Jumat, 22 Januari 2010
Silat Klosal Buka Kemah Bakti Siswa (KBS) SMA N 3 (Unggul) Tanah Datar
Kepala SMA N 3 Batusangkar, Drs.Masrizal Boer, bersama Buk Camat Sungai Tarab,
beserta rombongan lagi menikmati pertunjukan Silat Klosal dan Instrumen Musik Talempong.
SMA N 3 Batusangkar (Program Layanan Keunggulan) Tanah Datar adakan KBS (Kemah Bakti Siswa) pada 8-10 Januari 2010, yang bertempat di Jorong Sitakuak, Nagari Gurun, Kec.Sungai Tarab,Tanah Datar. KBS kali ini dalam rangka peringatan hari ulang tahun sekolah yang ke-4.
Tiap setahun sekali kegiatan ini selalu diadakan yang diikuti oleh seluruh warga sekolah, siswa, guru dan pegawai sekolah. Lain dari pada yang lain, KBS SMA N 3 yang dikenal dengan SMA Unggul itu dibuka dengan penampilan Silat Klosal (massal) dengan aliran Kumango yang melibatkan seluruh anak kelas XI dengan jumlah 70 orang, karena SMA Unggul ini hanya menampung 3 lokal tiap kelasnya, yang terdiri dari siswa-siswa pilihan. Silat Klosal ini dilakukan dengan menampilkan jurus tunggal, berbagai tangkisan dan tangkapan serta laga ganda yang dimainkan oleh empat orang di hadapan penonton dan warga Sitakuak yang ramai menghadiri pertunjukan itu, tutur Edi Maizul,pembina Osis yang didampingi Don Arpin, guru silat SMA 3.
Para Pesilat SMA N 3 Batusangkar
saat KBS di lapangan bola Sitakuak, Sungai Tarab, Tanah Datar
KBS (Kemah Bakti Siswa) ini bertujuan untuk merealisasikan jiwa pramuka pada siswa, agar dapat bersosialisasi dengan masyarakat dan alam sekitar. Karena pada saat sekarang ini, pada umumnya sekolah hanya menempa dan mendidik siswa tentang ilmu-ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun falsafat minangkabau kita, yaitu : Alam Takambang Jadi Guru, tak lagi terlaksana. Padahal belajar dari alam akan mendidik siswa untuk bersikap arif dan bijaksana, sedangkan belajar di sekolah pada umumnya hanya membuat siswa cerdas semata. Orang Minangkabau haruslah arif dan bijaksana. Orang cerdas belum tentu ia arif, sedangkan orang yang arif adalah orang yang tidak hanya cerdas diwaktu lapang, tapi juga cerdas di waktu sempit. Ungkap Masrizal Boer, yang menjabat sebagai kepala SMA Unggul ini.
Rencananya yang membuka acara ini adalah bupati Tanah Datar, namun bersamaan dengan kedatangan pengakap Malaysia ke Batusangkar, acara KBS dibuka oleh Camat Sungai Tarab yang akrab di sapa dengan Buk Ita. Yang juga dihadira oleh Wali Nagari Gurun, dan Wali Jorong Sitakuak. Selain itu atraksi instrumen musik talempong pun juga ikut ditampilkan dengan berbagai nyanyian tradisional yang membuat warga Sungai Tarab terkagum-kagum dan menggugah hati semua orang, termasuk unsur pemerintahan dari Camat Sungai Tarab yang hadir pada saat pembukaan itu.. Skill dari Okky Warman dan kawan-kawan siswa kelas XI.IA.2 ini membuat warga mengguyuni lapangan bola Sitakuak, Sungai tarab. Okky juga akan mengikuti pertukaran pelajar ke Amerika, bersama seorang teman lainnya, Roni Saputra yang juga dari kelas XI.IA.2, insya allah, kata Editiwarman, ketua panitia KBS ini.
Pemberian buah coklat dari kepala SMA N 3 Bsk kepada Camat Sungai Tarab,
yang selanjutnya diserahkan pada wali Jorong Sitakuak, Sungai Tarab, Tanah Datar
Sesuai dengan namanya Kemah Bakti Siswa, pada acara kali ini kami akan melakukan bakti pada masyarakat, khususnya di Jorong Sitakuak, Kec. Sungai Tarab, Tanah Datar. Kegiatan yang dilakukan diantaranya : Penanaman buah coklat, pengenalan lagu-lagu pramuka pada siswa SD yang ada di sekitar lokasi perkemahan, mencat dinding
halaman mesjid, pembenahan tempat pemandian umum dan lain-lainnya. Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian siswa kepada masyarakat dan alam sekitarnya, tambah Martalius, pembina pramuka SMA N 3 yang aktif mengembangkan pramuka di sekolah ini. (Wildan Rasyid)
beserta rombongan lagi menikmati pertunjukan Silat Klosal dan Instrumen Musik Talempong.
SMA N 3 Batusangkar (Program Layanan Keunggulan) Tanah Datar adakan KBS (Kemah Bakti Siswa) pada 8-10 Januari 2010, yang bertempat di Jorong Sitakuak, Nagari Gurun, Kec.Sungai Tarab,Tanah Datar. KBS kali ini dalam rangka peringatan hari ulang tahun sekolah yang ke-4.
Tiap setahun sekali kegiatan ini selalu diadakan yang diikuti oleh seluruh warga sekolah, siswa, guru dan pegawai sekolah. Lain dari pada yang lain, KBS SMA N 3 yang dikenal dengan SMA Unggul itu dibuka dengan penampilan Silat Klosal (massal) dengan aliran Kumango yang melibatkan seluruh anak kelas XI dengan jumlah 70 orang, karena SMA Unggul ini hanya menampung 3 lokal tiap kelasnya, yang terdiri dari siswa-siswa pilihan. Silat Klosal ini dilakukan dengan menampilkan jurus tunggal, berbagai tangkisan dan tangkapan serta laga ganda yang dimainkan oleh empat orang di hadapan penonton dan warga Sitakuak yang ramai menghadiri pertunjukan itu, tutur Edi Maizul,pembina Osis yang didampingi Don Arpin, guru silat SMA 3.
Para Pesilat SMA N 3 Batusangkar
saat KBS di lapangan bola Sitakuak, Sungai Tarab, Tanah Datar
KBS (Kemah Bakti Siswa) ini bertujuan untuk merealisasikan jiwa pramuka pada siswa, agar dapat bersosialisasi dengan masyarakat dan alam sekitar. Karena pada saat sekarang ini, pada umumnya sekolah hanya menempa dan mendidik siswa tentang ilmu-ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun falsafat minangkabau kita, yaitu : Alam Takambang Jadi Guru, tak lagi terlaksana. Padahal belajar dari alam akan mendidik siswa untuk bersikap arif dan bijaksana, sedangkan belajar di sekolah pada umumnya hanya membuat siswa cerdas semata. Orang Minangkabau haruslah arif dan bijaksana. Orang cerdas belum tentu ia arif, sedangkan orang yang arif adalah orang yang tidak hanya cerdas diwaktu lapang, tapi juga cerdas di waktu sempit. Ungkap Masrizal Boer, yang menjabat sebagai kepala SMA Unggul ini.
Rencananya yang membuka acara ini adalah bupati Tanah Datar, namun bersamaan dengan kedatangan pengakap Malaysia ke Batusangkar, acara KBS dibuka oleh Camat Sungai Tarab yang akrab di sapa dengan Buk Ita. Yang juga dihadira oleh Wali Nagari Gurun, dan Wali Jorong Sitakuak. Selain itu atraksi instrumen musik talempong pun juga ikut ditampilkan dengan berbagai nyanyian tradisional yang membuat warga Sungai Tarab terkagum-kagum dan menggugah hati semua orang, termasuk unsur pemerintahan dari Camat Sungai Tarab yang hadir pada saat pembukaan itu.. Skill dari Okky Warman dan kawan-kawan siswa kelas XI.IA.2 ini membuat warga mengguyuni lapangan bola Sitakuak, Sungai tarab. Okky juga akan mengikuti pertukaran pelajar ke Amerika, bersama seorang teman lainnya, Roni Saputra yang juga dari kelas XI.IA.2, insya allah, kata Editiwarman, ketua panitia KBS ini.
Pemberian buah coklat dari kepala SMA N 3 Bsk kepada Camat Sungai Tarab,
yang selanjutnya diserahkan pada wali Jorong Sitakuak, Sungai Tarab, Tanah Datar
Sesuai dengan namanya Kemah Bakti Siswa, pada acara kali ini kami akan melakukan bakti pada masyarakat, khususnya di Jorong Sitakuak, Kec. Sungai Tarab, Tanah Datar. Kegiatan yang dilakukan diantaranya : Penanaman buah coklat, pengenalan lagu-lagu pramuka pada siswa SD yang ada di sekitar lokasi perkemahan, mencat dinding
halaman mesjid, pembenahan tempat pemandian umum dan lain-lainnya. Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian siswa kepada masyarakat dan alam sekitarnya, tambah Martalius, pembina pramuka SMA N 3 yang aktif mengembangkan pramuka di sekolah ini. (Wildan Rasyid)
Rabu, 20 Januari 2010
Upaya Membentuk Remaja Waras
di Tengah Zaman yang Edan
PERSEPSI ini adalah pemikiran dan pandangan yang salah dari masyarakat yang mengatakan pramuka adalah suatu kegiatan perkemahan semata. Mungkin ketika dikatakan, "kita akan melakukan kegiatan pramuka…!" orang awam akan berpikiran pendek, pramuka hanya kegiatan bikin kemah, tidur di tenda, masak, makan serta sedikit canda tawa.
Padahal jauh dibalik itu, pramuka memiliki arti yang sangat penting dalam kemajuan kreatifitas pemuda. Seperti yang diungkapkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Drs.H Burhasman Bur,MM , yang sekaligus menjabat sebagai ketua harian Kwartir Daerah Sumbar.
"Pramuka adalah Gerakan pendidikan, yaitu pendidikan non formal, dimana gerakan ini lebih berfungsi sebagai penambah, pelanjut, sekaligus media aplikasi dari pendidikan formal."
Hal ini disampaikan pada upacara pembukaan pelatihan Jurnalistik Kwarda 03 Sumbar, di Padang Besi, Padang. Mulai dari tanggal 18-20 Desember 2009.Yang diikuti oleh utusan Kwarcab se Sumatera Barat. Diantaranya adalah Danang Seto dari kwarcab Agam,Dieva dari Padang Panjang, Sonfia Putra dari Pariaman, M.Iskandar dari kwarcab 50 kota dan utusan dari Universitas Andalas. Peserta pelatihan Jurnalistik direncanakan berjumlah 45 orang, namun dalam kenyataannya yang hadir hanya 18 orang terdiri dari laki-laki dan wanita berasal dari delapan Kwarcab. Walau di Sumbar sebenarnya ada 18 Kwarcab. Ironisnya Kwarcab dari Kota Padang justru tidak hadir. Padahal pelatihan jurnalistik ini berlangsung di Kota Padang.
Selain itu, Burhasman juga menuturkan, kegiatan Pelatihan Jurnalistik ini sebagai proses Revitalisasi, yaitu proses pengembalian pramuka ke khitah asalnya, agar hilangnya persepsi buruk masyarakat pada pramuka, yang mengenal pramuka hanyalah kegiatan kemah belaka.
Upacara pembukaan berlangsung dalam suasana khitmad, walau hujan merundung Padang Besi dengan sangat derasnya pada jum'at malam itu. Acaranya diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan Hymne Pramuka. Selain diikuti para peserta, pembukaan itu juga dihadiri oleh Kepala Lembaga Pendidikan Pramuka, John Rahmad, pengurus DKD, serta Andalan Kwartir Daerah lainnya.
Suasana semakin haru ketika dibacakannya Sandi Ambalan Tuah Sakato,
".....Apa yang kita rasakan, kita alami
dan yang akan kita hadapi adalah
sesuatu yang penuh dengan perjuangan.
Tapi ingat sebesar-sebesar kebahagian,
adalah kebahagiaan setelah melakukan kerja yang penuh dengan perjuangan"
Yang dibacakan oleh anggota DKD Sumbar, M. Yusuf dan Fitriana Wulandari.
Begitu hanyut para peserta ketika mendengarkannya.
Sebelum Ketua Harian Kwarda Sumber mengakhiri sambutannya, menitipkan pesan.
Dengan diadakan pelatihan ini, ia berharap pramuka akan lebih maju. Dengan adanya para jurnalistik pramuka, kegiatan publikasi di tengah – tengah masyarakat akan dapat ditayangkan di berbagai media massa, sehingga masyarakat mengerti tentang pentingnya jiwa pramuka dalam peningkatan kreatifitas, khususnya para generasi muda. Hendaknya terbentuk, remaja waras di tengah zaman yang edan. tambah Drs.H.Burhasman Bur,MM. , mengutip ungkapan pendiri kepanduan dunia, Baden Powell.
"Tidak ada peran kecil selama dilakukan dengan penuh keikhlasan", tutur Vivi Rahayu, anggota Dewan Kerja Daerah Pramuka menyemangati. (Wildan Rasyid)