Welcome to my blog, enjoy reading.

Kamis, 08 Juli 2010

Hidupkan Hati dengan Shalat, Ingat Shalat Sebelum Mati !!!


                                                              Oleh : Wildan Rasyid
                            Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Andalas, Padang


     “Shalatlah Kamu seakan-akan Kamu MelihatNya, Dan Jika Kamu Tidak MelihatNya,
                             Maka Yakinlah Ia Pasti Melihatmu” (H.R Muslim)



             “Shalatlah kamu sebelum kamu di shalatkan”. Kata-kata ini sering kita dengarkan, biasanya tulisan ini dipajang di dinding-dinding mushalla, atau tempat ibadah lainnya. Ya…, hanya sekedar tulisan ! Jarang sekali kita memikirkan makna kata-kata ini secara seksama. Kata-kata ini mengingatkan kita akan adanya kematian yang tentunya akan melanda setiap manusia, tanpa terkecuali. Apakah itu pemulung, pejabat, koruptor, maling, ustadz, bahkan malaikat sekalipun, akan merasakan maut atau mati. Sebagaimana firman Allah, kullunafsin zaaikhotul maut (Setiap yang bernyawa pasti akan menuai kematian).

               Hakikat kehidupan manusia bukanlah kehidupan biologis semata, sebagaimana halnya kehidupan binatang, tetapi merupakan hidupnya hati seseorang dengan cahaya iman dan makrifat kepada Allah serta dengan akidah tauhid yang suci dan bersih. Sebaik-baik manusia adalah orang yang hidup untuk mempersiapkan kematiannya, karena dunia ini hanyalah titipan belaka yang bersifat sementara, sebagaimana tujuan diciptakan manusia itu sendiri,”Tidak aku ciptakan jin dan manusia, melainkan hanya untuk beribadah kepadaKu” (Q.S Adz-Dzaariyaat ; 56).

             Allah berfirman, “Dan apakah orang yang sudah mati (mati hatinya/kafir) kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan cahaya yang terang yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar darinya?...” (Al-An’aam:122)

                Menurut Syekh Mushthafa Masyhur, (Di dalam “Berjumpa Allah lewat Shalat”) kata “mati” di ayat tersebut adalah buta bahsirah-nya, ‘mati hatinya’, kafir lagi sesat. Disanalah Allah menghidupkan hati kita dengan iman bersama petunjuk dan hidayah cahaya agung yang memuat segala persoalan hidup, dan pembeda antara yang hak dan bathil. Di dalam surat (Al-Anfaal:24), Allah juga mengatakan, Orang yang memenuhi panggilan Allah dan Rasul-Nya yang menyeru kepada iman, maka jiwa dan hatinya menjadi hidup. Dengannya pula dipersiapkan kehidupan yang abadi di akhirat kelak. Yang salah satunya dengan Ibadah Shalat, karena shalat adalah kuncinya surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai.

          Shalat adalah tiang agama, ibadah shalat ialah amalan pertama yang dihisab oleh malaikat. Beruntunglah orang-orang yang mendirikannya. “Aqimusshalah, innashalata tanha ‘anilfahsya iwal munkar”(Sesungguhnya shalat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, Al-Ankabut : 45)
Shalat tidak ada jangka waktu (deadline), tidak seperti halnya makanan yang ada masa kadarluarsanya. Tidak seperti berita di surat kabar yang harus memiliki batas waktu. Asalkan ia beragama islam, sadar, tidak gila, tidak berhalangan haid/nifas bagi wanita, wajib untuk melaksanakan shalat. Baik itu anak-anak yang sudah akil baligh, remaja maupun sudah tua renta. Namun jika ia benar-benar tidak bisa lagi dalam artian meninggal (pulang ke rahmatullah), barulah tugas bagi mereka yang masih hidup untuk menyolatkannya. Begitu pentingnya shalat, tidak bisa melakukannya, ia masih wajib dikerjakan yaitu dengan cara disholatkan.
Mungkin kita sudah tahu bahwa perintah shalat awalnya turun saat Rasulullah Isra’ mi’raj ke Sidratul Muntaha, yang mana perintah itu langsung diterima oleh Rasulullah dari Allah SWT. Yang kemudian kita sebagai umat islam diwajibkan untuk mendirikannya, bukan hanya melakukannya secara gerakan, tapi juga harus mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

                 Perintah itu sudah lama sekali, yaitu setahun sebelum tahun hijriyah. Seiring perkembangan zaman yang mengubah pola pikir manusia. Ditambah lagi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mampu merubah dunia kian maju dari tahun ke tahunnya. Juga mampu merubah keyakinan seseorang, banyaknya pengaruh luar, Nasrani dan Yahudi, yang mampu mengubah kepribadian kita, sehingga sedikit demi sedikit cahaya islam kian redup, dan jikalau itu dibiarkan ia akan padam dengan sendirinya. Atau jangan-jangan zaman kegelapan atau zaman jahiliyyah yang telah dihapus oleh Rasulullah di kota Mekkah, akan muncul kembali di tengah-tengah kita. Astagfirullahhal aziim.

                  Hal ini terlihat dari eksistensi shalat yang menjadi tiang agama itu, kian memudar di hati umat islam sendiri. Sepertinya shalat yang dulunya dianggap sebagai kebutuhan, sekarang telah menurun predikatnya menjadi kewajiban, yang walaupun dilakukan terkadang karena sudah ada himbauan dari orang lain, atau bahkan paksaan, baik itu dari orang tua, guru dan lainnya. Ia atau tidak…? Mudah-mudahan itu bukan kita.

                  Kita tak dapat pungkiri itu, apalagi dikalangan remaja. Begitu entengnya kita meninggalkan shalat tanpa ada sebab yang jelas, seperti sakit, haid dan nifas bagi wanita. Berbagai alasan menjadi penutup atas kesalahan dan dosanya itu. Sibuklah, membuat PR, pergi jalan-jalanlah, dan yang paling maraknya sekarang karena adanya internet, yang membuat kita terlelap, lupa dengan waktu, bahkan ada juga yang seharian duduk di depan computer sambil mengakses internet, hingga lupa dengan waktu shalat. Seperti banyak media mengatakan bahwa internet mampu menghipnotis banyak kalangan, anak-anak, pemuda-pemudi dan orang dewasa sekalipun, karena internet menjadi lahan yang mudah untuk ilmu pengetahuan, walau terkadang banyak orang yang menyelewengkannya, seperti : untuk kasus kejahatan (cyber crime), membuka situs-situs porno, ditambah lagi sekarang lagi maraknya video mesum Ariel, Luna Maya dan Cut Tari, yang tentunya berdampak buruk pada pengguna dunia maya itu sendiri. Selain itu juga ada jejaring sosial, seperti : Facebook, friendster, twitter dan apalagi game online (Empire,Point Blank, Conditional Straight, Poker, dll). Banyak lagi penyebab yang membuat kita seringkali meninggalkan shalat karena kesibukan kita, yang terkadang tidak ada manfaat yang jelas.

Lagi…lagi…kita melalaikan shalat! Dalam surat Al-fil, Allah mengatakan bahwa neraka bagi orang-orang yang shalat, yaitu mereka yang melalaikannya. Melalaikannya aja neraka, bagaimana lagi kalau sempat meninggalkannya. Ia bukan…? Nauzubillah.
Lain lagi halnya dengan yang ini, ia mengaku telah melakukan shalat lima waktu sehari semalam, tapi ya…, hanya sebatas itu, tidak mendirikannya. Alhasil shalat tidak membuat hatinya hidup dan meninggalkan maksiat. Ia tidak memperoleh khasiat shalat itu, tidak dapat merasakan kehadiran dan keindahan shalat di tengah-tengah kehidupannya, sehingga shalat tidaklah merubah dirinya. ”Shalat Yes,,,Tapi judi jalan terus…!” Shalat iya, maksiat tidak ketinggalan…! Mungkin kita pernah melihat orang yang seperti itu. Shalat yang dilakukan hanyalah sia-sia, karena tidak mampu membuat ia tercegah dari perbuatan keji dan mungkar. Tentu kita tidak mau seperti itu bukan?

        Maka dari itu dirikanlah shalat ! bukan hanya sekedar melakukannya, tapi penuh penghayatan dan ketulusan, bahwa kita memang butuh Allah dalam kehidupan kita. Seperti halnya pesan Lukman as kepada anaknya, “Kerjakanlah olehmu semua perintahNya, selama kamu masih hidup dengan nikmatNya, dan kamu boleh melanggar larangannya, selama kamu mampu menahan pedihnya siksaan nerakaNya”. Tapi kenapa itu bisa terjadi…? Sehingga orang yang berpikiran pendek mengatakan, “Shalat gak shalat sama wae!” nauzubillah.

         Ini tidak boleh dibiarkan, tentu ada penyebabnya. “apakah shalat kita sudah mendekati kesempurnaan? Penyebabnya Mungkin whudu’ kita yang kurang betul, sehingga berdampak pada shalat kita, shalat jadi tidak khusuk. “Sesungguhnya orang-orang beriman menjaga whudu’ dan shalatnya.” Atau penyebabnya adalah cara dan bacaan shalat kita yang jauh dari kesempurnaan. Kita berkewajiban mempelajarinya, sesuai hadist Rasulullah, “Thalabu’ilmi ‘ala kullimuslim”, menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim (laki-laki dan perempuan). Apalagi ilmu tentang shalat yang menjadi tiang agama, yang menjadi tolak ukur seseorang itu dimata Allah dan manusia. Kita wajib mempelajari tentang shalat, dengan mempelajari sifat shalat nabi Muhammad SAW. Karena beliau menyuruh kita, “shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.” Kita dapat mempelajarinya dari buku-buku panduan shalat, jangan malu untuk kebenaran, daripada shalat kita menjadi sia-sia.

                   Shalat menjadi ibadah paling utama di sisi Allah, Jika baik ibadah shalat seseorang, maka baiklah ia. Namun jika buruk ibadah shalatnya, maka ibadah lainnya akan menjadi sia-sia. Tentu kita tidak mau ibadah kita yang lain menjadi sia-sia bukan? Seperti sedekah kita tidak ada harganya, karena shalat kita bermasalah, dan ibadah-ibadah lainnya. Maka, Marilah kita mendirikan shalat…! Dan shalat yang lebih utama itu adalah di Mesjid, rumahNya Allah. Karena salah satu diantara orang-orang yang mendapat perlindungan langsung dari Allah di akhirat nanti adalah pemuda yang hatinya terpaut dengan mesjid.
Ibadah shalat juga menjadi tolak ukur seseorang, jika ingin mengetahui seseorang itu, maka lihatlah shalatnya, kata Rasulullah SAW.
                   Allah swt. Maha Kaya ketimbang kita, karenanya dari ibadah-ibadah kita, dari shalat-shalat kita, menunjukkan bahwa kita ini fakir dan sangat membutuhkan Allah, sedangkan Allah sedikitpun tidak membutuhkan kita. Maka dari itu, pantaskah kita berlaku sombong padaNya? Dan yang seharusnya kita lakukan adalah Melakukan perintahNya dan meninggalkan segala larangannya, yang salah satu perintahnya adalah shalat wajib lima waktu sehari semalam. Sebagai makhluk yang lemah kita mesti sadar, bahwa kita membutuhkan pertolongan dari Allah, fadilah, rahmat dan ampunan, serta ridho dari-Nya. Dan seharusnyalah kita beribadah untuknya.

                   Sebenarnya Allah tidak membutuhkan apa-apa dari kita, tidak mengharapkan apa-apa dari kita, tapi sebaliknya kitalah yang mengharapkan Allah. Apakah jika kita tidak shalat Allah rugi ? Apakah jika tidak ada manusia di bumi ini yang sujud padaNya, Allah akan berhenti jadi Tuhan ? tidak bukan…? Maka tak ada alasan lagi bagi kita untuk meninggalkan shalat, karena sesungguhnya itu semua semata-mata hanyalah untuk kita, bukan untuk Allah saw.
Ringkasnya, dengan mendirikan shalat, itu akan menghidupkan hati kita yang membuat kita seolah-olah bertemu dengan Tuhan Sang Pencipta. Perihal gerakan –gerakan fisik, seperti berdiri,ruku, dan sujud, semata-mata merupakan gambaran yang tampak untuk suatu kondisi hidupnya hati bagi yang menunaikan shalat di sela-sela kekuasaan Allah. Di dalamnya termasuk pengagungan, penyucian, kepasrahan, kerendahan, kekhusukan dan pendekatan diri kepada-Nya.

               Jadilah pribadi yang sholeh dan sholehah, di saat kebanyakan manusia menyibukkan diri dalam upaya mencari materi, uang, kekayaan, pangkat dan jabatan, duniawi belaka. singsingkan lengan baju, Basuhlah wajah, kembangkanlah tikar dan shalatlah dengan penuh kekhusukan dengan sifat shalatnya Rasulullah. Adalah suatu kepentingan mendesak, yaitu perlunya menghidupkan shalat sebagaimana Rasulullah saw. Sehingga dengan shalat kita merasakan kebahagian rohani dan kelezatan ketaatan, serta selalu dengan setia menunggu tibanya waktu shalat dan menyambut dengan luapan kegembiaraan. Hal ini sebagaimana kegembiraan seseorang yang ketika sedang haus dahaga, tiba-tiba ia memperoleh seteguk air dingin dan segar. Rasulullah saw. Mengibaratkan hal itu, sebagaimana sabdanya, “Aku jadikan shalat itu menyejukkan hatiku”

                 Maka marilah kita melangkah untuk memperoleh secara seksama suatu kehidupan di dalam shalat kita, yang yang di dalamnya pula hati kita menjadi hidup. Mari kita raih, ” Kehidupan dalam mihrab shalat”

Jumat, 30 April 2010

Tips Akurat Memilih Pemimpin yang Tepat



Oleh : Wildan Rasyid
Mahasiswa Fakultas Farmasi 
Universitas Andalas, Padang



       Pemimpin negara, baik itu presiden, gubernur, bupati/walikota, sampai ketua RT dan RW, semua itu adalah pemimpin bagi setiap warganya. Seoranng pemimpin merupakan faktor penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Di saat suatu daerah atau kota dipimpin oleh pemimpin yang bersahaja, jujur, cerdas dan amanah, maka insya Allah rakyatnya akan aman, makmur dan sejahtera. 

            Namun jika sebaliknya, daerah/kota itu dipimpin oleh pemimpin yang korup, tidak jujur, zalim terhadap rakyatnya, niscaya rakyat akan sengsara. Oleh karena itu kita harus berhati-hati dalam memilih pemimpin itu, perlu bagi kita menyiapkan langkah yang baik dalam menentukan pilihan, kita mesti memiliki tips akurat memilih pemimpin yang tepat. Agar pemimpin yang kita pilih benar-benar mampu mengayomi rakyatnya.
          Dalam menilai seorang pemimpin kriteria yang tepat adalah dengan merujuk pada gaya/sifat kepemimpinan Rasulullah. Ada beberapa sifat yang dimiliki oleh para nabi dan rasul, yaitu : Amanah (dapat dipercaya), Siddiq (benar), Fathonah (cerdas/bijaksana), serta tabligh (menyampaikan), keempat sifat ini juga layak untuk dimiliki oleh seorang pemimpin.
                 Pilihlah pemimpin yang amanah, agar dia benar-benar berusaha menyejahterakan rakyat, mampu menaungi rakyat, mampu menghidupi rakyat, bukannya mencari hidup dari rakyat, mampu melayani rakyatnya, bukan minta dilayani rakyat. Bukan hanya bisa menjual asset negara atau kekayaan alam daerah untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.
Pilihlah pemimpin yang cerdas, agar dia tidak mudah ditipu anak buahnya atau kelompok lain yang membuat rugi daerah/kotanya. Seorang pemimpin yang cerdas punya visi dan misi yang jelas untuk memajukan dan menyejahterakan rakyatnya. Dan juga mampu menegakkan keadilan dengan kebijaksanaannya dalam mengambil keputusan.
         Kadang-kadang kita begitu apatis dengan pemimpin yang korup, sehingga memilih untuk golput(golongan putih). Sikap golput atau tidak memilih pemimpin merupakan sikap yang kurang baik. Seandainya calon pemimpin itu tidak ada yang sesuai criteria kita, maka pilihlah orang yang lebih baik akhlaknya dan dekat dengan ulama, walau ia tidak sepintar yang lainnya, dari pada memilih orang yang pintar, namun tak beragama. Tapi itu langkah terakhir yang ditempuh, sebaiknya pilihlah yang cerdas intelektualnya dan mantap iman dan akhlaknya.
              Di dalam islam kepemimpinan itu sangat penting, sehingga nabi pernah berkata, “jika kalian bepergian, pilihlah satu orang jadi pemimpin , jika hanya berdua, maka salah satunya jadi pemimpin”. Shalat wajib pun yang paling baik adalah yang ada pemimpinnya (imam). Oleh karena itu, kita mesti menyiapkan tips dan berpikir kritis dalam memilih pemimpin.

                  Sebagaimana Allah telah berfirman,”Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapatkan siksaan yang pedih, yaitu : Orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan disisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah” (An-Nisa’,4 :138-139).

Adapun beberapa tips akurat dalam memiliih pemimpin yang tepat yaitu :

1. Memilih pemimpin yang jujur.

              Dari Ma’qil ra. berkata : “saya akan menceritakan kepada engkau hadist yang saya dengar dari Rasulullah saw. Dan saya telah mendengar beliau bersabda, “Seseorang yang telah ditugaskan Tuhan untuk memerintah rakyat (pejabat), kalau ia tidak memimpin rakyat dengan jujur, niscaya dia tidak akan memperoleh bau surga. (HR.Bukhari)”. Kita mesti memilih pemimpin yang jujur, yaitu jujur terhadap diri sendiri, maupun orang lain. Jujur dengan kekuatan yang dimiliki, sadar akan kelemahan dalam dirinya, serta berusaha untuk memperbaikinya.

2. Memilih pemimpin yang transparansi dalam kepemimpinannya, ramah dan bersikap terbuka.

            Pemimpin yang transparan dalam pemerintahannya dan bersikap terbuka, ia akan mau menerima saran dan kritikan dari rakyat, bahkan ia takkan segan untuk meminta pendapat langsung dari rakyat, demi kemajuan dan kemakmuran rakyatnya. Dengan transparansi juga, rakyat akan percaya kepada pemerintah (karena tidak ada bohong diantara kita). Selain itu carilah pemimpin yang bersikap terbuka, yaitu yang mampu menghormati pesaing dan belajar dari mereka dalam situasi kepemimpinan ataupun kondisi bisnis pada umumnya.

3. Memilih pemimpin yang memiliki latar belakang yang baik.

           Hal ini dapat kita lihat dari pendidikannya, kehidupan, keluarga dan keturunannya. Kita dapat mengetahuinya, setelah kita mencari tahu tentang siapa dia (pemimpin) itu. (jangan-jangan ia mantan napi).

4. Memilih pemimpin yang adil
               Dewasa ini, memilih pemimpin yang adil sangatlah sulit, jika dibandingkan dengan criteria lainnya. Kebanyakan pemimpin sekarang gayanya membela untuk kepentingan rakyat, namun dibalik itu rakyat dibikinnya sengsara, demi kepentingan diri sendiri dan kelompoknya.
“sesungguhnya Allah SWT akan melindungi negara yang menegakkan keadilan, walaupun ia kafir, dan sebaliknya, Allah tidak akan melindungi negara yang zalim (tiran), walaupun ia muslim” (mutiara I dr Ibn Abi Thalib)
            Disaat rakyat kecil yang berlaku salah, katakanlah itu mencuri sebuah coklat ataupun sebuah semangka, itu pun karena kelaparan, tidak ada uang membelinya. Lalu mereka disidang dengan hukuman penjara. Namun disaat tikus-tikus berdasi itu beraksi, mengakibatkan puluhan milyar negara dirugikan. Tak ada hukuman bagi mereka, mereka masih dibiarkan berkeliaran bebas, menari-nari diatas penderitaan rakyat, menikmati uang haram hasil gelapannya. Hati-hati dengan pemimpin yang demikian, kita tentu tidak mau jika pemimpin yang kita pilih, akan zalim kepada rakyatnya. Allah telah mengingatkan, “Hai orang-orang yang beriman! Tegakkanlah keadilan sebagai saksi karena Allah. Dan janganlah rasa benci mendorong kamu berlaku tidak adil. Berlaku adillah karena itu lebih dekat dengan taqwa” (QS.Al-Maidah : 51).
             Di zaman Rasulullah, ketika seorang perempuan dari suku Makhzun harus dipotong tangannya lantaran mencuri, kemudian keluarga perempuan itu meminta Usama Bin Zaid, supaya memohonkan kepada Rasulullah utnuk membebaskannya. Rasulullah pun marah. Beliau bahkan mengingatkan bahwa kehancuran masyarakat sebelum kita disebabkan oleh ketidakadilan dalam supremasi hokum seperti itu.
               Dikatakan dari Aisyah ra. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Adakah patut engkau memintakan kebebasan dari satu hukuman dari beberapa hukuman (yang diwajibkan) oleh Allah? Kemudian ia berdiri lalu berkhutbah dan berkata : Hai para manusia! Sesungguhnya orang-orang sebelum kamu itu rusak/binasa dikarenakan apabila orang-orang yang mulia diantara mereka mencuri, mereka dibebaskan. Tetapi, apabila orang yang lemah mencuri, mereka berikan kepadanya hukuman” (HR.Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Abu Daud,Ahmad, Darlini dan Ibnu Majah).
               Begitu pentingnya pemimpin yang adil itu. Muhammad Isa Dawud dalam bukunya “Dajjal Akan Muncul dari Segitiga Bermuda, (1997:17) mengatakan bahwa negeri Swedia yang merupakan negeri terindah di bumi ini, yang bagaikan surga firdausnya dunia, memiliki Raja Karl Gustav yang merupakan seorang penguasa paling adil di muka bumi ini bersama rakyatnya. Selain itu dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah mengatakan, bahwa ada 7 golongan yang akan mendapatkan perlindungan langsung dari Allah di akhirat kelak, satu diantaranya adalah Pemimpin/imam yang Adil.

5. Memilih pemimpin yang pandai dan cerdas
              Antara orang pandai dengan orang cerdas tidaklah sama. Orang pandai ialah orang yang dapat menjawab semua persoalan dengan ilmunya, seperti kecerdasan berhitung, ilmu teknologi yang bersangkutan dengan kecerdasan Intelektualnya (IQ). Namun orang cerdas mampu membaca keadaan, mencari kesempatan di tengah kesempitan, kalau orang Minangkabau mengenalnya dengan orang yang arif dan bijak. Orang cerdas/arif bijaksana bukan hanya pandai, tapi juga dapat berpandai-pandai demi kemaslahatan rakyatnya. Itulah beda orang pandai dengan orang cerdas atau arif dan bijaksana.
Sebagai pemilih kita mesti cepat tanggap dalam menilai, mana pemimpin yang pandai dan cerdas, mana pemimpin yang cuma pandai. Orang yang banyak bicara dan banyak mengumbar janji, “saya kalau terpilih, saya akan membangun ini dan itu…., mengratiskan ini dan itu….!” Biasa orang seperti itu adalah orang yang bodoh, seperti kata peribahasa “air beriak tanda tak dalam”.

6. Memilih pemimpin yang mampu berkomunikasi, semangat “team work”, kreatif, percaya diri, inovatif dan mobilitas.

7. Jangan Memilih pemimpin yang menjatuhkan atau mejelek-jelekkan orang lain/pemimpin yang sedang berkuasa.
              Kalimat yang demikian dapat kita lihat, ketika ia menggelar kampanye. Menjatuhkandan menjelek-jelekkan orang lain, seolah ialah orang yang paling benar. Hati-hatilah dengan orang yang demikian, tidak usah saja dipilih.

8. Memilih pemimpin yang memiliki rasa kehormatan diri, kewibawaan, karisma dan kedisiplinan seorang pemimpin
              Dengan demikian ia mampu dan mempunyai rasa tanggungjawab pribadi atas semua kebijakannya. Kita dapat melihat kewibawaan dan karisma/figur seorang pemimpin itu, saat ia berbicara di depan umum dan dalam kepribadian sehari-harinya.

9. Kemudian pilihlah sesuai dengan hati nurani kita.
              Jangan pernah sekali-kali berpikiran untuk Golput (golongan putih) atau tidak memilih. Ingat…! Satu suara kita menentukan bangsa dan daerah ini 5 tahun yang akan datang.
“Jadilah bangsa yang cerdas, pintar, dan berbudaya”.

          Dan ingatlah…! Kita harus mencegah kerusakan dan kemungkaran itu. Sesuai dengan sabda Rasulullah,
“Barang siapa melihat kemungkaran, maka hendaknya ia merubah dengan tangannya, jika tidak mampu, maka hendaknya merubah dengan lisannya, jika tidak mampu juga, maka cegahlah dengan hati, yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman(HR.Muslim).”

Jumat, 16 April 2010

Artikel : "Seulas Senyum Guru, Sejuta Kebahagian Bagi Murid"


Oleh : Wildan Rasyid
Mahasiswa Fakultas Farmasi
Universitas Andalas, Padang

       Dewasa ini, sudah banyak guru yang pintar secara akademis, lulus dengan IP (Indeks Prestasi) yang tinggi, 3,5: 3,8, atau bahkan ada yang mendapatkan IP 4.0 sewaktu di perguruan tinggi. Namun setelah jadi guru, ada kalanya kepintarannya kurang mengalir kepada muridnya. Tak selamanya guru yang pintar, cerdas intelektualnya dapat mendidik dan menghasilkan siswa yang pintar juga. 
       Katakanlah gurunya tamatan universitas favorit di Indonesia, seperti : UNJ (universitas Negeri Jakarta), UNP (Universitas Negeri Padang), UNIMED (Universitas Negeri Medan) dan lain-lain. Tetapi di dalam proses belajar, hanya sepersekian siswa saja yang mampu menerima pelajaran dengan baik. Kenapa demikian? Apakah siswanya yang bodoh, sehingga tidak dapat menyerapkan pelajaran dengan baik?
                Tidak…! Pada dasarnya, siswa tidak ada yang bodoh, yang ada hanyalah perbedaan daya tangkap dan daya serap, namun itu tak dapat dijadikan alasan dalam proses belajar mengajar. Ada banyak factor penyebabnya, satu di antaranya adalah factor kehangatan emosional guru yang terekspresi lewat senyuman. Ada apa dengan senyuman?
                  Kurangnya ekspresi senyum dari guru kepada murid memang bisa membuat transfer ilmu jadi agak mandek. Bagaimana pun pintarnya sang guru, jika siswa kurang senang dengan gurunya, maka ilmu yang diberikan dalam proses belajar mengajar mustahil dapat diterima dengan baik. Apalagi kalau sang guru kurang ikhlas dalam mengajar, mengajar hanya karena tuntutan pekerjaan belaka. Oleh karena itu ciptakanlah suasana yang menyenangkan dengan membudayakan senyuman.
Jika ditanyakan kepada sang siswa, “mana yang kamu suka belajar dengan guru yang kualitasnya biasa-biasa tapi baik, ramah (mudah senyum) atau belajar dengan guru pintar tapi galak? ” Pasti siswa-siswa akan serempak menjawab “guru yang biasa biasa tapi ramah dan mudah senyum”.
                Terkadang senyuman dianggap hal yang sepele, namun dibalik itu terdapat nilai estetika, rasa cinta, kasih sayang, kekeluargaan yang tentunya mempengaruhi psikologi dan sikap orang yang melihatnya. Ibarat sakit, senyuman adalah paracetamol yang dapat meredakan sakit. Bedanya senyuman tidaklah berbentuk atau berwujud, tapi secara rohaniahnya langsung mengobati hati yang gundah. Senyuman juga disebut dengan emulgator, yang mengangkat noda-noda, mengikis dendam-dendam, keluh kesah dan perasaan tak senang, sehingga yang tinggal hanyalah hati yang sejuk dengan pancaran senyuman yang bersahabat.
                   Banyak ungkapan yang dibuat murid, yang kemudian dipajang di dinding kelas. “Senyum adalah ibadah”, “Senyummu semangat belajar kami”, ” Senyummu jembatan ilmuku”, “ Senyum guru adalah obat belajar mujarat” Dan banyak lagi kata-kata indah untuk menerjemahkan senyum, menandakan perlunya senyuman guru bagi murid. Namun kenapa jarang sekali guru-guru yang mengindahkan kata-kata yang keluar dari hati murid-muridnya, yang mengharapkan ulasan senyum guru ketika masuk kelas.
Bisa kita bayangkan, guru yang dikenal killer, ditakuti para siswa karena kebringasannya, tiba-tiba hari ini berubah menjadi ramah, murah senyum. Tentunya para siswa akan bertanya-tanya, “Tuh bapak ke sambet dimana ya…? Jika saja hal itu berlangsung setiap hari, tentu siswa yang selama ini merasa takut , suka dongkol dan malas untuk belajar, terutama dengan sang guru, akan ada perubahan. Ia akan menjadi rajin, bahkan menyenangi sang guru. Selain itu siswa yang dulunya penakut akan jadi lebih berani untuk bertanya. Siswa yang dulunya pemalas akan mau memotivasi dirinya agar lebih rajin, dan siswa yang dulunya pelawan (pelaku rawan pencurian), suka dongkol, akan merubah akhlaknya. Senyumannya jadi ibadah bukan?
Sungguh luar biasa nilai sebuah senyuman yang dianggap sepele itu, nilai senyuman sama dengan sedekah, seperti sabda Rasulullah, “ Senyum adalah shadaqoh”
                Sekarang telah disediakan program sertifikasi guru, yang dikenal dengan penggandaan gaji guru, itu terlepas dari plus minusnya, menuntut guru menjalankan profesi dengan penuh kesabaran dan tanggung jawab. Jika guru mampu memenuhi itu, mereka akan memperoleh imbalan layaknya pekerja keras yang profesional di bidangnya.
                Dalam pentransferan ilmu untuk mengembangkan kreativitas dan inovatif proses belajar mengajar guru mesti lebih banyak mengutamakan sikap santun dan rendah hati. Berbagai kekerasan oknum guru terhadap murid, yang belakangan mencuat, sungguh tak selayaknya terjadi, itu sama halnya guru mencoreng system pendidikan di tanah air.
                Rekontruksi pendidikan yang akrab dikenal dengan Paikem (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) tidak akan dapat berjalan dengan baik, kalau tidak dengan kerja keras, tidak dapat dilakukan dengan setengah hati. Di tambah lagi zaman globalisasi sekarang yang membuat siswa berkembang lebih cepat, berbeda dengan siswa-siswa dulu, yang hidup dengan ilmu dan teknologi yang terbatas.

Bagaimana jika dalam pembelajaran guru berwajah garang dan ketus ?
             Secara teknis, ketika guru masuk kelas dengan wajah yang garang, ketus, masam, atau dibilang angker, dipastikan kelas yang sedang ribut akan tersentak menjadi tenang. Baru saja sang guru berjalan dengan entakan kakinya yang kuat, siswa-siswa sudah pada cemas, “Pak Jhon datang…pak jhon datang…!” teriak mereka sambil berlarian ke tempat duduk. Suasana kelas berubah tegang dan murung. Sikap ketus dan masam guru secara spontan menular kepada semua siswa. Dengan bersikap demikian sang guru sepertinya bermaksud menampakkan kewibawaannya di hadapan murid-murid. Namun secara psikologi, sikap itu malah menghambat kelancaran proses pembelajaran. Bagaimana tidak…? Siswa merasa tertekan, siswa akan cenderung acuh tak acuh, kalau pun mengikuti pelajaran, itu hanya karena terpaksa dan terasa tersiksa. Jika siswa jadi masa bodoh terhadap pembelajaran dan gurunya, berarti proses belajar mengajar bisa di klaim gagal.
             Lain halnya jika guru masuk kelas dengan wajah yang cerah, ramah, dan memancarkan seulas senyuman diwajahnya. Senyum yang tulus dari sang guru dengan akan cepat merembah, mengubah suasana kelas menjadi bergairah. Istilahnya, senyum merupakan bumbu dalam system pentransferan ilmu dari guru kepada murid-muridnya. Sebaik apapun model pembelajaran atau metode mengajar, yang telah dirancang sedemikian rupa, jika guru menyampaikan dengan sikap kaku dan ketus, terlebih lagi dengan tampang yang angker, singkatnya tanpa bumbu senyuman, maka hasilnya akan kurang maksimal. Namun sebaliknya, sesulit apapun pelajarannya, jika disampaikan dengan hal yang menarik yang dibumbui dengan senyum simpatik guru, maka gairah belajar itu akan timbul, hingga usaha dan kerja keras siswa untuk mendapatkan pelajaran itu akan terlihat jelas. Inilah pembelajaran yang diharapkan.
              Tapi ingat janganlah menampilkan senyum yang dibuat-buat, siswa pantang dibohongi guru. Senyum guru mesti murni, muncul dari hati, sehingga jatuhnya juga ke hati. Karena senyum yang ikhlas, menandakan kasih sayang guru terhadap muridnya. Tapi bagaimana kalau ada masalah dengan mulut atau giginya? Seperti gigi ompong atau gingsul, bahkan mengeropos…? Yakinlah wahai guru-guruku! Siswa tak akan mempedulikan itu, mereka akan menghargai wajah teduh guru yang sedang tersenyum manis. Karena senyum adalah rahmat, yang mendatangkan kebahagiaan bagi diri sendiri dan orang lain. Mengapa disia-siakan?
Orang yang mudah tersenyum menandakan ia orang yang dermawan. Tapi jangan terjemahkan dalam bentuk materi dulu. Orang Arab paling senang melihat orang yang mudah tersenyum dan selalu terlihat bersemangat dan ceria. Mereka menandakan orang seperti itu pertanda kemurahan hati, sikap lapang dada, dan ketanggapan pikiran. Sebuah syair mengatakan, ”Ketika kau melihat (senyuman) senantiasa seolah kau mendapatkan apa yang kau inginkan selama ini, sungguh tak ternilai harganya, karena, memang ia tak dapat untuk kau beli.”
       Bagaimana keindahan senyuman itu ?

       Berikut ini ada sedikit cerita ulasan tentang senyuman!

             Pagi itu Pak Anto diserang oleh MKKS, Uuups…bukannya Musyawarah Kerja Kepala Sekolah, tapi “Masalah Klasik Keluarga Sederhana”, yaitu kekurangan uang belanja, istrinya marah-marah, siswa-siswanya bertengkar memperebutkan celana, baju, dan kaus kaki, itu karena ibunya suka membelikan barang yang sama untuk siswa-siswanya, ditambah mereka juga saudara kembar. Walau pertengkarannya kecil, tidak sampai ada piring yang terbang, bagaikan ufo melayang di angkasa, tidak ada piring yang pecah, tetapi cukup membuat kepala pak Anto pusing. Kemudian ia meninggalkan kesemberawutan keluarganya dengan hati yang gelisah, ia bawa pergi tancap gas dengan Honda Sebe-er nya alias Supra Fit Biru. Perjalanan pak Anto dipenuhi wajah yang cemberut dan tegang, hingga ia memacu sepeda motor tuanya itu dengan kecepatan penuh. Otaknya pun terasa berputar-putar memikirkan masalah rumah tangganya.
             Setelah sampai di gerbang sekolah, tampak siswa-siswa berseragam putih abu-abu berduyun-duyun memasuki gerbang, pak Anto memperlambat laju sepeda motornya dan membuka helmnya. “Pak…!” Sapa seorang murid, “Assalamu’alaikum, Pak ! sahut murid-murid lainnya sambil tersenyum, menyapa dan bergantian menyalami tangan pak Anto. Pak Anto menjawab salam dan tanpa disadarinya, terasa senyuman siswa-siswa muridnya telah menghipnotis pikirannya, melupakan kegelisahan dan masalah yang ia hadapi di rumah tadi. Pada akhirnya ia pun tersenyum lebar. Suatu keajaiban baru saja terjadi. Pak Anto yang awalnya berada dalam kedumelan hati, kegelisahan, marah , kacau dan pusing yang bersatu membuat otak pak Anto rasanya mau pecah, sekarang hilang begitu saja, seolah telah larut oleh pancaran senyuman yang ia ulaskan kepada murid-muridnya. Dengan muka berseri-seri, kini pak Anto memasuki ruang guru dan menyapa, “Assalamu’alaikum sahabat-sahabatku…!” sahut pak Anto. Guru-guru lainnya pada terkejut, melihat wajah pak Anto yang berseri-seri, dengan ulasan senyumnya yang menyinari ruang majelis guru. Ajaibnya, senyuman pak Anto mampu meluluhkan hati rekan-rekan guru lainnya, ketika ia mengajak para guru untuk bersalaman dan menyambut kedatangan murid-murid dengan senyuman yang penuh dengan kasih sayang di teras depan sekolah. Sungguh indah hari itu, siswa-siswa murid yang melihat guru-gurunya kompak menjadi bersemangat untuk belajar. Disanalah keindahan senyuman yang selama ini dilakukan oleh SMA N 3 Batusangkar, yang merupakan sekolah (Program Layanan Keunggulan Tanah Datar) sejak awal berdirinya tahun 2004, dengan membiasakan budaya salam.
           Apa yang dialami pak Anto diatas, mungkin pernah kita alami, tapi kenapa kita tidak selalu mengamalkannya. Senyum, salam, dan sapa adalah perbuatan yang sepele, dan sangat kecil. Tetapi perbuatan itu mampu mengobati dan menyembuhkan kekesalan, kegundahan hati, kepanikan dan bahkan kesedihan. Kenapa siswa tidak nyaman belajar? Salah satu penyebab karena siswa tidak menemukan cinta, dan kasih sayang ditempat dimana ia belajar. Ibarat sebuah kapal layar, bagaimana kita dapat beristirahat tenang, sementara ada badai yang sedang menggoncang. Begitu juga di sekolah bagaimana siswa akan dapat belajar dengan baik, sementara di depan matanya ia melihat guru-gurunya saling hina dan saling ejek mengejek. Bagaimana ia akan tenang, jika siswa hanya menjadi tempat pelampiasan kemarahan sang guru, sehingga ia masuk ke kelas dengan wajah yang masam dan garang. Mungkin karena urusan rumah tangganya, atau pun karena masalah dengan guru lainnya. Coba bayangkan, kalau kejadian itu berlangsung setiap harinya di sekolah. Apakah kita mampu menciptakan pendidikan yang maju dengan kondisi seperti itu?
             Beberapa penelitian dari para ahli mengatakan, “Orang yang biasa senyum lebar berumur lebih panjang, ketimbang yang senyum seadanya” Hal ini merupakan temuan studi Ernest Label, profesor kebidanan, ginekologi, dan psikolog di Wayne State University, Amerika Serikat. Ada juga yang mengatakan ciri-ciri orang yang jarang senyum itu, pada bagian sekitar matanya akan berkerut. Untuk itu, biasakanlah tersenyum, menebarkan senyuman berarti memberikan kebahagian terhadap sesama. Siswa-siswa, terutama untuk diri sendiri. Niscaya amalan yang dianggap sepele dan kecil itu, jika dilakukan dengan ikhlas dan penuh ketulusan akan jadi catatan kebaikan yang sangat besar, seperti hadits Rasulullah, “Jangan meremehkan suatu perbuatan kebaikan, walau sekadar menyambut kawan dengan muka yang manis.”

             Jadi, Ayo teman-teman, dan guru-guruku, kita lestarikan budaya senyuman, karena senyuman adalah obat mujarat bagi hati yang gundah.

Senin, 05 April 2010

Sekolah dan Anak-Anak Konseptor


Oleh :
              Wildan Rasyid
Mahasiswa Fakultas Farmasi
Universitas Andalas Padang





         Tentu kita semua tahu dengan kata “sekolah”, yaitu tempat belajar dan menuntut ilmu bersama teman-teman dan guru (guru, yang tentunya lebih pintar dari murid yang diajar). Belajar sngat identik dengan sekolah, sebuah lembaga formal perdidikan. Namun aktifits belajar tidaklah hanya terjadi di sekolah. Jauh dari itu belajar bisa dilakukan dimana saja, seperti yang terungkap dalm pepatah Minng, “Alam Takambang Jadi Guru”, Apa saja yang ada di dunia ini, manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan semuanya disebut dengan alam, sehingga kita dapat belajar dari nya.
               Siapa bilang orang tidak bersekolah itu bodoh, dan tidak semua orang yang tidak bisa kuliah berarti gagal dalam hidup. Buya Hamka, orang yang tidak lama mendapatkan pendidikan formal, namun ia mampu menjadi sastrawan terkenal dengan karya-karyanya, menjadi ulama besar dan berperan penting dalam kancah politik bangsa ini. Thomas Alfa Edison, siapa menyangka, ia yang mendapatkan pendidikan formal hanya sampai Elementary School (Sekolah Dasar) di Port Huron, Michigan, USA, dikeluarkan dari sekolah karena dianggap idiot. Namun ia mampu menjadi penemu terkenal di seluruh dunia. Tercatat 1000 macam penemuan yang telah dipatenkannya, seperti : lampu listrik, fonograf, aki, telegram, piringan hitam, kamera film, serta proyektor, bahkan ia juga menyempurnakan telepon agar dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
               Ada pendapat beberapa pakar yang rada-rada “sinis” dengan sekolah, misalnya Edward de Bono, penulis buku New Thingking For The New Millenium, yang mengatakan bahwa sekolah adalah academics games (permainan akademis) yang memberi kontribusi bagi pengkerdilan cara berpikir. Menurutnya, sekolah atau yang ia sebut dengan academics games itu adalah permainan yang khusus sekali, yang mana manusia diharuskan menyerap, mengingat, atau menghafal banyak hal, baik berupa informasi yang disampaikan melalui tulisan, maupun dengan metode ceramah yang biasa dilakukan guru-guru yang pemalas. Semua harus disimpan baik-baik, dan bila diminta kembali (yang dikenal dengan ujian) kita harus mengeluarkannya dalam bentuk tulisan di lembaran jawaban. Seorang pelajar yang tidak terampil dalam mengingat dan menyimpan informasi akan mengalami KO (knock out), kalah telak. Padahal ia memiliki potensi yang amat dahsyat, karena di dalam dirinya terdapat otak yang cerdas yang tidak tergantung pada pengetahuan yang disimpan.
Hal ini juga didukung oleh Paulo Freire, seorang pakar pendidikan asal Brazil, yang menyebutkan bahwa sekolah hanya menjadikan otak manusia laksana bank informasi. Informasi itu didepositokan ke dalam sel-sel otak . Dan pada suatu saat, kita harus menarik deposito itu kembali. Artinya apa ?, otak kita yang berharga ini, super canggih dengan komponen-komponennya (made by Allah) ini, hanya sekadar tempat persinggahan dan pelabuhan atau tempat penampungan informasi saja.

             Apakah sekolah yang demikian, yang diharapkan mampu menghasilkan anak bangsa yang dapat merubah bangsa ini menjadi lebih baik ? Tentu tidak dan sekarng bgaimana lagi ? Adalah sangat perlu bagi kita par pelajar untuk mencari sekolah yang dapat membangun kita, untuk bisa menatap masa depan.
Kalau kita pikir-pikir bahwa pendapat Edward de Bono itu, ada benarnya juga bukan? Terkadang, anak didik seolah-olah dijadikan alat, demi menjaga nama baik sekolah. Namun kita harus berpikiran positif juga, bahwa tidak semua sekolah yang memiliki pemikiran yang rendah demikian. Saran buat pelajar yang mau melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan sekolah yang lebih tinggi, yaitu pilihlah sekolah yang tepat dengan segala mutu dan kualitasnya yang dapat bersaing (kompetisi) dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia anak bangsa ke depan. Pilihlah sekolah yang tidak menjadikan kita sebagai alat, tapi sekolah yang menjamin masa depan kita. OK !
                Dewasa ini mencari sekolah dengan guru-guru yang sejati, sungguh sulit. Kebanyakan sekolah yang ada hanya menjadi tempat orang-orang penghafal, yang hasil hafalannya itu harus dimuntahkan dalam lembaran-lembaran kertas ujian, yang akhir dari semua itu diberikan nilai. Jika ingin mengetahui potret kemampuan otak, kita bisa melihat dari hasil atau nilai yang diberikan, “Wah…nilaiku 95, aku 90…! Kalau aku 100..!” Apakah nilai otak kita, cukup dihargai hanya dengan nilai 100 ?

               Sebenarnya, banyak orang yang telah menganut “ No School” atau tidak mengikuti sekolah formal, bahkan menyorakkannya melalui kampanye kesana-kemari, yang tentunya dengan alasan tersendiri yang cukup logis. Namun kita tak usahlah memikirkan hal itu, atau bahkan ikut dalam kampanye anti terhadap sekolah formal. Tapi kita perlu berpikir bijak untuk mempersiapkan sekolah dengan cara yang pas. Singkatnya, jangan jadikan sekolah hanya tempat sekedar untuk menghafal, utnuk mencari nilai semata, namun kita harus menjadikan sekolah sebagai tempat yang betul-betul dapat mengembangkan dan menumbuhkan kembangkan daya potensi dan bakat diri kita, serta dapat menyalurkan daya kreasi, imajinasi dan apresiasi yang ada dalam diri kita.

              Penciptaan generasi yang unggul itu tidaklah instant, alias Bim Sa La Bim, namun butuh proses dan langkah-langkah jitu, yang timbul dari interaksi di lingkungan sekolah, mulai dari stakeholder, guru, dan murid, serta karyawan yang ada di sekolah itu.Untuk itu ada beberapa strategi untuk dilakukan agar kita tidak menjadi pelajar pasif atau konseptor, yang menjadikan sekolah hanya sebagai tempat mengahafal :

1) Kita harus mempersepsikan sekolah sebagai tempat memikirkan ciptaan Allah. Karena alam inji diciptakan Allah untuk kita manusia, maka wajib bagi kita untuk menjaga dan melestarikannya. Buang jauh-jauh pikiran bahwa the last target kita adalah nilai. Nilai memang penting, tapi bukan satu-satunya yang harus dipentingkan di sekolah.

2) Mengembangkan rasa ingin tahu. Caranya dengan banyak membaca buku-buku yang diminati. Jangan hanya memabca buku pelajaran karena ia bukan sumber utama, masih banyak sumber lain yang dapat membuat rasa ingin tahu kita berkembang. Kalau masalah harga, janagn terlalu dipaksakan, kita bisa membeli buku-buku itu diemperen atau loakan, Toh tidak ada bedanya dengan buku yang dijual di toko-toko besar dan mewah. Janganlah membeli buku karena luarnya saja, tapi terawanglah bahwa buku itu pas buat kita dan dapat membuat kita terinspirasi untuk lebih maju.

3) Menciptakan suasana yang kondusif untuk kita membaca dan belajar di kelas, rumah, minimal di kamar sendiri. Janganlah membatasi subjek buku yang kita baca hanya buku pelajaran tok, karena itu tak ada salahnya kalau kita setarakan posisi buku pelajaran dengan buku-buku inspirasi atau motivasi, buku pelajaran yang berisi kurikulum itu, bukanlah kitab suci. Tapi yang perlu dibuang ke tong sampah adalah buku-buku porno atau buku yang mengundang libido (nafsu seks). Kita tak layak mengkonsumsinya.

4) Ajaklah guru dan komponen sekolah untuk mengkaji ulang cara belajar yang baik, tentunya dengan maksud agar pembelajaran lebih menarik dan efektif. Artinya bawalah ke ruang kelas media atau benda yang menjadi objek yang sedang dipelajari. Contoh : ketika belajar kesenian, yaitu mempelajari alat-alat musik, hadirkanlah berbagai alat-alat musik itu dan pelajarilah cara menggunakan dan memainkannya. Itukan lebih menarik dari pada hanya sekedar mengetahui dari buku dan membayangkannya. Kemudian kalau belajar biologi, misalnya mengenai peredaran darah. Kan lebih bagus dan menarik kalau menggunakan media, seperti menampilkan gambarnya dan peredarannya melalui infokus. Atau minimal, menggambarkannya di papan tulis. Jangan hanya mengandalkan gambar di buku. Agar anak tidak kaku dan mampu menganalisakan bentuk peredaran dan bagaimana peredarannya itu. Karena kalau tanpa dilengkapi dengan gambar, anak akan menghayalkan dan membuat penafsiran sendiri yang jauh dari yang diharapkan. Menurut penelitian, anak didik, khususnya remaja yang dalam pubersitas, cenderung mudah bosan dengan kegiatan yang kaku dan tidak menarik, atau istilah trennya tidak memacu adrenalin.

          Kemudian mengingat daya tangkap anak didik yang berbeda, terkadang bagi anak yang bersifat fisual (memahami lewat penglihatan) metode yang disampaikan dengan metode ceramah (ucapan kata-kata semata, akan sulit baginya menangkap informasi atau pelajaran yang disampaikan.

5) Hilangkan budaya membuat contekan-contekan yang digunakan untuk menghafal atau bahkan disimpan sebagai “jimat” di kala ujian. Namun berusahalah pelajari subjek-subjek yang ada secara natural dengan menggalinya dari berbagai sumber.

6) Bersikap pantang menyerah ! “Orang kuat bukanlah orang yang selalu menang, tetapi adalah orang yang tegar dalam menghadapi kekalahan”

7) Jangan pernah berhenti utnuk belajar, jangan pernah puas dengan prestasi kita sekarang. Mario teguh pernah berpesan,”Kenapa harus puas, kalau kita masih bisa berprestasi, kenapa harus puas, kalau kita bisa lebih sukses, dan kenapa kita harus berhenti bersyukur, kalau nikmat tuhan tak henti-hentinya mengalir kepada kita” Ingatlah kata pujangga kecil, ”Orang lemah itu adalah orang yang menjadi pemilik dari masa lalu, sedangkan masa itu sedikitpun tidak akan pernah dijumpai lagi” orang ini hanya membanggakan masa lalunya, “Di waktu SMP aku anak tim olimpiade Biologi (tapi sekarang selalu remedial). Aku dulu adalah anak juara kelas (tapi sekarang tinggal kelas), waktu aku SD dan SMP aku menjadi juara umum (tapi sekarang terancam di Drop Out/ DO). Banyak lagi orang yang membanggakan masa dulu, dengan berbagai bahasanya. Hindarilah hal ini, jangan sampai kita menjadi pemilik masa lalu yang tak kunjung kembali. Tataplah masa depan, raihlah masa depan yang cemerlang, jadilah orang yang berguna bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, nusa, bangsa, dan agama. Karena Rasulullah bersabda, ”Sebaik-baik kamu adalah orang yang memberikan manfaat kepada orang lain”

           Oleh karena itu, ubahlah pandangan yang menjadikan sekolah sekedar dalam konteks penghafalan informasi. Semua itu dapat kita ubah dengan memulainya dari diri kita sendiri. Mengubah diri sendiri jauh lebih baik dari pada tidak sama sekali.

Minggu, 04 April 2010

ArTi PenTing NaMa PriBaDi






Oleh : Wildan Rasyid

W aktu berjalan tanpa suara
I tulah kehidupan di dunia nyata
L ambat laun kan hilang sekejap mata
D an takkan pernah lagi tuk bersua
A ku datang atas nama cinta
N amun bukan suka belaka
R asa cinta karena Allah semata
A llah lah pencipta pria dan wanita
S upaya terhindar dari api neraka
Y akin & percayalah anda semua
I nsya Allah, kebahagiaan akan tercipta
D engan Dia tetap bersama kita

Nak Dua puisi ini…!

W aktu bergulir silih berganti
I ndah terasa sejuk di hati
L ihatlah dunia yang fana ini
D engarlah kicauan burung nuri
A langkah menggoda hati sanubari
N amun itu tak dapat dimungkiri
R asa itu hadir disetiap lelaki
A nak muda yang punya hati
S emua berubah jadi orang yang berarti
Y ang mencintai seorang bidadari
I tulah kehidupan setiap pribadi
D i dunia sampai akhirat nanti

Senin, 15 Maret 2010

Opini : Pesan Buat Pelajar Sebelum Menghadapi Ujian Nasional

Pesan Buat Pelajar Sebelum Menghadapi Ujian Nasional

Oleh : Wildan Rasyid
SMA Negeri 3 Batusangkar

Banyak orang takut dan resah ketika menghadapi UN (Ujian Nasional), kenapa? kenapa harus takut ??? Kalau kita tidak salah ngapaen harus takut? Iya bukan…! Rasa takut hanya untuk pencuri ulung yang beraksi saat dalam kesempitan akal, dalam ujian alias penyontek, mereka takut, jangan-jangan waktu ujian tidak mendapatkan contekan, tidak ada teman yang bisa memberi jawaban, atau tidak mendapatkan tempat duduk yang strategis saat ujian. Sehingga mereka bukan takut tidak dapat menjawab soal-soal UN, namun lebih takut dengan posisi tempat duduk saat ujian nanti, dengan siapa ? sebelah kiri kanan, muka belakang siapa? Duduknya di sebelah mana? Dekat pengawas nggak? Itulah yang membuat para pencuri ulung itu takut dan cemas.
Tapi tentu, kita tak ingin jadi pencuri itu bukan? Karena mereka menggantungkan jawabannya mereka kepada orang lain alias lengong kanan-lengong kiri, muka atau belakang. Budaya itu harus dihilangkan sejak dini, apalagi saat UN. Seandainya orang yang kita contek itu tidak lulus, bagaimana dengan kita? Apakah kita juga mau ikut-ikutan tidak lulus, menjadi pecundang karena kebodohanmu sebelum berjuang? Tentu saja tidak bukan? Jadi jauh-jauhkanlah hal yang demikian itu.
“Persiapan Adalah Ibu dari Sebuah Keberhasilan”, begitu pituah mengatakan.Betul…! Keberhasilan seseorang tergantung pada bagaimana ia mempersiapkannya. “Hidup santai masa depan cerah” , kata-kata itu sangat tidak mungkin, that imposible only, tidak mungkin seseorang itu berhasil tanpa usaha, kerja keras, motivasi yang tinggi, do’a dan sikap yang pantang menyerah. Untuk menghadapi UN, tentu kita harus memiliki persiapan yang matang, meliputi : mental, fisik yang kuat dan tentunya dengan ilmu yang mantap. Karena itu kita perlu memiliki strategi khusus dalam menghadapi semuanya, sehingga persiapan kita yang matang akan membuahkan hasil yang memuaskan yaitu sebuah keberhasilan dan kesuksesan.
Nah, berikut ini Strategi jitu untuk menghadapi Ujian Nasional, agar kita tidak tegang dan stress menghadapi Ujian Nasional (UN) yang dalam benak kita terbayang laksana menghadapi monsters yang menakutkan:

1. Lakukanlah proses belajar secara continue, karena cara yang dikenal dengan SKS alias Sistem Kebut Semalam sudah Jadul. Tentu tidak mau juga usaha kita selama 3 tahun ini dibalasi hanya dengan nilai yang mengecewakan, atau bahkan mampu memupuskan harapan kita dalam menggapai masa depan. Tidak mau bukan…? Oleh karena itu, teruslah belajar, pantang menyerah…!

2. Sebelum memulai proses belajar hendaklah kita menenangkan diri dan membersihkan pikiran kita terlebih dahulu dari berbagai permasalahan.

3. Untuk sementara, jauhkan diri dari HP (handphone). Karena bagi anak remaja itu sangat banyak pengaruhnya dan dapat mengganggu konsentrasi belajar. Seperti untuk nelpon atau sms si dia,yang menghabiskan waktu, hingga larut malam. Untuk sementara, bukan gak apa-apa kalau bersabar dikit demi masa depan. “Kalau perlu putusin si dia”. Itu demi kebaikanmu, pilihlah kata-kata yang elok yang bisa buat ia mengerti dengan kita. Kita tentu tidak mau menyesal nantinya, kalau kita dinyatakan tidak lulus bukan…? Ingat! penyesalan itu akan datang pada kemudian harinya.

4. Gunakan cara yang cocok untuk kita dalam menenangkan diri dan pikiran. Seperti : membaca Al-Qur’an secara rutin 2-5 halaman perharinya atau lebih. Shalat tahajjud, puasa senin kamis, dan usahakanlah melakukan shalat hajad. Shalat Hajad (permintaan), disanalah lebih baik untuk kita untuk bermunajat kepada Allah. Lakukanlah shalat ini pada malam hari. Setelah shalat dua rakaat, lalu sujudlah, baca istigfar 100 kali dalam sujud, shalawat nabi, Al-Fatihah, ayat kursi dan bacaan lainnya, seperti tiga kul alias surat Al-ikhlas, An-Nas, dan Al-Falaq. Semakin banyak kita membacanya, tentu semakin baik. Setelah itu barulah ucapkan do’a atau permintaan kita, dengan bahasa yang indah.
Usahakan shalat ini dilakukan selama 7 hari berturut-turut sebelum UN dan 7 hari sesudahnya. Ingat keikhlasan menentukan dikabulkannya do’a kita oleh Allah, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Karena Dialah satu-satunya tempat untuk kita menyembah dan meminta pertolongan. Yakinlah….! Do’a kita insyaallah akan dikabulkan Allah. Karena Ia tidak pernah menyia-nyiakan do’a hambaNya yang beriman dan taat padaNya.

5. Bagi-bagilah waktu yang kita gunakan dalam belajar. Kalau perlu kita buat daftar kegiatan yang akan kita lakukan pada hari ini. Pemanfaatan waktu yang tidak efektif akan menimbulkan kerugian buat diri.

6. Pilihlah waktu istirahat untuk mengendorkan urat-urat saraf kita setelah lama digunakan untuk konsentrasi belajar.

7. Jangan langsung melakukan aktivitas belajar setelah selesai mengikuti ujian. Hendaknya istirahat terlebih dahulu beberapa saat, sehingga hilang rasa sedih, kecewa, dan kesal karena tidak bisa menjawab soal-soal tadi. Dengan demikian, kita akan terhindar dari kecemasan menghadapi ujian selanjutnya. (Kuncinya jangan sampai kita terbebani dengan ujian tadi, lupakan itu, biarkan ia berlalu, sekarang tatap kedepan untuk hari esok. Karena, orang yang lemah itu adalah orang yang sibuk dengan apa-apa yang telah terjadi, tanpa menjadikannya sebuah motivasi.

8. Bila menemukan materi yang sulit dipelajari atau untuk menghafalnya, maka bacalah materi itu sebelum tidur, Karena menurut penelitian, materi yang kita baca tadi akan terurai ketika tidur. Mengingat otak orang yang tidur itu lebih jernih daripada otak orang yang terjaga. So, ketika bangun kembali kita bisa mendapatkan ide atau jalan untuk menemukan solusi untuk pelajaran yang sulit tersebut.

9. Jangan begadang, tidur yang cukup. Karena itu akan membuat kita lemas dan ngantuk saat menghadapi ujian.

10. Berangkatlah dengan perut berisi, maksudnya jangan biarkan perut ini kosong saat berangkat sekolah, makanlah terlebih dahulu. Tapi jangan terlalu kenyang, karena itu dapat membuat kita mengantuk.

11. Hindari makanan berlemak, hindari minum kopi dan teh, karena itu akan membuat kita cepat haus dan kekeringan saat ujian.

12. Datanglah ketempat ujian 10 menit sebelum masuk. Karena kalau terlalu cepat obrolan teman-teman dan hal-hal lainnya akan dapat mengganggu konsentrasi kita. Namun jangan juga sampai telat, hal ini sangat berpengaruh pada psikologi atau kondisi jiwa kita, baik konsentrasi, pikiran dan emosional, akan membuat kita merasa cemas dan gelisah saat menjawab soal ujian.

13. Jangan membahas pelajaran di sekolah menjelang ujian, karena itu akan memecahkan konsentrasi kita dan menghilangkan apa yang telah kita pelajari di rumah.

14. Saat menerima kertas soal, ucapkanlah do’a, ”Bismillahi, la haula wa la quwwata illa billahi al-aliyyul adziimi. Allahumma laa sahla tawakkalnaa” (Dengan menyebut nama Allah, tidak ada daya dan kekuatan melainkan dari Allah Yang Maha Tinggi dan Agung. Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali Engkau yang buat mudah. Cukuplah Allah sebagai penolongku, hanya kepada Allah kami bertawakkal.)

15. Bagilah waktu untuk menjawab soal-soal ujian. Berpandai-pandailah bermain dengan waktu saat ujian. Untuk itu usahakan bawa jam tangan saat ujian.
16. Mulailah dari menjawab soal-soal yang dianggap mudah. Ini akan mendorong kita untuk rileks dan percaya diri mengerjakan soal-soal berikutnya.

17. Jangan pedulikan teman-teman kita saat ujian, konsentrasikan pikiran kita pada kertas soal dan jawaban.

18. Jangan cemas bila teman-teman sedang menulis jawabannya, ketika kita masih berfikir.

19. Jangan terganggu ketika melihat teman-teman sudah selesai duluan, karena belum tentu mereka betul semua alias tidak ada yang salah. Jangan terpengaruh, mari kita gunakan semua waktu itu dengan baik, dengan mengkoreksi jawaban kita.

20. Jika kita kembali cemas, maka ulangilah do’a di atas, mari kita pejamkan mata, ambil nafas, tahan untuk beberapa saat, lalu keluarkan pelan-pelan.

Strategi atau langkah untuk menghadapi UN di atas tentu saja sudah cukup akrap dalam telinga dan fikiran kita. Insya Allah dengan strategi diatas kita dapat keluar dari ruang ujian dengan lapang dada, pikiran tenang, dengan penuh rasa bangga dapat menjawab soal-soal dengan baik. Selanjutnya bertawakkallah pada Allah, serahkah semua kepadaNya, tugas kita sebagai manusia hanyalah berusaha…berdo’a…dan bertawakkal…, hasilnya urusan Yang Maha Kuasa, semoga berhasil...!

Sabtu, 27 Februari 2010

Finalis LKTI Unand "Ikan BIlih Spesies Unik Danau Singkarak"

Lomba Karya Tulis Ilmiah ke- X
Tingkat SLTA Se-Sumatera

Ikan Bilih Spesies Unik
Danau Singkarak


Disusun oleh:
Wildan Rasyid (ketua)
Ryando Perdana (anggota)
M. Ridho Wahyudi (anggota)


SMA NEGERI 3 BATUSANGKAR
KABUPATEN TANAH DATAR
SUMATERA BARAT
2010
HALAMAN PENGESAHAN
LOMBA KARYA TULIS ILMIAH KE-X
TINGKAT SLTA SE-SUMATERA

1. Judul Karya Tulis Imiah : Ikan Bilih Spesies Unik Danau Singkarak
2. Ketua Tim
1) Nama Lengkap : Wildan Rasyid
2) NIS : 00345
3) Sekolah : SMA N 3 Batusangkar
4) Alamat Rumah : Jln.Dt. Bandaro Kuniang Kubu Rajo, Lima
Kaum, Tanah Datar, Sumatera barat.
5) No Telp/HP : 085274986692
6) Email/Facebook : wildan.rasyid@yahoo.co.id
3. Anggota : 1. Ryando Perdana
2. M. Ridho Wahyudi


Batusangkar, 10 Februari 2010



Menyetujui,
Kepala Sekolah Ketua Tim,


(Drs. Masrizal Boer) (Wildan Rasyid)
NIP. 19541027 197703 1 001 NIS. 00345



Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Allah swt. atas curahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul “Ikan Bilih Spesies Unik Danau Singkarak”. Karya tulis ini dibuat dalam rangka ikut berpartisipasi dalam LKTI (Lomba Karya Tulis Ilmiah) di Universitas Andalas (UNAND) Padang .
Dalam menyelesaikan karya tulis ini, penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu, perkenankan penulis mengucapkan terima kasih setulusnya kepada:
1. Yang terhormat, Bapak Drs. Masrizal Boer, selaku Kepala SMA N 3 Batusangkar.
2. Drs.Marjohan, M.Pd , dan Ibu Netti Elvina, S.Pd sebagai guru pembimbing dalam penulisan karya tulis ini.
3. Ibu Elfi Yusfita, S.Pd,. M.Si sebagai guru bidang studi Biologi.
4. Selanjutnya kepada kedua orang tua, dan teman-teman yang telah memberikan motivasi dan dukungan sepenuhnya, sehingga karya tulis ini dapat diselesaikan sebagaimana mestinya.
Kendati pun demikian, penulis mengakui dengan kerendahan hati bahwa karya tulis ini masih jauh dari kesempurnaan. Karena itulah, penulis dengan senang hati menerima masukan serta kritik yang membangun ke alamat elektronik wildan.rasyid@yahoo.co.id . Akhir kata penulis ucapkan terima kasih banyak.
Batusangkar, 10 Februari 2010

Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ………………………………………………… I
DAFTAR ISI ……………………………………………………..….. II
DAFTAR TABEL …………………………………………………… III
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah …………………………………………….. 1
B. Rumusan Masalah …………………………………………………...
C. Tujuan Penelitian …………………………………………………….
D. Manfaat Penulisan …………………………………………………...
E. Luaran yang Diharapkan ……………………………………………..
BAB. II IKAN BILIH DAN DANAU SINGKARAK
A. Danau Singkarak .............................................................................................
1. Tinjauan Geografis Danau Singkarak .................................................
2. Manfaat Danau Singkarak ……………………………………….......
B. Ikan Bilih ……………………………………………………………………
BAB III METODOLOGI ..............................................................................
A. Penelitian Survai- Deskriptif ........................................................................
B. Teknik Pengumpulan Data ...........................................................................
C. Teknik Analisa Data .....................................................................................
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN …………………………………….
A. Keunikan Ikan Bilis Dari Sudut Pandang Biologi ……………………….. .
B. Keunikan Ikan Bilis Dari Sudut Pandang Geografis ……………………..
C. Keunikan Ikan Bilis Dari Sudut Pandang Ilmu Ekonomi ……………..…
D. Keunikan Ikan Bilih Dari Sudut Pandang Ilmu Kesehatan ………………
E. Keunikan Ikan Bilis Dari Sudut Pandang Pariwisata …………………….
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ……………………………………………………………….
B. Saran ………………………………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………….

DAFTAR GAMBAR
Nomor Halaman
1. Foto : 1. Danau Singkarak terlihat dari daerah Ombilin ………………. 3
2. Foto : 2. Danau Singkarak habitat ikan bilih …………………………. 10
3. Foto : 3. Rakik ikan bilih.……………………………………………... 13





DAFTAR TABEL
Nomor Halaman
1) Tabel : 1 Klasifikasi Hewan …………………………………………… 5




BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sumatera Barat memiliki sumber daya alam yang indah dan berlimpah. Deretan perbukitan dan pegunungan yang biru yang ditumbuhi oleh aneka ragam pohon dan tanaman yang sangat memikat mata pengunjung. Begitu pula flora dan fauna, membuat daerah ini semakin eksotik bagi dunia wisata. Kehadiran danau, yaitu Singkarak, Maninjau, Danau Diatas dan Danau Dibawah (danau kembar), juga menambah nilai plus atas keindahan ranah minang ini.
Danau Singkarak menjadi danau yang istimewa untuk daerah zoologi, ini karena hadirnya spesies ikan yang hanya ada satu di dunia, yaitu ikan bilih. Penduduk lokal, warga yang tinggal di seputar danau, menyebutnya dengan ikan bilih atau ikan bilis. Mereka sudah sangat akrab dengan keberadaan ikan tersebut, karena ikan bilih ikut memenuhi asupan gizi dan membantu perekonomian mereka. Ikan bilih mengandung nilai gizi, nutrisi atau protein dan zat mineral yang tinggi. Ikan bilih menjadi unik karena kemana saja tidak ditemui spesifik ikan yang bernama ikan bilih atau bilis, kecuali hanya hidup dan berkembang di Danau Singkarak.
Mengkonsumsi ikan bilih adalah hal yang biasa bagi penduduk sekitar. Keunikan dan keistimewaan ikan bilih tidak begitu terasa, karena keberadaan ikan bilih, sudah menjadi hal biasa dalam kehidupan mereka. Keunikan ikan bilih lebih terlihat dari struktur ilmu biologi, geografi, kesehatan, ekonomi, dan pariwisata, juga diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh.
Keunikan dan keistimewaannya membuat ikan bilih menjadi objek yang sangat menarik untuk dibahas dalam sebuah penelitian ilmiah. Hal ini yang membuat penulis tertarik untuk mengangkat ikan bilih menjadi topik penelitian, dengan judul, ”Ikan Bilih Spesies Unik Danau Singkarak”

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana keunilkan ikan bilih ditinjau dari sudut pandang biologi ?.
2. Bagaimana keunikan ikan bilih ditinjau dari sudut pandang geografis ?.
3. Bagaimana keunikan ikan bilih ditinjau dari sudut pandang ilmu kesehatan ?.
4. Bagaimana keunikan ikan bilih ditinjau dari sudut pandang ilmu ekonomi ?

C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang:
1. Keunikan ikan bilih dari sudut pandang biologi.
2. Keunikan ikan bilih dari sudut pandang geografis.
3. Keunikan ikan bilih dari sudut pandang ilmu kesehatan.
4. Keunikan ikan bilih dari sudut pandang ilmu ekonomi.
5. Keunikan ikan bilih dari sudut pandang pariwisata.

D. Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan karya ilmiah ini adalah untuk:
1. Menumbuh-kembangkan kemampuan menulis ilmiah bagi penulis.
2. Mengikuti program LPIR/LKIR.
3. Menginformasikan tentang eksistensi ikan bilih di danau Singkarak.
4. Memberi inspirasi peneliti lain untuk melakukan penelitian tentang hal yang sama dan titik pandang yang berbeda.

E. Luaran yang Diharapkan
Penelitian ini diharapkan bisa memberi informasi/ pengetahuan tentang ikan bilih, spesies unik dari danau Singkarak.

BAB. II
IKAN BILIH DAN DANAU SINGKARAK

A. Danau Singkarak
1. Tinjauan Geografis Danau Singkarak



Foto : 1. Peta daerah Sumatera Barat
Danau Singkarak adalah sebuah danau vulkanik yang terletak di jantung Provinsi Sumatera Barat, yang berada didua kabupaten, yaitu Kab.Tanah Datar dan Kab.Solok. Danau ini sebagai sumber kehidupan bagi warga. Bagaimana tidak, sumber air mereka berpusat pada danau ini, baik untuk minum, mandi, mencuci pakaian, dan bersawah ladang, semua sumber air itu didapatkan dari danau Singkarak. Bahkan danau ini sudah menjadi lahan mata pencarian bagi masyarakat disana, yang sebagian besar adalah nelayan.





Foto : 2. Danau Singkarak terlihat dari daerah Ombilin
Danau Singkarak, (“Danau Singkarak Unik, indah dan memprihatinkan” 2009 dalam situs http://rieko.workpress.com), berada pada letak geografis koordinat 0,360 Lintang Selatan (LS) dan berada 100,30 Bujur Timur (BT), dengan ketinggian 363,5 meter diatas permukaan laut (mdpl). Dengan luas permukaan air mencapai 11.200 hektar, panjang maksimum 20 kilometer dan lebar 6,5 kilometer dengan kedalaman 268 meter. Hal ini membuat danau Singkarakmenjadi danau terdalam dan terluas kedua di pulau sumatera setelah Danau Toba.
Danau Singkarak memiliki daerah aliran air sepanjang 1.076 km dengan curah hujan 82 hingga 252 melimeter per bulan. Dengan pemandangannya yang menawan, memikat hati dan eksotis, membuat danau ini layak dijadikan sebagai tempat wisata dan rekreasi wajib, jika kita berwisata ke provinsi Sumatera Barat.
Memang tidak bisa dipungkiri bahwa danau Singkarak adalah objek wisata yang alamnya begitu fantastik ketika mata melihat, memandang hamparan air kebiruan yang jernih, dengan riak-riak kecil yang menambah kesempurnaan keindahan pesona danau ini. Juga butiran pasir halus yang membentang dibibir danau. Di tengah danau, perahu kecil milik nelayan sedang berlayar mengarungi danau yang tenang, tempat bersemayam aneka jenis ikan. Tak lupa hilir mudik perahu motor dan kendaraan danau yang disewakan bagi para wisatawan, bagaikan ojek danau yang siap membawa tumpangan.
Tak kalah pentingnya pohon-pohon disepanjang tepian danau, membatasi antara daratan dan air. Disamping itu, hijuanya areal persawahan dan perladangan membuat suasana semakin tentram, apalagi dibalik itu pesona wisata alam danau Singkarakterbentang hamparan bukit barisan yang melatarbelakanginya tanpa batas. Tampak dari kejauhan lekukan gunung Singgalang dan Merapi yang berdiri kokoh seolah menjadi pelindung dari Danau Singkarakini.

2. Manfaat Danau Singkarak
Danau Singkarak merupakan hulu batang ombilin yang sebagiannya dialirkan melewati terowongan menembus Bukit Barisan ke Batang Anai untuk menggerakkan generator PLTA Singkarak di dekat Lubuk Alung, Padang Pariaman. Dan sebagian lainnya digunakan untuk sumber kehidupan masyarakat.
Turbin-turbin yang aktif, sebagai pembangkit listrik dari air Danau Singkarak, mampu memenuhi pasokan listrik di daerah-daerah Sumatera Barat. Bahkan dengan danau yang ada di Sumatera Barat, mampu menjalar memenuhi listrik di provinsi lain, seperti di Riau, dan Jambi. Boleh dikatakan danau Singkarak sebagai jantung persediaan listrik di daerah Sumatera Barat dan daerah disekitarnya. Maka dari itu, kesediaan air harus sangat diperhatikan, karena dengan jumlah volume air yang tinggilah turbin-turbin dapat berputar dengan baik, dan menghasilkan pasokan listrik yang memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kerapkali musim kemarau panjang, menjadi pemicu utama kekurangan pasokan air danau Singkarak. Jika pasokan air kurang, otomatis pergerakan turbin pembangkit listrik terhambat, sehingga pasokan listrik pun ikut terganggu. Sehingga tak jarang pemerintah bersama PLN (Perusahaan Listrik Negara) mengambil kebijakan untuk melakukan pemadaman listrik secara bergilir, khususnya di daerah Sumatera Barat.

B. Ikan Bilih
Penelitian para ahli megungkapkan 19 spesies ikan perairan air tawar hidup di habitat Danau Singkarak, yang berada di daerah kab.Tanah Datar & Kab.Solok. Dari 19 spesies itu, tiga diantaranya memiliki populasi kepadatan dominan, yakni ikan bilih (Mystacoleucus padangensis), asang / nilem (osteuchilus brachmoides) dan rinuak. Secara klasifikasinya ikan bilih dapat dikelompokkan sebagai berikut :
Tabel: Klasifikasi Hewan
Kingdom Animalia
Filum Cordata
Kelas Actinopterygi
Ordo Clupeiformes
Famili Engraulidae
Genus Mystacoleusus
Spesies Mystacoleusus padangensis

Ikan bilih dikenal dalam bahasa latin (Mystacoleucus padangensis blkr), ikan ini merupakan spesies ikan khas(endemik) danau Singkarak. Ikan pemakan plankton sepanjang 6 sampai 12 cm ini hasil evolusi selama berjuta-juta tahun di lingkungan danau ini.





Foto: 3. Ikan bilih spesies unik danau Singkarak
Dilihat sepintas lalu, fisik ikan bilih mirip dengan ikan teri ukuran sedang. Secara biologis ikan bilih memang satu spesies yang sejenis dengan ikan teri. Namun berbeda dengan ikan teri biasa, misalnya di Medan. Ikan bilih memiliki tekstur & ukuran tubuh yang lebih besar dan renyah.



BAB III
METODOLOGI

A. Penelitian Survai- Deskriptif
Berdasarkan masalah dan tujuan penelitian maka metode penelitian ini adalah berbentuk survai. Singarimbun (1999: 3-5) mengatakan bahwa penelitian survai mengumpulkan informasi dari responden dengan menggunakan daftar pertanyaan. Yang menjadi unit analisa dalam penelitian ini adalah individu. Penelitian survai dapat digunakan untuk maksud deskriptif.

B.Teknik Pengumpulan Data
Karena penelitian ini menggunakan metode survai (deskriptif) maka peneliti bertindak sebagai instrumen kunci dalam pengumpulan data. Pengumpulan data penelitian mencakup kegiatan:
1. Pengamatan Berperan Serta (participan observation)
Peneliti berperan serta dalam memahami subjek dalam kehidupan sehari-hari. Dalam melakukan pengamatan berperan serta ini, dilakukan upaya pemahaman tentang seluk-beluk keunikan ikan bilih dari danau Singkarak.
2. wawancara
wawancara langsung dengan informan di lapangan. Moleong (1996:87) mengatakan bahwa wawancara adalah percakapan yang dilakukan dengan maksud tertentu untuk memperoleh data mengenai orang, kejadian, kegiatan, organisasi, motivasi, dan kepedulian.
3. Data Sekunder
Data sekunder yaitu data yang diperoleh melalui metode pengumpulan seluruh dokumen dan referensi dalam sebuah buku catatan yang relevan dengan topik.




C. Teknik Analisa Data
Dalam menganalisa data penulis memakai teknik seperti yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman (1992) yakni terdapat tiga proses kegiatan pokok yang peneliti lakukan, baik sebelum, selama, dan sesudah pengumpulan data dilakukan yaitu reduksi data (proses pemilihan data), penyajian data dan menarik kesimpulan.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Keunikan Ikan Bilis Dari Sudut Pandang Biologi
Ikan bilih secara alamiah umumnya memakan berbagai jenis plankton dan betus (sejenis fitoplankton dan zooplankton ). Dari beberapa penelitian menunjukkan populasi plankton dan betus di Singkarak sangat rendah , padahal komunitas plankton (fitoplankton dan zooplankton ) merupakan basis dari terbentuknya suatu mata rantai makanan dan memiliki peranan yang sangat penting bagi suatu ekosistem pantai .
Ikan bilih adalah hewan bertulang belakang (vertebrata) yang hidup di air tawar, berdarah dingin, bernapas dengan insang, tubuhnya bersisik, bergerak dan menjaga keseimbangan badannya dengan menggunakan sirip, tubuhnya kecil, mengandung kalsium yang mencegah pengeroposan tulang. Ikan bilih merupakan sumber kalsium yang tahan dan tidak mudah larut dalam air.
Joni Anwar (35), nelayan danau Singkarak, mengatakan bahwa kehadiran ikan bilih sangatlah mempengaruhi terhadap bahan pangan, khususnya bagi masyarakat sekitar danau di daerah Kab. Tanah Datar dan Kab. Solok , Sumatra Barat . Keunikan yang dimiliki ikan ini menunjang perkembangan dan pertumbuhan bologis anak-anak ,maupun orang dewasa.Jumlah gizi dan nutrisi,mineral yang dikandug ikan ini ,sangatlah special,dibandingkan dengan ikan-ikan lainnya
Dina (30) mengatakan bahwa ikan bilih memiliki keunikan dari sudut pandang biologi karena ukuran tubuhnya “yang imut-imut’, rasanya khas dan berbeda dari ikan- ikan lain. Dalam pengolahan bisa diolah dalam berbagai jenis hidangan- palai bilih, pangek bilih, gulai bilih, goreng bilih dan lain-lain. Fenomena baru bahwa wisatawan nusantara yang datang cenderung membeli ikan bilih.

B. Keunikan Ikan Bilis Dari Sudut Pandang Geografis
Antara ikan bilih dan danau singkarak memiliki ikatan yang sangat erat sekali. Bagaiman tidak, ikan bilih hanya dapat hidup di daerah ini. ikan ini memiliki selektifitas alam yang sangat tinggi, ia tak dapat hidup di kolam biasa, apalagi di aquarium.

Foto : 4. Danau Singkarak habitat ikan bilih
Suatu kali, serombongan peneliti dari Amerika Serikat yang terpikat daengan kelezatan ikan bilih pernah mencoba membudidayakan ikan bilih ini di negerinya. Ia mengembangkan ikan bilih dalam sebuah kolam buatan yang telah dirancang dan dibuat semirip mungkin dengan danau singkrak, namun alhasil hanya nol besar, mereka gagal dalam eksperimenya.
Secara Geografi keunikan ikan bilih dapat dikelompokan, diantaranya :
a) Potensi ikan bilih memiliki varitas / jenis yang bersifat endemik.
Endemic adalah suatu yang menjadi khas dan hanya terdapat pada daerah tertentu.. ikan bilih ( mystacoleuseus padangenis ) di dunia hanya terdapat di danau singkarak, sumatera barat.
b) Keberadaan ikan endemic ini telah menyatu daengan prilaku dan pola kehidupan masyarakat local. Mereka menganggap ikan bilih menjadi bagian dari budaya mereka dan dapat di konsumsi secara tutn temurun. Sehingga masyarakat mempunyai kearifan yang khusus dalam menjaganya dan menjaganya.
c) Secara ekologis dan krimatologis ikan endemic ini memiliki habitat hidup dan berkembang biak yang khas. Sangat tidak mungkin ikan bilih danau singkarak dapat dikembangkan di danau sentari papua, danau tondano Sulawesi Utara, atau danau Poso di Poso apalagi di kolam-kolam kecil buatan manusia.
Menurut Rian (20 tahun) mengatakan bahwa secara geografis, ikan bilih sangat unik karena hanya terdapat di danau Singkarak. Ikan bilih telah menambah pesona danau, karena tubuhnya yang seakan-akan berkilauan bila diterpa oleh cahaya matahari.

C. Keunikan Ikan Bilis Dari Sudut Pandang Ilmu Ekonomi
Sebagian besar warga yang tinggal di sekitar danau Singkarak bermata pencaharian sebagai nelayan. Syamsul Bahri (51), warga Ombilin yang juga seorang nelayan danau Singkarak, mengatakan, “Ikan bilih banyak ditemukan dan mudah untuk mendapatkannya pada tempat-tempat tertentu, misalnya : di dalam air yang tanahnya landai, di bawah akar pohon-pohon danau, didekat-dekat bebatuan, karena disanalah biasanya mereka bertelur. Ikan bilih sangat suka pada tempat yang bersih dan air yang mengalir deras, karena itu lah orang-orang juga banyak menangkap ikan ini di parit-parit (bandar), batang air dan di sungai-sungai kecil dekat danau.
Menurut Syamsul, penangkapan ikan bilih dapat dilakukan dengan berbagai cara, ada yang memancing biasa, menggunakan jaring atau lebih dikenal dengan pukek oleh warga danau, jala, sentrum, alahan dan lain sebagainya. Berikut beberapa aktifitas masyarakat terhadap ikan bilih:
1. Memancing
Cara ini sangat tidak efektif untuk menangkap ikan jenis bilih ini. Karena ikannya hanya kecil-kecil, kalau dipancing tentu saja menghabiskan waktu yang banyak untuk mendapatkannya dalam jumlah yang besar. Untuk memancing ikan ini, hanya butuh umpan seperti : nasi, roti, dan makanan kecil lainnya. Karena makanan ikan ini biasanya hanya dadak (sisa pengolahan padi), bahkan ia sangat suka memakan kotoran manusia dan sisa-sisa makanan.
2. Jaring
Penangkapan ikan dengan menggunakan jaring atau Pukek ini, menggunakan tali yang sudah dianyam, dengan lubang-lubang di tengahnya. Untuk menangkap ikan bilih lubangnya berukuran kecil, sedangkan untuk ikan yang besar lubangnya pun juga harus besar. Kemudian dibagian bawah tali anyaman itu diberi pemberat, seperti besi-besi, dll, sedangkan diatasnya diberi apung-apung, sehingga jaring itu tidaklah tenggelam, seperti berdiri di dalam air, yang siap untuk menjaring ikan-ikan kecil yang melewatinya. Biasanya dibiarkan seharian, kemudian di waktu subuh baru diambil, untuk dibersihkan dan dijual paginya.
3. Jala
Penangkapan ikan-ikan dengan jala di danau ini lebih menguntungkan, selain cepat, praktis, ikan-ikan yang didapat pun juga dapat lebih banyak. Jala berbeda dengan jaring, kalau jaring memanfaatkan lubang-lubang kecil, yang membuat ikan-ikan tersangkut di jaring, tapi kalau menggunakan jala lebih bersifat menyanduk ikan dengan tali anyaman yang lebih rapat yang diujung-ujungnya diberi besi untuk pemberatnya, setelah sampai ke dasar baru tali itu ditarik ke permukaan kembali.
4. Sentrum
Yaitu dengan menyalarkan arus listrik kedalam air, sehingga ikan-ikan disekitarnya tersengat listrik.
5. Alahan
Penangkapan ikan bilih dengan cara alahan sangat sederhana, yaitu dengan menggunakan irok (lidi aren yang dianyam seperti tikar), yang dipasang diujung batang air yang menuju danau. Irok ini berperan sebagai pagar yang membatasi antara danau dan batang air, sehingga ikan terkepung di dalamnya.
Pembuatan alahan sama seperti layaknya orang berkebun/ berladang. Awalnya alahan dibersihkan dari sampah-sampah, sehingga menarik perhatian ikan bilih untuk berkumpul dan bermain disana. Kerja irok sama dengan luka (bubu), ikan bisa masuk, tetapi tidak bisa keluar lagi. Pemasangan ini biasanya dilakukan pada petang hari, yang terangi oleh lampu, dan menambah daya tarik untuk ikan masuk kedalamnya. Kemudian pada subuh hari barulah ikan dipanen (diambil) dengan cara sentrum (tuba).
Syamsul Bahri (05/02/10), mengatakan, “Pengolahan Ikan bilih sampai sekarang masih bersifat primitif" Biasanya setelah para nelayan menangkap ikan malamnya, ikan bilih itu kemudian dibersihkan, dibuang kotorannya. Pagi harinya baru dijual. Ada yang menjual ikan yang masih mentah, belum digoreng, ada juga yang direbus dan digoreng terlebih dahulu baru kemudian dijual”



Foto : 5. rakik ikan bilih

Biasanya pagi-pagi orang sudah pada ramai berjualan, dan membeli ikan bilih itu. Ikan bilih yang dibeli itu akan dibawa ke berbagai daerah untuk dijual lagi di pasaran, seperti ke Bukittinggi, Padang Panjang, Batusangkar, dan Solok. Ada juga ikan bilih yang setelah dibersihkan dengan menekan perutnya, di jemur beberapa hari, kemudian baru digoreng. Dengan demikian ikan bilih itu dapat tahan beberapa bulan, sekitar 1 hingga 3 bulan. Biasanya ikan bilih itu untuk dibawa ke luar kota, ke jawa, bahkan sampai ke Australia dan Amerika, yang dibawa para turis sebagai oleh-oleh untuk keluarga di negri mereka, terang Syamsul Bahri.
Afdhal (20 tahun), seorang penjual ikan bilih di Ombilin, danau Singkarak menuturkan,”Harga ikan bilih tidak stabil, naik-naik turun, sesuai musimnya”
Harga ikan bilih disekitar danau, jauh lebih murah daripada harga di pasaran, bahkan di kota-kota, harga ikan bilih berlipat-lipat dari harga asalnya, karena biasanya ikan yang telah dibawa kesana, telah diolah sedikit lebih maju. Bahkan harga diluar Sumatera ikan bilih pun jauh lebih mahal. Karena diluar ikan bilih lebih dihargai keberadaannya. Orang-orang tahu bahwa ikan bilih selain enak dan gurih, memiliki gizi dan protein yang sangat tinggi. Dan bahkan keberadaannya yang unik menambah harga jual ikan ini di luar Sumatera Barat.”
Pada hari Raya Qur’ban kemaren ini, harga ikan bilih di sekitar danau sangat rendah, hanya Rp. 2.000 per liter. Namun pada saat musim kemarau harganya melonjak naik mencapai 15 - 20 ribu perliternya. Afdhal (03/02/10), pedagang ikan bilih di sekitar danau mengatakan, “Harga ikan bilih yang kecil lebih mahal daripada ikan bilih yang besar” Karena orang-orang lebih menyukai ikan bilih yang berukurang lebih kecil, daripada yang besar. Pasalnya, ini karena ikan bilih yang kecil lebih manis, renyah dan gurih.

D. Keunikan Ikan Bilih Dari Sudut Pandang Ilmu Kesehatan
Ditinjau dari segi kesehatan, peranan ikan bilih juga tak kalah pentingnya bagi masyarakat setempat, walaupun menurut Dr.Sukma Dewi (35) responden dokter Puskesmas I Rambatan, bahwa sejauh ini belum ada penelitian khusus tentang kandungan ilmiah tentang ikan bilih itu, namun ikan bilih memiliki keunggulan unik dari ikan-ikan lainnya, walau ia sejenis ikan kecil. Dintaranya adalah seperti yang disampaikan oleh responden tadi. :
1) Ikan bilih mengandung toksin yang relatif sedikit
Hal ini disebabkan karena ikan bilih hidup di danau, bukan dilaut yang asin dan kaya dengan toksin. Toksin merupakan sesuatu yang bersifat racun. Sebagaimana laut yang merupakan muara(tempat pembuangan air terakhir), sehingga realnya membuat ikan laut lebih banyak mengandung garam dan zat-zat kimia lainnya yang memungkinkan untuk menyebabkan alergi bagi pengosumsinya. Sedangkan ikan bilih boleh dikonsumsi siapapun meski orang tersebut alergi ikan sekalipun sehingga baik untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

2) Ikan bilih lebih banyak mengandung nilai-nilai gizi
Hal ini disebabkan karena ukurannya yang kecil. Jadi ikan bilih bisa di makan secara keseluruhannya, misalnya ikan bilih bisa dimakan dengan tulang-tulangnya, yang banyak mengandung kalsium dan zat besi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Ikan bilih bisa dimakan langsung kepalanya, dimana pada kepala ikan, banyak mengandung protein untuk pembangun dan perlindungan sel-sel tubuh yang rusak. Disamping itu kandungan lemak ikan bilih juga kurang, ini mengurangi resiko kolesterol bagi para pengkonsumsi ikan bilih.
Tapi sangat disayangkan, minimnya pengetahuan warga tentang kesehatan, dan sedikitnya rasa keingintahuan warga terhadap bilih ini, menyebabkan pemanfaatan ikan bilih di bidang kesehatan masih kurang. Sehingga ikan bilih hanya dimakan begitu saja, belum ada penelitian tentang khasiat-khasiat ikan bilih secara mendalam untuk manfaatnya bagi kesehatan.
Betapa ruginya kita sebagai masyarakat Sumatera Barat , khususnya di Singkarak, karena kita memiliki suatu aset yang sangat potensial sekli. Tapi kita belum bisa memanfaatkannya se maksimal mungkin. Ditambah lagi kita hampir tiap hari mengkonsumsinya dan bergelut dengan ikan bilih, tapi mengapa belum ada kemauan dari hati kita untuk lebih tahu tentang bagaimana ikan bilih itu sebenarnya, dan sangat perlulah rasanya bagi kita untuk meneliti tentang ikan bilih.

D. Keunikan Ikan Bilis Dari Sudut Pandang Pariwisata
Danau Singkarak memiliki keindahan yang menawan, khususnya bagi parawisatawatan, hal itu tidak terlepas karena pemandangannya yang memikau, namun tak terlupakan pula ikan-ikan yang bersemayam di danau ini, yang juga menambah pernak-pernik keanekragamannya, gerakan yang lemah gemulai dari ikan bilih ikut menghiasi panorama danau Singkarak.
Ikan bilih hidup dengan berkelompok-kelompok, mencari makanan bersama-sama, hal ini membuat para nelayan mudah untuk menangkapnya. Hal ini disampaikan oleh Silvi (38), warga ombilin danau Singkarak.
Biasanya, pada sore hari orang-orang mulai ramai pergi ke danau. Mau apa lagi kalau tidak pergi menangkap ikan, baik dengan cara memancing, jala, dan jaring. Kegiatan mancing sudah menjadi rekreasi (wisata) bagi masyarakat, tidak hanya bagi mereka yang tinggal di sekitar danau, juga bagi yang tinggal jauh dari danau. Seperti dari Batusangkar, lintau, Padang ganting dan daerah di kabupaten Tanah Datar, kota Padang Panjang, serta kota dan kab.Solok. Kadang kala perlombaan mancing juga diadakan, untuk menambah semangat bagi pemancing ikan.
Di bidang pariwisata, industri – industri ikan bilih menjadi favorit di danau Singkarak. Di sepanjang jalan ombilin, batipuh, menuju padang panjang banyak di temukan penjul-penjual.ikan bilih, disana ikan bilih diolah dan dimasak, serta dijual lngisung kepada pembeli. Kita dapat melihat langsung dapur pemasakan dn pengolahan ikan bilih disana.
Rini (54), salah seorang pemilik industri “Remondo” di jalan raya. Padang Panjang –Solok-Ombilin, menjelaskan bhwa ikan yang ia jual merupakan hasil tangkapan mereka dan sebagian lagi merupkan pasokan dari Medan, Sumatera Barat. Ia menyediakan berbagai jenis jualan ikan bilih, ada ikan bilih kering (masiak), ikan bilih goring, ikan bilih kecil, ikan bilih besar(dari Medan), alang ali, dll, yang kemudian dikemas dalam bungkus plastik. Telur ikan bilih pun juga dijual, setelah dikumpulkan, telur ikan bilih itu direbus, dan kemudian baru dicampurkan kedalam sambal, gulai, asam padeh (dipangek).
Penjualan ikan memiliki harga-harga yang beragam juga, sesuai jenisnya. Rini mengatakan kalau ikan bilih kecil harganya berkisar 60 sampai 80 ribu perkilogram, 50-70 ribu untuk ikan bilih yang berukuran besar perkilogramnya. Jika kita beli perliternya, harganya cuma berkisar antara 15-20 ribu perliternya, ketika harganya ikan ini normal, tambahnya.
Industri tempat penjual ikan bilih cukup banyak disekeliling dnau Singkarak, nmun pengolahannya belum begitu maximal, boleh dikatakan msih tradisional.Peran aktif dari masyarakat dan pemerintah sangat diharapkan untuk lebih melestarikan dan membudidayakan ikan bilih ini secara lebih maju. Sehingga meningkatkan pendapatan dan kepariwisataan daerah.



BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Danau Singkarak adalah salah satu danau besar dan cantik di daerah Sumatera Barat yang berlokasi di Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar. Danau Singkarak memiliki ikan bilih yang dipandang sebagai spesies ikan unik. Ikan bilih dipandang unik dari sudut pandang biologi, geografis, ilmu ekonomi, ilmu kesehatan, dan pariwisata.

B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan kepada masyarakat dan pemerintah agar selalu melestarikan populasi dan habitat ikan bilih, mempromosikan ikan bilih untuk tujuan kesehtan dan ekonomi. Kemudian juga mengusahakan agar ikan bilih bisa menjadi icon pariwisata danau Singkarak.





DAFTAR PUSTAKA

Miles dan Huberman.1992.Analisis Data Kualitatif. Jakarta:Universitas Indonesia.

Moleong, J Lexy.2000. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta:Remaja Rosda Karya.

Singarimbun, Masri.1999. Metode Penelitian Survai. Jakarta:LP3ES.

Situs:
1. http://www.pili.or.id/
2. http://www.explore-indo.com/
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Danau_Singkarak.
4. http://wisatawnews.indonesiatravel.biz/



BIODATA KETUA TIM


Nama lengkap : Wildan Rasyid
Tempat/tgl Lahir : Batusangkar, 20-12 -1992
Alamat : Jln. Dt.Bandaro Kuniang Kubu Rajo Lima Kaum
Sekolah : SMA Negeri 3 Batusangkar
(Program Layanan Keunggulan) Tanah Datar
NIS : 9926338634
Kelas : XI.IA.2 (Sebelas IPA Dua)
No.HP/Telp : (0752)7575221, 085274986692
Orang Tua ,
Ayah : Jauhari, BA
Ibu : Dahermaiti
Pekerjaan
Ayah : PNS (Pemda Tanah Datar)
Ibu : PNS (Pemda Tanah Datar)
Riwayat Pendidikan :
• SD N 04 Kubu Rajo Lima Kaum
• SMP N 5 Batusangkar (Layanan keunggulan)Tanah Datar.
• SMA N 3 Batusangkar (Layanan keunggulan)Tanah Datar.
Prestasi :
• Peserta lomba Penulisan Cerita Remaja Islam (CERIS)
tingkat Nasional .
• Juara 1 Karya Sastra penulisan Cerpen tk. Tanah Datar.
• Juara 1 MSQ tk SLTP se Sumbar.
• Juara Harapan III MTQ Nasional tk.Prov. Sumbar di Pasaman.
Pengalaman :
• Jurnalist Pramuka Sumbar, pada Koran Media Pramuka Sumbar.
• Pernah Mengikuti penulisan Cerpen tk.Nasional.
• Anggota DKC (Dewan Kerja Cabang) pramuka Tanah Datar.
• Anggota OSIS (koordinator SEKBID IMTAQ) T.P 2008-2009.
• Anggota OSIS (koordinator SEKBID Budaya dan Sastra) T.P 2009-2010 .
• Anggota TIM Pioner SMA N 3 Batusangkar.

Alamat E-Mail : wildan.rasyid@yahoo.co.id
wildanrasyidxiia2.blogspot.com

Motto :
“MeNgHarGAi WakTU AdaLah KuNci KeberHaSiLanQ…!”


BIODATA ANGGOTA TIM

Nama lengkap : Ryando Perdana
Tempat/tgl Lahir : Padang, 28-04-1993
Alamat : Jorong Pato.Batu Bulek.Lintau
Sekolah : SMA Negeri 3 Batusangkar
(Program Layanan Keunggulan) Tanah Datar
NIS :
Kelas : XI.IA.1 (Sebelas IPA Satu)
No.HP/Telp : 085669081138
Orang Tua ,
Ayah : Hendri Lesta,S.H.
Ibu : Ir.Misharlinda
Pekerjaan
Ayah : Pegawai swasta
Ibu : Pegawai swasta
Riwayat Pendidikan :
• SD N 32 Marapalam. Lintau.
• SMP N 5 Batusangkar (Layanan keunggulan)Tanah Datar.
• SMA N 3 Batusangkar (Layanan keunggulan)Tanah Datar.
Prestasi :
• Finalis lomba matematika Pasiad se Sumatera Barat
• Semi finalis lomba fisika UNP tahun 2007
• Peserta lomba OSN matematika SMA tingkat kabupaten Tanah Datar
Pengalaman :
• Anggota Pramuka SMA N 3 Batusangkar.
• Anggota TIM Pioner SMA N 3 Batusangkar.
• Anggota TIM SAR SMA N 3 Batusangkar.

Alamat E-Mail : thefirst_child@yahoo.com
yando.aliance.blogspot.com

Motto :
“keingintahuan dan usaha adalah rahasia terpenting dalam mencari kesuksesan”




BIODATA Anggota TIM

Nama lengkap : M. Ridho Wahyudi
Tempat/tgl Lahir : Batusangkar, 09-05-1993
Alamat : Komplek Perumnas Garuda Mas Blok C.no 1
Sekolah : SMA Negeri 3 Batusangkar
(Program Layanan Keunggulan) Tanah Datar
NIS :
Kelas : XI.IA.1 (Sebelas IPA satu)
No.HP/Telp : 085274086667
Orang Tua ,
Ayah : H. Bushami
Ibu : Sri Darma Yanti
Pekerjaan
Ayah : Wiraswasta
Ibu : Ibu Rumah Tangga
Riwayat Pendidikan :
• SD N 26 Kampung Baru, Batusangkar
• SMP N 2 Batusangkar
• SMA N 3 Batusangkar (Layanan keunggulan)Tanah Datar.
Prestasi :
• Juara Harapan satu lomba hifzil quran 1 juz tingkat Kabupaten Tanah Datar.
• Juara 2 MSQ tingkat SMA se Kabupaten Tanah Datar dan Kotamadya Bukittinggi
• Juara 2 Pra OSN bidang fisika tingkat SMP se Kabupaten Tanah Datar
Pengalaman :
• Anggota OSIS ( Bendahara 1 periode 2007-2008 )
• Anggota OSIS ( Ketua 1periode 2009-2010 )
• Anggota Pramuka SMA N 3 Batusangkar.
• Anggota TIM Pioner SMA N 3 Batusangkar.

Alamat E-Mail/Facebook : sad_poems8@yahoo.com

Motto :
“ Tiada kata terlambat untuk maju”








PROFIL SMA NEGERI 3 BATUSANGKAR

1. Lingkungan Sekolah
SMA Negeri 3 Batusangkar terletak di komplek Pendidikan Bukitgombak kecamatan Lima Kaum, Kenagarian Baringin yang berjarak lebih kurang 3 km dari kota Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar.
2. Keadaan Sekolah
Tanah sekolah bukan merupakan milik sekolah, melainkan hak pakai bagi SMA Negeri 3 Batusangkar. Keadaan Tanah Sekolah SMA Negeri 3 Batusangkar
Personil Sekolah
Jumlah personil sekolah sebanyak 39 orang yang terdiri dari satu orang Kepala sekolah, guru 33 orang, karyawan sebanyak tiga orang, tenaga laboran satu orang, pesuruh sekolah satu orang dan satu orang juru masak.
4. Keadaan Peserta Didik
Jumlah peserta didik pada tahun pelajaran 2008/2009 seluruhnya berjumlah 217 orang. Persebaran jumlah peserta didik antar kelas merata. Peserta didik di kelas X ada sebanyak 3 rombongan belajar. Peserta didik pada program IPA di kelas XI dan XII masing-masing ada dua rombongan belajar. Sedangkan pada program IPS di Kelas XI dan XII masing-masing satu rombongan belajar.
5. Input dan Output NEM
Pencapaian nilai rata-rata NEM peserta dari tahun ke tahun cenderung mengalami kenaikan. Peserta didik yang melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, khususnya PMDK atau UMPTN ternyata memuaskan.

Input dan Output NEM Peserta didik
Input
Tahun Rata-rata
NEM Output IPA
Tahun Rata-Rata NEM
IPA IPS

2004-2005
2005-2006
2006-2007
2007-2008
2008-2009

7.80
7.20
7,83
8,22
8,13
2006-2007
2007-2008
-
-
2008-2009
8,23
7,25
-
-
7.82
-
7,62
-
-
7.48

Data Lulus Perguruan Tinggi

No Nama PTN Tempat Tamatan Jumlah
2007 2008 2009
1 UI Jakarta 6 2 2 10
2 UNJ Jakarta 2 1 - 3
3 IPB Bogor 2 2 - 4
4 ITB Bandung 2 3 1 6
5 UNPAD Bandung 1 9 7 17
6 UPI Bandung 1 1 1 3
7 IPDN Bandung - 3 - 3
8 UNS Semarang 1 - - 1
9 UNDIP Semarang 3 1 3 7
10 UGM Jogjakarta 1 - - 1
11 UNIMED Medan 1 3 1 5
12 USU Medan 2 - 2 4
13 UNRI Pekanbaru 3 4 1 8
14 UNAND Padang 17 15 27 59
15 UNP Padang 11 11 6 28
16 POLTEKES Padang 7 6 2 15
17 STT TELKOM Bandung - - 4 4
18 STAIN Batusangkar - - 1 1
19 BAITURAHMAH Padang - - 2 2
20 Akper Batusangkar 1 - 1 2
JUMLAH 61 61 61 183


MOTTO
Motto SMA negeri 3 Batusangkar yaitu ” JURDISBERNAL ” merupakan singkatan dari :
1. Jujur
2. Disiplin
3. Bertanggungjawab
4. Profesional





Dokumentasi


foto: goreng ikan bilih


foto: sambalado ikan bilih


foto: Sajian ikan bilih siap untuk dipasarkan