batusangkar yaitu ” JURDISBERNAL ” merupakan singkatan dari :
1. Jujur
2. Disiplin
3. Bertanggungjawab
4. Profesional
Dokumentasi
foto: goreng ikan bilih
foto: sambalado ikan bilih
foto: Sajian ikan bilih siap untuk dipasarkan